Connect with us
Film Hidden Gems Indonesia di Netflix
Semesta (2018)

Cultura Lists

10 Film Hidden Gems Indonesia di Netflix

Film terbaik Indonesia di Netflix yang patut kita tonton.

Semakin banyak film Indonesia bisa kita nikmati di Netflix. Setidaknya sebulan hingga dua bulan sekali ada banyak judul yang dimasukan dalam katalog platform streaming terpopuler ini. Baik film baru, hingga film Indonesia klasik yang mungkin kita lewatkan di bioskop. Mulai dari film horror, drama kriminal, hingga komedi romantis Indonesia.

Ada juga banyak film drama yang mungkin kurang familiar di media komersial. Berikut rekomendasi film Indonesia terbaik yang “bersembunyi” di Netflix.

Jingga (2016)

“Jingga” merupakan film drama yang hendak mengeksplorasi kehidupan remaja-remaja dengan disabilitas, khususnya tunanetra. Bercerita tentang seorang remaja bernama Jingga yang memiliki low-vision semenjak lahir. Akibat insiden yang tak terduga, Jingga akhirnya kehilangan penglihatan sepenuhnya dan kehidupannya harus berubah total.

“Jingga” menjadi film yang berhasil menyampaikan pesan paling krusial, yaitu bagaimana orang tunanetra juga bisa hidup dengan normal; tanpa harus dikasihani atau diberi rasa simpati ekstra, karena mereka tak pernah mengharapkan perlakuan spesial. Salah satu kelebihan dari film ini adalah bagaimana setiap aktor dalam film dapat memberikan akting yang sangat meyakinkan sebagai orang dengan tunanetra.

What They Don’t Talk About When They Talk About Love (2013)

Merupakan film yang juga terinspirasi dari topik disabilitas, “What They Don’t Talk About When They Talk About Love” sudah cukup lama tersedia di katalog Netflix.

Dibintangi oleh Nicholas Saputra, Ayushita, dan Karina Salim. Sebagai film dengan genre romantis komedi, topik disabilitas yang diaplikasikan dalam film ini yang memberikan unsur arthouse.

Secara artistik memberikan penontonnya pengalaman memahami cinta yang unik dari sudut pandang orang-orang dengan indera terbatas. Apakah kita tetap bisa mencintai ketika tidak bisa melihat? Bagaimana bisa memahami bahasa cinta ketika kita bisa bicara atau mendengar?

Surat Dari Praha (2016)

Merupakan film drama romantis yang diselipi latar belakang sejarah politik Indonesia, “Surat Dari Praha” sudah ada di Netflix dan patut kalian tonton. Kisah berawal dari seorang wanita bernama Larasati. Di tengah proses perceraiannya dengan suami, Larasati (Julie Estelle) harus memenuhi wasiat ibunya untuk mengirimkan surat ke sosok pria misterius di Praha.

Ketika film bersejarah skala besar lebih fokus pada materi yang monumental, Surat dari Praha lebih mengeksplorasi dampak pada orang yang terkena dampaknya.

Fiksi (2008)

“Fiksi” merupakan film drama psychological thriller Indonesia yang disutradarai oleh Mouly Surya, dibantu oleh Joko Anwar dalam penulisan naskah. Film ini mungkin salah satu yang dicari-cari oleh penikmat film lokal.

Bercerita tentang seorang remaja bernama Alisha (Ladya Cheryl) yang nekat pindah ke rumah susun demi mengejar pria idamannya. Lebih dari sekadar film thriller dengan sekuen pembunuhan janggal, Alisha sebagai protagonis dalam film ini memiliki penokohan yang menarik untuk disimak buat pecinta genre psychological thriller.

Lovely Man (2011)

Sebagai film yang mengangkat tema ‘father issue’, “Lovely Man” memiliki premis yang sangat menarik dan original. Cahaya (Raihaanun Nabila) adalah seorang siswi pesantren, Ia sedang mengalami masalah pribadi yang membuatnya nekat untuk mencari ayahnya ke Jakarta. Setelah mengetahui bahwa ayahnya (Donny Damara) seorang waria, keduanya justru menghabiskan malam bersama mengelilingi ibukota.

Telah memenangkan penghargaan Citra sebagai best Film, “Lovely Man” tak diragukan merupakan film terbaik Indonesia yang wajib kalian tonton.

Tanda Tanya (2011)

Disutradarai oleh Hanung Bramantyo, “?” adalah film drama kehidupan yang hendak mengangkat topik pluralisme. Dimana cerita berlatar di pemukiman dengan tiga keluarga dari berbagai latar belakang agama dan ras.

Dengan style naskah ‘slice of life’, Hanung hendak mengeksplorasi bahasan pluralisme yang sedikit tabu di Indonesia, padahal hal ini sangat dekat dengan kehidupan kita. Secara tidak langsung, film ini bisa menjadi media dimana kita mulai menormalkan topik tersebut.

About a Woman (2015)

Teddy Soeriaatmadja tampaknya suka bereksplorasi dengan ide-ide yang original dan cukup berani. Selain “Lovely Man”, satu lagi film dari sutradara ini yang sudah tersedia di Netflix adalah “About a Woman”.

Diceritakan seorang janda tua (Tutie Kirana) mulai mengalami kesepian hidup sendiri. Karena khawatir, anaknya mengirim seorang pembantu muda bernama Abi (Rendy Ahmad). Lepas dari perbedaan usia yang jauh, ketertarikan yang mendalam tumbuh di antara mereka berdua.

Athirah (2016)

Diangkat dari kisah masa kecil Jusuf Kalla, “Athirah” merupakan film tentang wanita bugis yang dimadu oleh suaminya. Dalam kisah ini, Athirah (diperankan oleh Cut Mini) adalah ibu dari mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla. Sementara anak pertama Athirah yang dipanggil Ucu (Christoffer Nelwan) dalam film ini adalah Jusuf Kalla muda.

Lebih dari sekadar mengekspos drama tentang istri pertama yang diduakan, ada sentuhan budaya dan isu sosial yang melengkapi naskah film ini.

Semesta (2018)

“Semesta” (Islands of Faith) merupakan film dokumenter yang disutradarai oleh Chairun Nissa. Dalam film ini, kita akan melihat pendekatan lain pada topik lingkungan melalui kacamata lain yang khas Indonesia yaitu kepercayaan.

Sebagai negara yang terdiri dari berbagai latar belakang suku, budaya, dan kepercayaan. Kemudian dijadikan materi yang relevan dengan isu pemanasan global dan usaha pelestarian lingkungan.

Modus Anomali/Ritual (2012)

“Modus Anomali” merupakan film psychological thriller dengan sentuhan survival dan aksi. Dibintangi oleh Rio Dewanto, disutradarai oleh Joko Anwar. Seorang pria terbangun di hutan dengan kondisi lupa ingatan. Keadaan semakin menegangkan ketika ada sosok misterius yang mengancam nyawanya.

Film ini memiliki alur naik turun yang menegangkan dan plot twist yang tidak terduga. Di Netflix, kita bisa menemukan film ini dengan judul “Ritual”.

Memoir of A Murderer Review Memoir of A Murderer Review

Memoir of A Murderer Review

Film

Prey netflix review Prey netflix review

Prey Review: Pemburu Misterius yang Mengincar Para Pendaki

Film

Kate Netflix Kate Netflix

Kate Review: Film Action Gaya Hollywood dengan Estetika Jepang

Film

Masa Keemasan Hollywood: ‘Blessing in Disguise’ Pasca Depresi Ekonomi Masa Keemasan Hollywood: ‘Blessing in Disguise’ Pasca Depresi Ekonomi

Masa Keemasan Hollywood: ‘Blessing in Disguise’ Pasca Depresi Ekonomi

Culture

Advertisement
Connect