Connect with us
Partner Track Review
Netflix

TV

Partner Track Review: Kehidupan Karir dan Percintaan Pengacara Perempuan yang Ambisius

Legal drama tentang karir, mimpi, dan percintaan di New York.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“Partner Track” merupakan Netflix Original Series terbaru di penghujung Agustus 2022. Legal drama ini dikembangkan oleh Georgia Lee, diangkat dari novel bertajuk “The Partner Track” oleh Helen Wan. Dibintangi oleh Arden Cho sebagai Ingrid Yun, seorang pengacara perdata berbakat yang bekerja di firma hukum, Parsons Valentine & Hunt di New York.

Sebagai perempuan minoritas di dalam track karir yang didominasi oleh pria kulit putih, Ingrid menunjukan integritas dan potensi maksimalnya untuk mendapatkan promosi di akhir tahun. Meski harus mempertaruhkan keluarga, cinta, dan persahabatan, akankah Ingrid mendapatkan apa yang Ia impikan selama ini.

Buat penggemar soapy drama dengan latar kehidupan perempuan di perkotaan seperti “Legally Blonde”, “Sex in the City”, “The Devil Wears Prada”, dan sejenisnya, “Partner Track” bisa jadi tontonan dengan vibes serupa. Terdiri dari 10 episode, kita akan mengikuti sepak terjang Ingrid Yun sebagai pengacara perdata bersama dengan karakter pendukung lain dengn mimpi masing-masing.

Partner Track Review

 

Pengacara Perdata Berbakat dengan Etos Kerja Tinggi

Lebih dari sekadar drama romantis komedi yang dibintangi aktris berdarah Korea, “Partner Track” sebetulnya lebih dominasi dengan materi legal drama yang detail. Bagi kita penonton awam yang tidak paham istilah-istilah hukum perdata, mungkin akan butuh waktu untuk beradaptasi dalam lingkungan kerja Ingrid.

Arden Cho merupakan casting yang sempurna sebagai Ingrid. Langsung mencuri visual penonton pada adegan pembukaan, dimana Ia mengenakan setelan merah jambu, berjalanan di antara pria kulit putih berjas. Cukup klise, adegan seperti ini juga sudah terlalu sering kita lihat di film maupun serial feminis. Namun pada akhirnya kita diberi suguhan sepak terjang Ingrid yang memang harus bersaing dengan banyak pria di bidang profesinya sebagai pengacara perdata.

Ingrid Yun juga memiliki penokohan yang kuat sebagai perempuan pekerja keras yang ambisius. Sepanjang episode, kita akan dibuat terpikat, kadang juga dibuat kesal dengan dedikasi kerjanya yang terlalu tinggi. Arden Cho mampu membawakan setiap dialog cepat dan rumit sebagai ala pengacara cerdas yang tahu paham betul dengan pekerjaan mereka. Selain kisah Ingrid, Ia juga punya dua sahabat, Rachel Friedman dan Tyler Robinson yang juga memiliki kisahnya sendiri tentang passion kerja mereka.

“Partner Track” merupakan drama legal tentang karir, mimpi, dan kehidupan masyarakat urban di kota besar yang cukup komplit. Ada banyak isu tentang kegelisahan menentukan pilihan dalam berkarir, dilema moral, dan berbagai permasalahan umum dalam kehidupan orang-orang yang akan segera menginjak usia 30 tahun.

Partner Track Review

Ingrid Yun Selalu Modis dengan Latar Kemewahan New York

Salah satu keunggulan dalam produksi “Partner Track” adalah presentasi tata rias dan kostum. Ingrid Yun sebagai protagonis perempuan selalu tampil cantik dan modis dalam setiap adegan. Legal drama biasanya identik dengan penampilan laki-laki dan perempuan dalam balutan warna monochrome yang terlalu serius. Namun Georgia Lee memiliki visi yang jelas untuk protagonisnya. Tak hanya memberi kesan modis, sebagai pemeran utama Arden Cho memang harus tampil sebagai pusat perhatian dalam setiap frame.

Tak hanya pilihan kostum dan tata rias, desain produksi secara keseluruhan dengan sempurna menciptakan kehidupan kelas atas di New York. Mulai dari panorama gedung-gedung bertingkat, adegan di private jet, bar elegan, berbagai pesta orang-orang kaya yang mewah, hingga interior apartemen Ingrid bertema klasik modern serba merah muda yang manis.

“Partner Track” tampaknya ingin memberikan gambaran lingkungan yang menjadi standar kesuksesan masyarakat New York. Kemudian menyisipkan pesan dengan drama yang akhirnya mengungkapkan bahwa kehidupan yang berkilau tersebut tak selalu indah seperti dalam bayangan kita.

Materi Kehidupan Kerja Lebih Mendominasi, Plot Percintaan Sedikit Mengesalkan

Sayangnya, kisah cinta Ingrid tidak selancar ‘partner track’-nya. Integritas Ingrid sebagai pengacara terbaik di firmanya tak sebesar komitmennya dalam menjalin hubungan asmara. Plot percintaan yang diberikan pada Ingrid Yun bukan plot terbaik dalam serial ini.

Kompleksitas percintaan yang juga didasari oleh nafsu dan ‘takdir’ dalam kisah Ingrid terasa kontradiktif dengan betapa brilliant-nya Ingrid sebagai pengacara. Arden Cho juga tidak terlalu bersinar dalam adegan-adegan emosional, Ia memang lebih memikat hanya ketika tampil sebagai pengacara. Namun, jika menikmati konten legal drama dalam serial ini, celah satu ini bisa diabaikan saja.

Sebagai serial bernuansa soapy, “Partner Track” selalu menghadirkan keseruan dalam setiap episode, dengan adegan penutupan yang dijamin membuat kita ketagihan untuk lanjut nonton sampai akhir. Naik turun momen bahagia dan keterpurukan dalam plot secara keseluruhan juga dipresentasikan dengan pas. “Partner Track” bisa menjadi serial binge-worthy bagi penggemar drama bertema kehidupan wanita di perkotaan besar.

House of the Dragon (Episode 6) House of the Dragon (Episode 6)

House of the Dragon (Episode 6) Review: The Princess and the Queen

TV

Cyberpunk: Edgerunners Cyberpunk: Edgerunners

Cyberpunk: Edgerunners Review – Kebrutalan Menawan Petualangan David Martinez di Night City

TV

House of the Dragon (Episode 5) Review House of the Dragon (Episode 5) Review

House of the Dragon (Episode 5) Review: We Light the Way

TV

Do Revenge Do Revenge

Do Revenge Review: Balas Dendam Remaja Ala Mean Girls Versi GenZ

Film

Connect