Connect with us
Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One
Cr. Paramount Pictures

Film

Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One Review

Tetap dengan aksi megah meski terasa kepanjangan.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Dalam berbagai kehidupan, akan datang berbagai masalah silih berganti. Terlepas dari itu, akan selalu ada cara dalam mengatasi ragam masalah yang muncul tersebut, bahkan ketika menyangkut nyawa banyak orang. Setidaknya, inilah yang ingin disorot dalam ‘Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One’.

‘Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One’ adalah film action dari Paramount Pictures yang disutradarai oleh Christopher McQuarrie. Membawa kembali Tom Cruise dan segudang aktor-aktris kenamaan Hollywood seperti Simon Pegg, Ving Rhames, Rebecca Ferguson, hingga Hayley Atwell, serta mendatangkan Esai Morales sebagai antagonis utama.

Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One Review

Film ketujuh seri ‘Mission: Impossible’ ini berkisah mengenai Ethan Hunt bersama rekan-rekan IMF-nya yang harus beraksi kembali. Berbeda dengan misi-misi sebelumnya, kali ini lawan yang harus mereka hadapi adalah teroris dengan ambisi untuk menguasai kecerdasan buatan dengan kemampuan memanipulasi berbagai benda digital yang juga diperebutkan oleh berbagai negara adidaya.

Narasi yang diusung pada film ketujuh ‘Mission: Impossible’ ini terasa lebih modern dibanding film-film sebelumnya. Hal ini tampak jelas membuat Christopher McQuarrie seakan ingin membawa topik AI yang sedang menjadi tren dalam beberapa waktu ini dan membuat MIDR akan mudah dihubungkan dengan fenomena kekinian.

Seperti prekuelnya, ‘Dead Reckoning Part One’ mengusung alur maju dan sedikit mengandalkan flashback pada beberapa bagian, serta film ini hampir tak menampilkan semacam recap dari berbagai film pendahulunya, yang membuat penonton awam tentunya gampang-gampang sulit dalam memahami kronologi kisahnya secara keseluruhan.

Bisa dibilang, seri film ‘Mission: Impossible’ adalah counterpart dari ‘Fast Saga’ yang terkenal dengan kegilaan dalam rentetan laganya. Terlepas dari kegilaan dan tidak masuk akalnya adegan stunt di dalamnya, film ini tetap mampu menyuguhkannya dengan megah serta beberapa kali menghentak adrenalin penonton. Tetapi durasinya yang mencapai 163 menit ini terasa agak kendor mendekati penghujung film, terlebih karena selipan drama antara karakter Tom Cruise dan Hayley Atwell yang membuatnya berusaha tampil dramatis ketimbang bombastis.

Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One

Cr. Paramount Pictures

Tom Cruise sebagai punggawa film ini tentu tampil paling menonjol, tetap dengan karakterisasinya yang terlihat kharismatik, resourceful, serta masih terlihat manusiawi kala berhadapan dengan ragam karakter di dalam ‘Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One’.

Esai Morales yang tampaknya lebih memikat dan beberapa kali berhasil mencuri spotlight sang aktor Hollywood kawakan tersebut melalui perannya sebagai Gabriel yang sangat misterius dan tak kalah berbahaya, serta fanatismenya terhadap The Entity membuatnya menjadi adversary paling berbahaya dalam seri film ‘Mission: Impossible’.

Seperti berbagai film ‘Mission: Impossible’ lainnya, ‘Dead Reckoning Part One’ juga menyajikan teknis yang menggelegar. Sinematografi yang banyak bermain dengan wide-shot, didukung dengan scoring bertema orchestra ala seri film tersebut membuat nuansa spionase dan deception-nya menjadi lebih hidup.

Tak hanya itu, set design yang berkisar pada berbagai spot di dunia cukup mampu memberikan rasa takjub bagi penonton, terutama bila dinikmati pada bioskop dengan layar yang sangat lebar.

‘Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One’ membawa penonton dalam kisah baru Ethan Hunt menghadapi teroris yang terobsesi menguasai AI dengan laga yang tetap seru seperti enam prekuelnya. Akan tetapi, selipan drama dan durasinya yang tampak kelewat panjang membuat film ini terasa membosankan, terlebih dengan kisah yang seakan masih setengah jalan saja.

Oppenheimer & Maestro Oppenheimer & Maestro

Oppenheimer & Maestro: Film Biopik yang Miliki Banyak Kesamaan

Entertainment

Tiger Stripes Tiger Stripes

Tiger Stripes Review: Body Horror Pubertas Akibat Minim Edukasi

Film

What to Stream on Valentine’s Day

Cultura Lists

Orion and the Dark Orion and the Dark

Orion and the Dark Review: Eksplorasi Keindahan dalam Kegelapan

Film

Connect