Connect with us
The Nightmare Before Christmas

Entertainment

The Nightmare Before Christmas: Film Natal atau Halloween?

Film Tim Burton yang membuat dua musim liburan terbaik dalam setahun.

“The Nightmare Before Christmas” merupakan salah satu cult classic dalam skena film animasi. Film stop-motion animation ini memiliki sinopsis tentang Jack Skellington, The Pumpkin King, yang terkenal karena kesuksesannya dalam mengeksekusi Halloween setiap tahunnya di Halloween Town.

Bosan dengan pekerjaan merancang liburan terseram tersebut, Jack menemukan sesuatu yang belum pernah Ia alami sebelumnya, semarak perayaan Natal di Christmas Town.

The Nightmare Before Christmas

Mengandung dua liburan terpopuler di penjuru dunia, “The Nightmare Before Christmas” sempat menimbulkan pertanyaan; apakah film ini termasuk film Halloween atau Natal? Rilis pada 13 Oktober 1993, film yang ditulis oleh Tim Burton ini secara agenda menjadi tontonan pada musim gugur, di saat Halloween dirayakan.

Dalam wawancara yang berbeda, sutradara Henry Selick dan komposer Danny Elfman juga telah memberikan statement bahwa “The Nightmare Before Christmas” adalah film Halloween.

Meski telah diperjelas sendiri oleh creator-nya, perdebatan dan diskusi yang timbul dari film ini selalu menyenangkan untuk disimak. Berikut pendapat editorial Cultura tentang “The Nightmare Before Christmas” sebagai sebuah film liburan yang ikonik.

Tim Burton yang Menciptakan Peleburan Eksentrik Tema Natal dengan Halloween

Film ini rilis ketika orang-orang sedang merayakan Halloween, ceritanya sendiri lebih banyak mengekspos Halloween Town. Namun, daripada sibuk merencanakan Halloween yang meriah, Jack Skellington justru sibuk mempersiapkan Perayaan Natal sepanjang cerita. Hingga akhirnya, pada babak terakhir film ini kita akan merayakan Natal versi Jack Skellington.

Di masyarakat dunia sendiri, setelah puas menonton film horor dan berpesta dengan kostum pada bulan Oktober, kita langsung bersiap memasuki musim Natalan yang identik dengan kedamaian dan nuansa yang cozy. Bagi yang merayakan Natal secara religius maupun sekadar menikmati berbagai hiburan bertema Natal seperti film, serial, hingga musik. Tidak ada yang lebih baik selain mendapatkan kedua vibe liburan ini dalam satu film, bukan?

Kita sudah tidak kaget lagi dengan imajinasi Tim Burton yang eksentrik, memadukan hal yang membuat anak-anak bahagia sekaligus mendapatkan mimpi buruk.

The Nightmare Before Christmas: Film Natal atau Halloween?

“The Nightmare Before Christmas” bisa jadi semesta fantasi terbaik yang pernah diciptakan oleh Tim Burton. Diawali dengan semesta fantasi dengan berbagai ‘Town’ yang merepresentasikan setiap liburan di dunia manusia. Fokus pada ‘Halloween Town’ dan ‘Christmas Town’, tercipta peleburan tema yang hibrida pada film ini. Seperti telah tercipta jenis liburan baru melalui semesta fantasi ini.

Mengutip Tim Burton, Ia memiliki kenangan masa kecil akan musim liburan yang selalu menyenangkan. Bahwa setiap liburan memberikan tekstur pada lingkungan sekitar yang membuat musim tersebut terasa berbeda dari hari biasa. Semangat tersebut sepertinya cukup mempengaruhi Tim Burton untuk menulis cerita bertema liburan yang semarak. Dengan segala kemeriahannya hingga teror dan kengerian yang secara ajaib berpadu sempurna.

Analisa Elemen Visual dan Pemilihan Musik Tema

Selain ide cerita yang original dan berkualitas, “The Nightmare Before Christmas” dipuji karena animasi stop-motion-nya dan elemen musikalnya yang teatrikal. Untuk film animasi yang rilis pada 1993, teknologi animasi yang ditampilkan dalam film ini terlihat sangat canggih dan masih memukau hingga saat ini.

Gaya animasi stop-motion menjadi salah satu medium khas dari Tim Burton. Entah mengapa gaya animasi ini selalu memberikan kesan quirky yang gloomy pada berbagai karya animasi. Secara visual, “The Nightmare Before Christmas” lebih kental dengan nuansa Halloween yang gelap. Bahkan pada babak Malam Natal, Jack Skellington sukses membawa teror dan mimpi buruk bagi anak-anak di dunia manusia.

Begitu juga deretan musik tema dan lagu original dalam film ini, didominasi dengan lirik bernuansa Halloween. Lagu tema utama ‘Overtune’ yang dikomposisi oleh Danny Elfman menyajikan perpaduan antara irama Natal yang identik dengan gemerincing lonceng, kemudian diakselerasi dengan brass instrument yang lebih menimbulkan nuansa gothic megah Halloween.

Film ini bahkan dibuka dengan lagu bertajuk ‘This Is Halloween’ yang ikonik. Namun, ada lagu-lagu original lainnya yang sangat kental dengan nuansa Natal. Lagu seperti ‘What’s This?’, ‘Making Christmas’, dan lagu latar ‘Christmas Eve Montage’, memiliki sentuhan Natal yang terkontaminasi dengan Halloween.

The Nightmare Before Christmas: Film Natal atau Halloween?

Jadi, The Nightmare Before Christmas Film Natal atau Film Halloween?

Kesimpulannya, apakah “The Nightmare Before Christmas” film Natal atau Halloween? Mempertimbangkan segala aspek umum dan pendapat media, film animasi ini adalah film Halloween, dirilis untuk dalam rangka merayakan Halloween. Namun, film ini terlalu inovatif untuk mendapat label generik sebagai ‘film Halloween’ saja, ketika kita juga bisa merasakan nuansa horor Natal di dalamnya. Bagi kita yang peduli dengan analisa film, animasi Tim Burton ini telah memberikan banyak hal untuk kita diskusikan.

Menyajikan sesuatu yang baru, yang mungkin saja tidak bisa dicuri oleh film maupun serial baru lainnya. Perpaduan antara Halloween dan Natal akan selalu menjadi milik “The Nightmare Before Christmas”. Pada akhirnya, film ini sangat fleksibel dan bisa kita tonton menghibur di Hari Natal maupun Halloween.

Click to comment

Teka-teki Tika Review Teka-teki Tika Review

Teka-teki Tika Review: Wadah Eksperimen Tanggung Rasa

Film

Lineup Musisi Internasional di Java Jazz Festival 2022

Cultura Lists

oslo ibrahim java jazz 2020 oslo ibrahim java jazz 2020

Lineup Musisi Indonesia di Java Jazz Festival 2022

Cultura Lists

Django Unchained Django Unchained

Django Unchained Review: Kisah Balas Dendam Seorang Budak

Film

Advertisement
Connect