Connect with us
Reptile
Netflix

Film

Reptile Review: Visual Menawan Tanpa Visi dan Isi

Sinematografi menawan, namun naskah slowburn tanpa visi yang solid membuat film terasa membosankan.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“Reptile” merupakan film thriller kriminal terbaru di Neflix, debut dari sutradara Grant Singer. Dibintangi oleh Benicio Del Toro sebagai Detektif Tom Nichols, ditugaskan untuk menginvestigasi kasus kematian seorang agen properti, Summer Elswick (Matilda Lutz).

Ditemukan meninggal di huniannya oleh kekasihnya, Will Grady yang diperankan oleh Justin Timberlake. Film ini juga dibintangi oleh Alicia Silverstone, sebagai istri Detektif Tom, serta Eric Bogosian, Michael Pitt, dan Frances Fisher.

Dalam “Reptile”, plot didominasi oleh sudut pandang Detektif Tom. Mulai dari dalam proses investigasi pembunuhan, kehidupnnya dengan sang istri, dan apapun gejolak pribadi yang sedang ia alami sembari menjalankan tugasnya.

Sekilas, “Reptile” seperti perpaduan antara “Gone Girl” (babak pertama) dan “Zodiac”, namun dengan teka-teki konspirasi agensi properti dan institusi kepolisian.

Reptile

Slowburn Thriller Memiat Secara Visual ala David Fincher Namun Tanpa Visi

Mengerjakan film debutnya, Grant Singer tampaknya menghabiskan lebih banyak waktu untuk eksekusi sinematografi “Reptile”. Sejak awal dipromosikan, yang membuat kita terpikat memang visual dari trailer-nya. Terlihat sekali bagaimana Singer ingin film ini terlihat artistik secara visual dengan berbagai detail transisi dan framing yang stylish. Editing transisi adegan yang tiba-tiba intens, nuansa visual redup nan suram, adegan sunyi yang membangun ketegangan.

“Reptile” akan mengingatkan kita pada film-film genre serupa seperti “Prisoners” atau “Zodiac”. Jelas Singer terinpirasi oleh sutradara David Fincher yang sudah punya reputasi di skena film drama thriller kriminal.

Sayangnya, visual yang memikat tidak seimbang dengan bobot dari naskah secara keseluruhan. Sekalipun drama thriller dengan presentasi plot yang slowburn juga harus punya elemen yang memikat. Setelah terlalu lama menonton visual yang menawan, “Reptile” akhirnya akan tiba pada saat-saat yang membosankan.

Sebagai film berdurasi 2 jam 16 menit, naskah memiliki banyak kesempatan untuk menjelaskan kasus dan konspirasi yang diangkat, namun kita akan dibuat kecewa dengan ending dari film ini setelah setia menonton lepas dari durasi yang termasuk panjang. Hanya untuk melihat Detektif Tom Nichols melakukan investigasi dengan berani tanpa konklusi serta sibuk merenovasi rumahnya.

Ada banyak adegan ‘kosong’ yang bisa dipercepat, ada banyak gimmick yang bisa dihilangkan. Film ini bisa lebih baik jika durasi dipadatkan serta memberikan ending yang lebih solid. Ini bahkan tidak bisa dibilang ambigu atau cliffhanging, ini seakan sutradaranya sendiri menolak untuk memberikan jawaban yang dari awal diinginkan penonton; siapa pembunuh Summer Elswick?

Berusaha Intens dan Misterius Namun Antiklimaks

Hampir semua adegan pacing-nya sama pada titik akan terasa repetitif. Semua adegan harus intens, menegangkan, dan misterius. Mulai dari proses investigasi bahkan momen makan malam bersama istri dan memilih keran dapur yang sempurna juga terlihat menegangkan. Namun sutradara hanya fokus dengan eksekusi gaya tanpa esensi. Hal ini yang membuat beberapa adegan dipertanyakan kehadirannya dalam film. Banyak adegan terasa seperti filler saja.

Beberapa adegan lain terasa mengulur-ulur kebenaran yang seharusnya bisa disajikan dengan lebih to the point. Hasilnya, banyak adegan menegangkan dan misteri yang diulur-ulur memiliki akhir yang antiklimaks.

Eksekusi plotnya yang terlalu lambat hanya memberikan waktu lebih banyak untuk penonton untuk berpikir sendiri. Dengan sensasi yang kurang menyenangkan, kita jadi bisa memprediksi yang akan terjadi sebelum jawaban diungkap. Padahal keseluruhan konsep investigasi kriminal dan konspirasi yang dimuat dalam naskah “Reptile” sebetulnya menarik.

Beberapa karakter juga telah diposisikan pada ‘pos’ yang tepat. Ada banyak karakter yang mencurigakan sebagai terduga. Namun film ini berusaha terlalu keras untuk menghasilkan sesuatu yang baru daripada eksekusi yang memiliki makna dan jawaban.

Benicio Del Toro Tampil Memikat sebagai Detektif

Selain untuk kualitas visual, rating setengah untuk film ini juga diberikan untuk kualitas akting Benicio Del Toro. Salah satu aktor ikonik dalam skena film ini, dikenal melalui film klasik seperti “The Usual Suspects”, hingga “Sicario” oleh Denis Villeneuve. Del Toro menjadi cast sempurna untuk seorang Detektif Tom yang intens sekaligus tenang dalam melakukan investigasi.

Dalam skenario ini, ia menjadi protagonis yang akan kita jagokan, tipikal detektif dengan kompas moral dan intuisi yang bagus. Chemistry-nya dengan Alicia Silverstone sebagai sang istri juga salah satu yang menarik untuk disimak. Meski porsinya sedikit, kehadiran Silverstone sebagai Judy meninggalkan kesan. Interaksi dan kondisi pernikahan seorang detektif juga bisa menambah nuansa untuk karakter dalam film seperti ini.

Justin Timberlake, Eric Bogosian, dan Michael Pitt juga menjadi aktor pendukung dengan penampilan berkualitas. Ini benar-benar disayangkan saja. Bisa membayangkan aktor-aktor berbakat ini mungkin melihat kualitas naskah yang menarik, kemudian memberikan penampilan yang terbaik. Namun hasil tidak memenuhi ekspektasi dalam post production. Ada kemungkinan naskahnya memiliki jawaban, namun sutradara memutuskan untuk melakukan editing demikian.

“Reptile” memiliki setengah bagian yang berkualitas, diberikan pada desain produksi dan kualitas akting. Namun setengah poin buruk jatuh pada naskah, editing yang tidak sempurna dalam hal presentasi plot, dan yang terpenting jawaban, ini adalah aspek-aspek paling penting dalam film drama thriller kriminal. Secara keseluruhan, “Reptile” hanya punya gaya, namun tidak memiliki visi.

No More Bets No More Bets

No More Bets: Kisah Korban Penipuan dan Judi Online

Film

The Day Before the Wedding The Day Before the Wedding

The Day Before the Wedding: Balada Persahabatan Cosplayer Pengantin

Film

Arthur the King Arthur the King

Arthur the King: Cukup Menyentuh Walau Klise

Film

Lost in Translation & Her: Kesepian dan Perpisahan dari Dua Perspektif

Film

Connect