Connect with us
Patrick Melrose
Cr: Justin Downing

TV

Patrick Melrose Review: Benedict Cumberbatch Tampil Sempurna sebagai Aristokrat Inggris

Miniseri berbobot tentang kehidupan yang tidak mudah bahkan untuk seorang putra tunggal dari keluarga kaya.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“Patrick Melrose” merupakan miniseri Inggris yang dibintangi oleh Benedict Cumberbatch. Disutradarai oleh Edward Berger, kelima episode serial ini diadaptasi dari lima novel semi-biografi Edward St Aubyn.

Cukup underrated dalam skala global, namun “Patrick Melrose” telah mendapatkan beberapa penghargaan dalam ajang Inggris. Buat penggemar berat Benedict Cumberbatch, ini menjadi salah satu hidden gems dalam koleksi penampilan akting sang aktor yang patut disaksikan.

Diceritakan Patrick Melrose adalah putra tunggal dari pasangan aristokrat modern, David Melrose sosok ayah yang tirani dan Eleanor Melrose ibu alkoholik yang menelantarkannya. Memiliki masa kecil yang sangat traumatis, Patrick terjerumus dalam penggunaan obat terlarang, memiliki kecenderungan menghancurkan diri, dan kehidupan asmara yang kompleks.

“Patrick Melrose” membawakan kisah kehidupan sang protagonis melintasi era, bagaimana masa lalunya mempengaruhi perkembangan dirinya di masa depan.

Patrick Melrose

Potrait Gaya Hidup Aristokrat Inggris

Akan menjadi pengalaman baru bagi kita ketika menonton “Patrick Melrose” yang berlatar di kehidupan kalangan masyarakat kelas atas Inggris. Sensasinya cukup serupa dengan serial bertema kehidupan orang kaya seperti “Succession” dan “Downton Abbey”, namun skalanya lebih personal dengan fokus pada karakter titularnya. Inggris sendiri masih menjadi salah satu negara di mana masyarakatnya masih memperhitungkan kelas sosial, karena sistem pemerintahan monarkinya yang masih bertahan hingga saat ini.

Ada beberapa referensi langsung bagaimana para orang kaya di sekitar Patrick masih sangat peduli dengan keberadaan monarki. Mulai dari kehadiran Putri Margaret pada episode tertentu, hingga komplain yang didapat Patrick karena mengadakan acara pemakaman di hari pernikahan Pangeran Charles dengan Camilla. Namun sifat Patrick yang cenderung sinis menjadi sudut pandang menarik bagi kita orang awam dalam mengenal sisi buruk dari para aristokrat.

“Patrick Melrose” merupakan miniseri yang tampak berkelas dan cerdik. Mulai dari arahan visual, tema produksi, hingga naskahnya adalah satu sajian miniseri yang solid.

Tanpa Eksploitasi, Trauma Patrick Melrose Tersampaikan Melalui Akting Benedict Cumberbatch

Konflik besar dalam “Patrick Melrose” adalah bagaimana trauma masa kecilnya meninggalkan luka selama bertahun-tahun bagi karakter titular ini. Serial ini mengandung materi yang sangat suram, bisa jadi memicu trauma bagi penonton tertentu. Mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, pelecahan seksual, dan penelantaran anak. Namun tidak satu pun dari topik disturbing tersebut di visualisasikan dalam adegan eksplisit. Indikasi akan sikap tersebut disampaikan hanya melalui dialog karakter dan visual subtil.

Namun akting Benedict Cumberbatch yang maksimal tak akan membuat kita lupa akan apa yang karakternya alami. Kita bisa merasakan bagaimana trauma tersebut menjadi mimpi buruk berkepanjangan, dengan setiap hembusan nafas Patrick, ia hidup dari kesesakan selama bertahun-tahun. Ini bisa jadi penampilan akting terbaik Benedict Cumberbatch sejauh ini. Tidak hanya Cumberbatch, aktrisnya yang menjadi ibunya, Jennifer Jason Leigh juga memberikan level penampilan yang serupa. Mengingat karakternya dalam serial ini juga menjadi korban dari kekejaman David Melrose.

Perpaduan Tragedi, Humor dan Sinisme

Meski dengan konflik utama dan jantung cerita berakar dari topik yang gelap dan sensitif, “Patrick Melrose” menyelipkan humor dan sinisme dengan cara yang cerdas. Patrick mungkin bukan pria terbaik yang pernah kita temui. Namun kebanyakan dari kebiasaan buruknya adalah menghancurkan dirinya sendiri. Justru karena masa lalunya, ia memiliki moral kompas yang benar dalam beberapa sisi. Menjadi anak yang tidak dibesarkan dengan perlindungan dan kasih sayang, ia menjadi sosok yang lebih protektif pada anak-anak yang ia temui.

Benedict Cumberbatch menampilkan Patrick sebagai sosok pria yang rapuh dan penuh luka batin namun tidak ingin dikasihani akan kemalangan yang ia alami. Kepribadiannya yang sinis dan mati rasa pada beberapa penampilan terasa sangat relevan. Salah satu saja bagaimana ia mengkritik aristokrat kolot dan kaum hippie dengan toxic positivity-nya. Kita tidak ingin menjadi Patrick, namun kita tidak bisa tidak setuju dengan beberapa pendapatnya tentang manusia pada umumnya.

Pada akhirnya, “Patrick Melrose” tak diragukan adalah penampilan terbaik dari Benedict Cumberbatch. Terdiri dari 5 episode, setiap episode berdurasi 1 jam namun jauh dari kata membosankan. Setiap episode berlatar dari tahun yang berbeda dari tahun 1990an hingga 2000an, mengikuti kehidupan Patrick dari masa anak-anak, bujang, hingga setelah menikah dan memiliki anak.

A Murder at the End of the World A Murder at the End of the World

A Murder at the End of the World (Finale) Review

TV

Avatar: The Last Airbender Avatar: The Last Airbender

10 Serial Animasi Anak-anak Populer yang Juga Menghibur Penonton Dewasa

Cultura Lists

A Shop for Killers A Shop for Killers

A Shop for Killers Review: Aksi Lee Dong-wook dan Kim Hye-jun dalam K-Drama Laga

TV

Chernobyl HBO Chernobyl HBO

7 Rekomendasi Miniseri Bermuatan Sejarah

TV

Connect