Connect with us
Niall Horan
Photo: Christian Tierney

Music

Niall Horan: Heartbreak Weather Album Review

Album kedua yang lebih menantang.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Sejak One Direction memutuskan untuk jeda pada tahun 2015, para personilnya pun berpencar memantapkan perjalanan solo karirnya masing-masing. Selama berkarir Niall Horan telah dikenal dunia pada debut solo pertamanya “Flicker”. Tidak berhenti berkarya, Ia tetap aktif dan merilis album keduanya berjudul “Heartbreak Weather” pada Maret lalu.

Banyak perbedaan yang signifikan dari album sebelumnya, ketika mendengar “Flicker” pendengar akan menemukan nuansa country sedangkan pada “Heartbreak Weather” lebih menampilkan rock serta pop yang kental dan lebih menantang.

Segi konsep album pun memberikan pendekatan dari arti “Heartbreak Weather” terutama pada bagian cover albumnya yang memperlihatkan petir dengan cuaca buruk. Album baru ini memasukkan tiga single utama yang telah rilis sebelumnya, ‘Nice to Meet Ya,’ ‘Put a Little Love on Me,’ dan ‘No Judgment,’ serta 11 lagu baru.

‘Heartbreak Weather’ ditempatkan sebagai track pembuka yang cukup baik untuk memperkenalkan album ini. Mengisi perpaduan khas gitar ballad serta tempo pop yang lamban, liriknya pun mengisahkan curahan patah hati. Bagi yang pernah mendengarkan One Direction dan baru saja mendengarkan lagu Horan pastinya akan teringat dengan album “Made in the A.M”, terutama pada permainan tempo juga melodi gitar yang terdengar mirip dengan track ‘Hey Angel’.

Pada track kedua, ‘Black and White’ memberikan ciri khas terutama dari intonasi suara Horan yang terdengar lebih dewasa dari ‘Little Things’ yang pernah dibawakan bersama kawannya di One Direction. Kualitas lagunya pun tidak terasa membosankan karena perubahan ritme dengan sela jeda yang lebih bertahap. Meskipun dikemas dengan sound yang modern namun vokal Horan pun tidak akan terdengar asing.

Terkadang ada kalanya kesabaran kita sering diuji terutama dalam hubungan, belajar dan berusaha menjadi orang yang tidak gegabah terutama dalam mengambil keputusan. Tentu saja, Horan mengungkapnya dalam ‘Dear Patience’. Track ini hampir dibilang sempurna karena penempatan synth dan beat-nya yang lebih menyentak serta dengan bubuhan sedikit instrumen dari biola menjadi penutup yang baik pada track ini.

Hal menarik lain ada pada bagian tengah track di album ini, sepertinya Horan memasukkan elemen dengan pemahamannya sendiri. Terlihat pada track ‘Bend The Rules’ dan ‘Put A Little Love On Me’ dibawakan dengan vokalnya yang lebih rendah dan lembut, sedangkan pada track ‘Small Talk’ Horan lebih menonjolkan sisinya yang lebih berenergi.

Meskipun elemen rock-nya minim seperti pada track ‘Arms of a Stranger’, namun tampilan ‘Nice To Meet Ya’ sebagai single utamanya berhasil diubah dengan kecakapan dari rock dan R&B bergaya tahun 90-an. Sementara itu, pada track ‘No Judgement’ juga dibuat menyetarakan porsi lagu dan beat yang lebih elegan.

Jika pernah mendengar lagu ‘There’s Nothing Holding Me Back’ oleh Shawn Mendes, instrumen dari ‘Everywhere’ ini akan mengingatkan pada lagu itu. Namun, sayangnya untuk penempatan ‘Everywhere’ dan ‘New Angel’ terasa masih kurang klimaks untuk ditonjolkan dalam melengkapi keseluruhan lagunya.

My mind’s made up/ Take me back, take me back to San Francisco/ I know what we had would never last, but I can’t let go of you

Bagian chorus dari ‘San Francisco’ lebih menceritakan mengenai kerinduan akan rumah. Horan memasukan track ini sebagai bagian yang tidak terlalu rumit untuk didengarkan. Track ‘Still’ menjadi puncak untuk menutup album dan bisa terbilang pas dengan iringan balada gitar akustik yang mengarahkan permainan nada menjadi lebih emosional.

Secara keseluruhan, “Heartbreak Weather” merupakan album yang berhasil memberikan tanda akan perkembangan Horan dari segi kualitas musiknya yang lebih well produced. Proses menggarap album ini juga memakan waktu sekitar 18 bulan. Horan akhirnya merilis keseluruhan lagu dari beberapa single yang sebelumnya pernah dirilis.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect