Connect with us
Wendell & Wind
Netflix

Film

Wendell & Wind Review: Melawan Trauma Masa Lalu dan Gratifikasi

Stop-motion animation terbaru kolaborasi Henry Selick bersama Jordan Peele.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“Wendell & Wind” merupakan animasi stop-motion Netflix Original terbaru. Kat (pengisi suara Lyric Ross) adalah remaja bermasalah yang kembali ke kampung halamannya, Rust Bank. Kini Ia bersekolah di RBC untuk mendapatkan kesempatan kedua.

Suatu hari, Ia mendapatkan ‘tanda’ untuk menjadi Gadis Neraka dengan kekuatan spesial dan mampu memanggil iblis dari neraka ke dunia manusia. Ia pun bertemu dengan iblis bersaudara, Wendell (pengisi suara Keegan-Michael Kay) dan Wind (Jordan Peele). Keduanya membuat kesepakatan dengan perjanjian bahwa Wendell dan Wind bisa membawa orang tua Kat hidup kembali.

Henry Selick merupakan sutradara animasi yang terkenal melalui dua judul besar, “The Nightmare Before Christmas” (1993), dimana Ia bekerja sama dengan Tim Burton, serta “Coraline” (2009) yang ikonik. Kali ini Selick bekerja sama dengan komedian yang belakangan ini lebih terkenal sebagai sutradara horor, Jordan Peele dalam mengembangkan animasi terbarunya, “Wendell & Wind”.

Wendell & Wind

Kualitas Animasi Stop-Motion Henry Selick yang Masih Juara

Mengikuti perkembangan animasi terkini yang semakin menakjubkan, “Wendell & Wind” juga memiliki kualitas animasi stop-motion yang juara. Desain karakter masih khas Selick yang unik, original, dan desain-desain yang dark, sesuai dengan temanya sebagai kartun horor. Visualisasi karakter manusia yang imajinatif dan kartunis juga terlihat berani. Berbeda dengan “Caroline” yang masih terlihat masih tidak jauh dari referensi anatomi manusia yang ‘normal’.

Kat sebagai protagonis manusia dalam animasi ini memiliki desain yang berani, mungkin bukan tipe karakter yang menjadi favorit banyak ketika melihat untuk pertama kali. Namun, sekali lagi Selick menambahkan karakter animasi perempuan ikonik dalam koleksinya. Mulai dari Sally, gadis fantasi dari semesta Halloween, kemudian Caroline yang ikonik dengan rambut biru dan jubah kuningnya, dan kini Kat, remaja kulit hitam berambut hijau yang suka berdandan ala punk rock.

“Wendell & Wind” memiliki presentasi animasi per frame yang telah diakselerasi kualitasnya dibandingkan dengan karya stop-motion Henry Selick sebelumnya. Penampilan animasi clay juga terlihat lebih mulus, begitu pula dengan eksekusi animasinya.

Sebagai master dalam bidangnya, animasi stop-motion Selick merupakan salah satu yang eksekusinya immersive dalam skena animasi ini. Teknik stop-motion yang digunakan tetap menyajikan sinematografi yang terasa seperti film animasi 3D yang lebih populer saat ini.

Petualangan Melawan Iblis Dalam Diri dan Gratifikasi yang Quirky

Jordan Peele dikenal sebagai sutradara yang membangkitkan genre black horror. Dimana karakter dengan ras kulit hitam menjadi protagonis atau heroine dalam skenario horor.

Henry Selick adalah sutradara animasi yang terbuka dalam menerima karakter yang diberikan olehnya, mengubah visi dari penulis naskah menjadi dunia animasi baru dengan sentuhan ajaibnya. Ia kurang mendapat kredit dalam “The Night Before Christmas’, membangkitkan imajinasi Tim Burton yang kita tahu tidak memiliki jam terbang sebagai animator seperti Selick dan timnya. Ia juga mengadaptasi “Coraline” dari novel Neil Gaiman. Kini Ia telah menuntaskan tugas untuk menghidupkan Rust Bank dari imajinasi Jordan Peele.

Ada banyak elemen dalam “Wendell & Wind” yang khas dengan kultur dan kehidupan orang-orang kulit hitam sebagai masyarakat urban. Remaja kulit hitam dengan masa kecil yang traumatis, mendapat label sebagai troublemaker, diasingkan. Hingga pemukiman minoritas yang kerap menghadapi isu gratifikasi. Kemudian diberi sentuhan fantasi horor dengan kehadiran iblis dari neraka.

Berbeda dengan project animasi sebelumnya yang sangat kental dengan nuansa gothic, “Wendell & Wind” lebih kental dengan nuansa urban dan rock punk vibes. Begitu pula dengan pilihan lagu-lagu yang menjadi latar dalam animasi ini Henry Selick satu ini. Project ini menarik namun akan membutuhkan waktu untuk diapresiasi karena mungkin banyak dari kita memiliki ekspektasi tertentu akan karya Selick.

Presentasi Animasi yang Berkualitas, Namun Tidak Melampau Karya Henry Selick Sebelumnya

Eksekusi animasi “Wendell & Wind” kali ini memang menyajikan konten dan tema yang baru. Dengan teknologi stop-motion oleh tim Henry Selick yang juga semakin mantap di era modern ini. Tingkat immersive dan sinematografinya sudah cukup mendekati animasi 3D. Namun jika kita menonton dengan ekspektasi “The Nightmare Before Christmas” dan “Coraline”, maka “Wendell & Wind” tidak melampaui dua project tersebut. Kedua judul klasik tersebut memiliki world building yang lebih memikat dan ikonik.

Sementara semesta horor urban yang ditulis oleh Jordan Peele kali ini termasuk latar semesta yang generik. Rust Bank adalah pemukiman generik, tema gratifikasi termasuk generik. Karena pada akhirnya, naskah lebih dekat dengan berbagai agenda di dunia nyata daripada asal dua karakter yang menjadi judul, Wendell dan Wind, iblis bersaudara dari neraka. Cerita juga lebih fokus pada karakter Kat yang menjalani kehidupan di dunia manusia. Namun dengan kekuatan sebagai gadis neraka yang juga baru signifikan untuk cerita pada babak terakhir.

Secara keseluruhan, “Wendell & Wind” memiliki patut diapresiasi karena menjadi project Selick yang berbeda dari dua animasi ikonik sebelumnya. Kini kita bisa melihat ahli animasi ini ternyata terbuka dengan berbagai imajinasi dari penulis naskah yang bekerja sama dengannya. Sayang saja kali ini kurang monumental karena world building-nya cukup generik. Belum lagi bagi penonton yang memiliki ekspektasi akan dunia horor Henry Selick secara umum.

Namun memiliki kekuatan dalam segi moral cerita yang bisa diambil pada akhir cerita. Bisa jadi tontonan yang cukup seru bersama keluarga dan anak-anak.

The Wonder The Wonder

The Wonder Review: Premis Sederhana yang Melebihi Ekspektasi

Film

avatar 2 avatar 2

Film & Serial Terbaru Desember 2022

Cultura Lists

The Guardians of the Galaxy Holiday Special The Guardians of the Galaxy Holiday Special

The Guardians of the Galaxy Holiday Special Review

Film

Unicorn Store Review Unicorn Store Review

Unicorn Store Review: Sulitnya Jadi Orang Dewasa dengan Optimisme

Film

Connect