Connect with us
Maestro Review
Netflix

Film

Maestro Review: Bradley Cooper Berikan Segalanya untuk Biopik Leonard Bernstein

Film kedua Bradley Cooper sebagai sutradara melampaui A Star is Born.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Cukup banyak rilisan film biopik tahun ini, “Maestro” menjadi satu lagi film biopik yang menutup 2023. Disutradarai dan dibintangi oleh Bradley Cooper, film ini adalah biopik dari komposer dan konduktor Amerika legendaris, Leonard Bernstein. Ini menjadi film arahan Cooper setelah “A Star is Born” yang juga bertema seniman dalam bidang musik. Namun film kedua ini Cooper berikan presentasi yang jauh melampaui dari film yang ia bintangi bersama Lady Gaga tersebut.

“Maestro” menjadi sajian biopik yang tidak generik, mampu bersanding dengan “Oppenheimer” arahan Christiopher Nolan yang menjadi film terbaik 2023 ini. Sudah bisa di-streaming di Netflix, “Maestro” juga dibintangi oleh Carey Mulligan sebagai Felicia Montealegre, istri Bernstein yang memiliki peran besar di bayang-bayang kesuksesan komposer tersebut.

Maestro Review

Kliping Kehidupan Leonard Bernstein dan Felicia Montealegre

“Maestro” memiliki eksekusi plot non-linear, mungkin akan terasa cukup membingungkan untuk dipahami pada babak pertama. Ini bukan film dengan naskah biopik yang kronologis, konsep presentasi plot ini membuat “Maestro” terlihat seperti kliping dari kehidupan Leonard Bernstein. Film dibuka dengan interview Leonard di masa tuanya, dimana kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah kerinduannya pada sosok Felicia.

Adegan-adegan hitam putih menandai kejadian di masa muda dan awal pertemuan hingga pernikahan Leonard dan Felicia. Film mulai masuk menampilkan warna seiring menuanya kedua karakter dengan pernikahan mereka yang mulai mengalami turbulensi. Kemudian babak terakhir memiliki ratio lebar dan warna yang lebih tajam untuk menandai masa tua Leonard setelah Felicia sudah tidak berada di sisinya.

Daripada menunjukan kronologi dengan gaya biopik yang generik, plot yang terlihat seperti kliping ini menjadi eksekusi yang baru dalam skena biopik masa kini. Setiap momen penting hanya ditandai dengan satu sesi perbincangan yang to the point. Cooper dan Mulligan hanya memiliki satu momen untuk membuat penonton memahami topik apa yang sedang ingin mereka sampaikan dalam kliping. Dimana mereka selalu berhasil memenuhi tuntutan tersebut.

Maestro Review

Penampilan Sempurna Bradley Cooper dan Carey Mulligan

Ini mungkin salah satu penampilan terbaik Bradley Cooper sepanjang karirnya. Ia memerankan sosok maestro dengan sangat berkharisma dan menyakinkan, karena Cooper juga menyempatkan latihan khusus untuk tampil sebagai konduktor, dimana hal tersebut bukan kemampuan yang bisa dipelajari orang awam secara instan.

Salah satu adegan terbaik dalam “Maestro” adalah ketika Cooper tampil sebagai Leonard yang menjadi konduktor dalam salah satu penampilannya tanpa dipotong. Buat yang awam maupun yang paham musik klasik, penampilan Cooper sangat memukai dalam satu adegan tersebut. Kita seperti melihat seorang konduktor, bukan aktor yang sedang berakting.

Satu lagi adegan terbaik adalah ketika Leonard dan Felicia berdebat ala “Mariage Story”. Untuk pernikahan yang kompleks dan pastinya banyak pertikaian yang terjadi di antara pasangan ini, “Maestro” hanya menampilkan satu adegan dimana mereka berdebat dan itu langsung menjadi konklusi dari sepanjang pernikahan pasangan ini.

Kita tidak perlu familiar dengan gelagat Leonard maupun Felicia untuk menikmati penampilan akting kedua aktor ini. Buat yang sudah familiar dengan aktor-aktor ini di film lain, kedua jelas tampil sebagai karakter baru dengan aksen, gesture, dan pembawaan yang terasa sangat berbeda dan otentik. Karena jujur saja, sudah semakin membosankan dan melelahkan hanya menikmati biopik hanya untuk menjunjung akurasi penampilan aktornya.

Produksi Unggul di Berbagai Aspek Terutama Musik Latarnya

“Maestro” bisa dibilang unggul dalam berbagai aspek produksi. Mulai dari sinematografi, desain latar yang akurat sesuai latar jamannya, hingga prostetik untuk tata riasnya. Baik Cooper dan Mulligan memainkan karakterrnya dari masa muda hingga tua mereka. Berbagai elemen produksi yang berkualitas ini tidak disia-siakan oleh naskah dan penampilan aktornya.

Buat penggemar musik klasik, “Maestro” menjadi persembahan untuk musik Leonard Bernstein yang dipresentasikan dengan sangat indah. Mulai dari adegan penampilan orkestra lengkap yang immersive, hingga eksekusi tidak biasanya lainnya sebagai variasi. Dimana sangat memanjakan visual kemudian diiringi dengan audio yang serasi membentuk harmoni.

Secara keseluruhan, “Maestro” layak bergabung dalam daftar film biopik terbaik 2023. Ini adalah film biopik buat kita yang sudah bosan dengan eksekusi generik, kronologis, dan hanya menjunjung tinggi nilai akurasi tanpa kreativitas yang dikembangkan. Jika suka biopik seperti “Steve Jobs” (2015), “Spencer” (2021), dan biopik tidak biasa lainnya, “Maestro” bisa menjadi tontonan yang sangat berkesan dan menggugah.

Rekomendasi Tayangan Terbaru Netflix Indonesia Juni 2024

Cultura Lists

Rekomendasi Film & Serial Prime Video Juni 2024

Cultura Lists

Bachiranun Review Bachiranun Review

Bachiranun Review: Kenangan Sutradara akan Kampung Halamannya di Yonaguni

Film

No More Bets No More Bets

No More Bets: Kisah Korban Penipuan dan Judi Online

Film

Connect