Connect with us
Fiksi Review

Film

Fiksi Review: Alisha yang Menciptakan Fiksi Demi Cinta

Film drama psikologi thriller yang melankolis.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Fiksi merupakan film debut dari sutradara Mouly Surya yang rilis pada 2008 silam. Dibantu oleh sutradara Joko Anwar dalam penulisan naskahnya, Fiksi berhasil memenangkan penghargaan Citra kategori Best Screenplay.

Film ini bergenre drama psikologi thriller yang dibintangi oleh Ladya Cheryl, Donny Alamsyah, dan Kinaryosih. Ladya Cheryl berperan sebagai Alisha yang menjadi karakter utama dalam kisah ini. Alisha adalah anak tunggal dari keluarga kaya raya. Bagai hidup dalam sangkar emas, Bari menjadi alasan Alisha akhirnya memberanikan diri untuk mengejar pujaan hati ke lingkungan baru dan melakukan berbagai hal di luar batas demi cinta.

Fiksi lebih dari sekedar film thriller dengan karakter psikopat yang keliling mencari mangsa. Ada nilai-nilai implisit yang ditampilkan melalui adegan tanpa narasi dan pengambilan keputusan oleh pemeran utama. Sekarang kita bisa nonton Fiksi melalui platform streaming Vidio.

film fiksi 2008

Penonokohan Alisha yang Lebih Kompleks dari Kelihatannya

Alisha menjadi statement yang mengandung makna ganda dalam kisah ini. Tergantung dari sisi mana kita mengobservasi karakter ini. Satu hal yang jelas dari awal, Alisha tidak selemah kelihatannya. Justru sisi misteriusnya membuat kita menerka-nerka apa yang ada dipikirannya dan apa yang akan Ia lakukan selanjutnya. Namun, sisi polos dan rasa penasaran pada karakter ini membuatnya memiliki sifat implusif untuk melakukan apa pun demi cinta. Membuat segala tindakan ekstrem yang dilakukan oleh Alisha tampak bagai keluguan anak kecil akan motif yang sepele.

Di sisi lain, kita akan melihat bagaimana Mouly hendak menunjukan kualitas lain dalam diri Alisha. Pada babak pertama kisah, kita akan melihat Alisha yang berusaha mendapatkan sesuatu dengan usahanya sendiri. Namun, sang ayah selalu memberikan kemudahan pada Alisha karena kekuasaan dan kekayaan. Bukannya berlagak sebagai putri keluarga kaya yang manja, Alisha justru muak dengan segala kemudahan yang Ia dapatkan. Bari akan tampak sebagai alasan utama dari pemberontakan Alisha, padahal ada alasan lain yang mendasari tindakan tersebut.

Ladya Cheryl sebagai aktris tak lepas dari kesuksesan eksekusi karakter Alisha dalam film ini. Ladya Cheryl sendiri sudah memiliki aura yang manis dan lembut sebagai wanita. Dengan ekspresi yang sekilas tampak datar, ada banyak rahasia yang tersimpan dalam ketenangan tersebut.

Setuhan Suram Melankolis dan Thriller yang Menyesuaikan Penokohan

Ada nuansa suram, gelap, dan hangat yang akan kita rasakan ketika menonton Fiksi. Tak selamanya nuansa suram dan gelap akan membuat kita tidak nyaman, bukan? Ada kalanya nuansa tersebut memberikan kehangatan dan kenyamanan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Nuansa ini terbentuk dari penokohan Alisha yang sebetulnya juga memiliki sisi manis. Ada satu adegan interaksi antara Alisha dan Bari melalui instrumen musik yang romantis. Menunjukan sepercik cinta yang hangat, seperti kenangan manis dari sebuah film dengan genre utama thriller.

Sebetulnya plot utama yang terlihat dari Fiksi merupakan thriller yang cukup terbaca dan mudah ditebak. Namun, Fiksi menjual lebih dari sekedar plot thriller, lebih memusatkan perhatian pada eksplorasi karakter Alisha. Tidak ada teka-teki atau trik muslihat dari Alisha dalam menjalankan aksinya. Kronologi tersebut merupakan media fiksi untuk menceritakan kisah Alisha. Semacam Alisha in the wonderland versi dewasa, dimana realita melebur dengan fiksi.

Karakter Pendukung dan Latar yang Mendukung Kisah Alisha

Selain penokohan Alisha yang menjadi statement dalam Fiksi, beberapa unsur lain di sekitar Alisha mendukung kemasan dari kisah ini. Memasuki babak kedua dalam film, kita akan melihat Alisha memulai kehidupan baru di rumah susun, dengan tour singkat dari Bari yang menarik. Tentang berbagai latar belakang karakter pendukung lainnya yang menginspirasi Bari dalam menulis cerita. Meski kedepannya hanya ada beberapa karakter pendukung yang ditampilan dengan penulisan adegan khusus dengan teknik editing yang berbeda dari adegan-adegan lainnya dalam kisah ini.

Mungkin pertama kali menonton, kita akan merasa Fiksi merupakan film thriller yang klise. Dengan plot dan akhir yang klise. Namun sesuai judulnya, ini adalah kisah fiksi, dunia fiksi Alisha yang Ia ciptakan demi Bari.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect