Connect with us
Alex Lawther and Jessica Barden in Season 1 | Netflix
Alex Lawther and Jessica Barden in Season 1 | Netflix

TV

The End of the F***ing World Season 2 Review

Kelanjutan kisah James dan Alyssa yang tidak dipaksakan dengan porsi yang pas.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

The End of The F***ing World kembali dengan season 2 di Netflix sejak 5 November lalu. Season pertama diadaptasi dari komik remaja dengan judul yang sama karya Charles Forsman. Kesuksesan pada season pertama pun membuat Netflix memproduksi season kedua dengan kisah original yang tidak ada dalam versi komiknya. The End of The F***ing World season 2 sempat menimbulkan berbagai tanggapan skeptikal tentang proyek serial yang komersial saja.

Namun, The End of The F***ing World lebih dari sekedar fans service, season kedua kembali dengan kisah yang tak kalah unik dengan genre dark comedy yang masih dipertahankan dan penulisan ceritanya yang selalu memberikan kejutan dan tidak mudah ditebak oleh para penggemarnya.

Setahun yang lalu, James dan Alyssa melakukan pelarian yang membawa mereka pada petualangan tidak terduga. Alyssa dan ibunya pindah ke rumah bibinya dan mencoba memulai hidup baru. Namun, Alyssa masih hidup dalam trauma masa lalu. Begitu pula James yang mengalami musibah dan kembali mencari Alyssa.

Mereka kembali menjalani pelarian satu malam dan bertemu dengan Bonnie, perempuan yang memiliki niat balas dendam pada James dan Alyssa dari perbuatan mereka di masa lalu.

Konsisten Dalam Menerapkan Tema

The End of The F***ng World memiliki ciri khas dalam setiap unsur serialnya dan masih dipertahankan dalam season kedua. Mulai dari hal-hal teknis seperti pemilihan filter frame, gaya sinematografi, pemilihan scoring dan soundtrack, hingga gaya humor dan penulisan cerita. Adapun penambahan karakter baru yang masih sesuai dengan tema dan konsep dari serial unik satu ini.

Penggemar serial yang telah mengikuti sejak season pertama akan kembali dimanjakan dengan serial dengan nuansa yang sama namun dengan kisah yang berbeda. Masih memiliki rasa yang sama namun dengan materi yang berbeda dan sesuai.

Ada banyak serial yang dipaksakan dalam sekuelnya, namun The End of The F***ing World bukan salah satu dari produk industri hiburan seperti itu.

Pengembangan Karakter yang Rasional

Satu tahun telah berlalu bagi James dan Alyssa, tragedi yang terjadi di antara mereka merupakan hal yang cukup berat bagi remaja belasan tahun. Masih tersisa luka dan trauma pada masing-masing karakter ini. Pembentukan karakter James dan Alyssa dalam serial ini sangat komikal dan unik, hal itu masih dipertahankan di season kedua dan disesuaikan dengan penyesuaian berdasarkan apa yang telah tiap karakter alami. Penulis “memanusiakan” kedua karakter ini.

Alyssa masih tampak keras kepala, labil, dan memiliki jalan pikir yang kompleks. Namun, kini Alyssa mengalami trauma dan membuat hatinya semakin keras. Jessica Barden kembali membawakan karakter Alyssa dengan micro akting yang menakjubkan. Penonton bisa merasakan luka dan trauma yang ia rasakan hanya dengan melihat ekspresinya.

Di lain sisi, James yang dulunya mengaku sebagai psikopat dan memiliki keinginan membunuh Alyssa, tampak lebih ekspresif dan memiliki perasaan pada season kedua. Hal ini sesuai dengan dialog James pada season pertama, “Being with Alyssa had started to make me feel things. She made me feel things”. James juga telah menyadari bahwa dirinya bukan psikopat pada season pertama dan tampak lebih manusiawi pada season kedua ini.

Menyuguhkan Cerita Sekuel Original yang Berkualitas dan Tidak Dipaksakan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, season kedua ini memiliki cerita dengan genre dan nuansa yang masih serupa dengan season pertama. Penambahan karakter baru, Bonnie yang diperankan oleh Naomi Ackie memberikan jalan cerita bercabang dari masa lalu yang menyatu dengan komposisi yang pas.

Kita sudah familiar dengan dua karakter unik dan eksentrik seperti James dan Alyssa pada season kedua. Melihat betapa ekstremnya karakter Bonnie pada sekuel serial ini tidak akan membuat kita kaget, justru memberikan bumbu yang meningkatkan level dari kisah James dan Alyssa.

Berbeda dengan season pertama dengan adegan terakhir yang menggantung dan melahirkan banyak asumsi dan teori, season kedua diakhiri dengan cerita yang jelas dan tidak membutuhkan season lanjutan agar serial ini bisa dikenang sebagai salah satu serial remaja yang berkualitas.

Secara keseluruhan, The End of The F***ing season 2 akan mengobati rasa rindu para penggemarnya dengan gaya cerita dan nuansa serial yang masih berkarakter dan unik. Namun, lebih dari sekedar fans service, season 2 juga menghadirkan kelanjutan cerita yang berkualitas dan layak untuk ditonton.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect