Connect with us
Prediksi AMI Awards 2020
Glenn Fredly di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang 2016 | Dicky Bisinglasi

Entertainment

Prediksi Awal AMI Awards 2020

Isyana Sarasvati, Fiersa Besari, dan Ebiet G. Ade diprediksi menjadi penantang utama.

Anugerah Musik Indonesia–alias AMI Awards–adalah ajang penghargaan tertinggi di kancah industri musik Indonesia (seperti Grammys untuk Amerika Serikat dan MAMA untuk Korea Selatan). Memenangkan AMI Awards menjadi kehormatan paling istimewa yang bisa diterima (dan dikejar) oleh siapa pun yang berambisi menciptakan jejak permanen di dalam industri yang sangat dinamis dan kompetitif ini.

Terbukti bahwa para pemenang AMI Awards di masa lalu memang adalah “crème-de-la-crème” alias “yang terbaik di antara yang terbaik”, di antaranya Chrisye, Dewa 19, dan Vina Panduwinata. Tidak hanya sekedar apresiasi, AMI Awards juga seolah-olah memberikan kredibilitas bahwa sang pemenang memang adalah seorang seniman yang serius mengabdikan hidupnya di dunia musik.

Melihat bahwa eligibility period untuk AMI Awards 2019 yang lalu adalah segala karya musik yang dirilis dari bulan Juli 2018 hingga Juni 2019, itu artinya kita dapat menyimpulkan bahwa eligibility period untuk AMI Awards 2020 adalah sepanjang Juli 2019 – Juni 2020. Termasuk bulan April ini, dapat disimpulkan juga bahwa hanya tersisa waktu tiga bulan bagi semua artis dan musisi Indonesia untuk mencoba peruntungan mereka menjadi nominee. Akan tetapi, rasa-rasanya tidak salah bagi kita untuk menarik prediksi mulai dari sekarang.

Siapa yang akan menjadi “yang terbaik di antara yang terbaik” untuk tahun 2020 ini?

Pendatang Baru Terbaik Terbaik

Most likely: Mawar de Jongh – “Lebih Dari Egoku”, Eclat Story – “Bentuk Cinta”, Langit Sore – “Rumit”, The Panturas – “Putra Petir”, Feby Putri – “Halu”

Dark horse: Mahen – “Pura-Pura Lupa”, Tiara Andini – “Gemintang Hatiku”

Sejauh ini, kategori “Pendatang Baru Terbaik-Terbaik” terasa paling sepi dari segi kompetisi. Mawar de Jongh memiliki kans paling besar menjadi nominee (sekaligus pemenang) berkat “Lebih Dari Egoku” yang terbukti fenomenal di tangga lagu. Kans Mawar juga dibantu dengan single kedua “Sedang Sayang-Sayangnya” yang terbukti mampu mengikuti popularitas “Lebih Dari Egoku”.

Masalahnya, belum pernah ada bintang film garis-miring penyanyi yang menjuarai kategori ini sejak Sherina pada tahun 1999 silam. Di sisi lain, Eclat Story mampu menyalip Mawar lebih karena Eclat Story telah merilis album lengkap. Melihat selera voters tahun lalu dalam memilih karya yang cenderung anti-mainstream (ketika penyanyi alternative Nadin Amizah berhasil mengalahkan artis pop seperti Pamungkas), bisa saja Eclat Story yang malah keluar sebagai pemenangnya.

Duo Atau Grup Atau Kolaborasi Pop

Most likely: BCL & Ariel NOAH – “Menghapus Jejakmu”, Arsy Widianto & Brisia Jodie – “Rindu Dalam Hati”, Eclat Story – “Bentuk Cinta”, Kahitna – “Seribu Bulan Sejuta Malam”, Ebiet G. Ade, Adera & Segara – “Masih Ada Waktu”

Dark horse: Diskoria feat. Dian Sastrowardoyo – “Serenata Jiwa Lara”, Monita Tahalea feat. Ananda Badudu – “Jauh Nan Teduh”

Ironisnya, justru kategori “Duo/Grup/Kolaborasi Pop Terbaik” yang menjadi medan pertempuran paling sengit. Semua artis dan karya di atas berhak menjadi nominee kategori prestisius yang satu ini. Comeback-nya Kahitna dan Ebiet G. Ade bisa saja menggoda mimpi nostalgia para voters. Di sisi lain, voters yang usianya lebih belia mungkin lebih condong ke karya yang lebih unik seperti Eclat Story.

Namun, pada akhirnya, kunci kolaborasi yang sukses adalah chemistry. Daripada Arsy dan Jodie, BCL dan Ariel terbukti lebih mumpuni dalam menjalin chemistry yang romantis sekaligus–dan ini menjadi faktor yang paling penting–meyakinkan.

Artis Solo Wanita Pop Terbaik

Most likely: Isyana Sarasvati – “untuk hati yang terluka.”, Rossa – “Masih”, Mawar De Jongh – “Lebih Dari Egoku”, Raisa – “Teristimewa”, Nadin Amizah – “Seperti Tulang”

Dark horse: Brisia Jodie – “Hari Ini Esok Lusa”, Monita Tahalea – “Tapak Hening”

Terus terang, rasa-rasanya AMI Awards 2020 nanti akan menjadi lapak kekuasaan Isyana Sarasvati. “untuk hati yang terluka.” adalah lagu pop yang kompleks dan music lovers malah semakin penasaran dan semakin memencet tombol repeat. Selain itu, belakangan ini voters tampak lebih berpikiran progresif dalam memilih pemenang untuk kategori yang satu ini. Menjadi diva balada pop konvensional tidak lagi menjadi formula absolut untuk memenangkan “Artis Solo Wanita Pop Terbaik”.

Artis Solo Pria Pop Terbaik

Most likely: Fiersa Besari – “Pelukku Untuk Pelikmu” (OST Imperfect: Karier, Cinta, & Timbangan), Andmesh Kamaleng – “Nyaman”, Judika – “Tak Mungkin Bersama”, Virgoun – “Titik Balik di Hidupku”, Glenn Fredly – “Kembali Ke Awal”

Dark horse: Jaz – “Penipu Cinta”, Sandhy Sandoro – “Good Lovin”

Dominasi Andmesh Kamaleng pada AMI Awards 2019 yang lalu mungkin tidak akan terjadi lagi untuk tahun ini. Bintang utara justru mengarah pada Fiersa Besari yang sudah sepantasnya beroleh apresiasi dari industri musik Indonesia. Akan tetapi, Judika dan Virgoun juga termasuk artis solo pria yang paling underappreciated di ajang AMI Awards. Salah satu dari keduanya bisa saja menyalip Fiersa Besari untuk menjadi pemenangnya.

Album Terbaik-Terbaik

Most likely: Isyana Sarasvati – LEXICON, Glenn Fredly – Romansa Ke Masa Depan, Sal Priadi – Berhati, Monita Tahalea – Dari Balik Jendela, Various Artists – You and Me Against the World: A Tribute to Mocca

Dark horse: Marion Jola – Marion, HIVI! – Ceritera

Kategori ini terbukti menjadi yang paling rumit. Di satu sisi, rasa-rasanya Isyana Sarasvati yang akan menjadi frontrunner sekaligus juaranya. Album LEXICON telah terbukti menjadi milestone tersendiri untuk tidak hanya karier Isyana, tetapi juga lanskap musik Indonesia. Di sisi lain, berpulangnya almarhum Glenn Fredly dapat menggerakan hati para voters untuk menghormati Sang Maestro Cinta untuk terakhir kalinya. Apabila voters hendak mengambil pilihan paling aman, mungkin AMI Awards 2020 nanti bisa menjadi ajang apresiasi 20 tahun eksistensi Mocca.

Karya Produksi Terbaik-Terbaik

Most likely: Isyana Sarasvati – “Sikap Duniawi”, Fiersa Besari – “Pelukku Untuk Pelikmu” (OST Imperfect: Karier, Cinta, & Timbangan), Iwan Fals feat. Ubay NIDJI – “Aji Mumpung”, Andmesh Kamaleng – “Nyaman”, Kelas Mocca – “Do What You Wanna Do” (A Tribute to Mocca)

Dark horse: Mawar De Jongh – “Lebih Dari Egoku”, Glenn Fredly – “Kembali Ke Awal”

Kerap kali lagu yang keluar menjadi pemenang “Karya Produksi Terbaik-Terbaik” adalah lagu yang populer di masyarakat luas terlepas dari kualitas dan keunikan estetika. Kita perlu melihat pada tahun 2009 silam ketika mega-hit Nidji yang “Laskar Pelangi” berhasil mengalahkan karya Dewiq (“Bete”, featuring Ipank) yang relatif lebih edgy dan inovatif.

Terlepas dari kans raksasa Isyana Sarasvati, bisa saja Fiersa Besari yang beroleh penghargaan tertinggi dari seluruh nominasi yang ditawarkan AMI Awards ini. Tidak tertutup pula kemungkinan para voters mengambil pilihan aman dan memberikan piala kepada musisi legendaris seperti Iwan Fals atau proyek skala besar seperti Kelas Mocca.

Sekali lagi, ini baru prediksi awal. Seiring berjalannya waktu, tentunya prediksi ini akan diperbaharui hingga nominasi resmi AMI Awards 2020 diumumkan. Yang lebih penting lagi: semoga pandemik COVID-19 ini tidak berlarut lama hingga menyebabkan AMI Awards 2020 dibatalkan. Semoga tidaklah demikian.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect