Connect with us
Loki Season 2 (Episode 5) Review
Marvel Studios

TV

Loki Season 2 (Episode 5) Review: Science/Fiction

Titik balik karakter Loki terbesar sepanjang kiprahnya di MCU.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“Loki” Season 2 sejauh ini selalu menyajikan kejutan di setiap episodenya. Sudah menjadi tantangan tersendiri bagi kita penonton untuk menebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Apalagi setelah Episode 4 yang menutup loop dari Episode 1, Episode 5-6 menjadi babak terbaru dengan kejutan lain yang siap menanti kita pada finale.

Masih berkutat di sekitar takdir Loki dan eksistensi Kang the Conqueror, cukup sulit melihat mau dibawa kemana plot multiverse ini. Apalagi dengan berbagai rencana perombakan yang diberitakan dari MCU saat ini.

Episode 5, ‘Science/Fiction’, menjadi pemberhentian yang cukup santai dan mengajak penonton untuk memahami apa yang sedang terjadi. Mengingat keempat episode pertama Loki terus dikejar waktu, ditambah melawan Renslayer dan Miss Minutes, serta masalah Temporal Loom dengan urgensi tinggi. Kali ini Loki seperti sedang berada di ‘purgatory’, menemukan cara untuk kembali ke waktu sebelum semuanya musnah dan alasan lain yang menjadi titik balik besar dari motivasi Loki.

Loki Season 2 (Episode 5) Review

Usaha Loki Mengembalikan Teman-Temannya ke TVA

(Spoiler Alert!) Insiden yang merusak Temporal Loom ternyata tidak menjadi akhir dari segalanya. Setidaknya Loki masih menjadi satu-satunya yang tertinggal di TVA, dengan time slipping-nya yang kembali. Bisa jadi karena ia terpapar anomali waktu seperti pada awal episode. Namun ini bisa jadi satu-satunya harapan bagi Loki untuk mengembalikan semuanya seperti semula. Hanya dia yang mampu melompati ruang dan waktu tanpa kehilangan ingatan. Ini menjadi dasar dari Episode 5, bagaimana Loki memanfaatkan yang tersisa pada dirinya untuk menyelamatkan TVA.

Ini menjadi kesempatan Loki memahami time slipping, apa ini hanya sekadar glitch? Meski mengklaim bahwa time slipping membawanya melompati waktu secara acak, jelas ia selalu melompat ke waktu dimana teman-teman yang ia butuhkan berada. Ia muncul di depan B-15 yang ternyata seorang dokter di New York, Casey sebagai narapidana yang kabur dari penjara, Ouroboros alisa O.B. seorang penulis buku fiksi ilmiah, dan sahabatnya, Mobius yang ternyata memiliki dua putra dan menyambung hidup sebagai penjual jet ski. Tak ketinggalan Sylvie yang masih menikmati hidupnya sebagai pegawai restoran cepat saji, menjadi variant Loki yang juga tidak kehilangan ingatan.

Dibantu oleh O.B. yang juga kutu buku dan memahami fiksi ilmiah bahkan sebagai manusia, menjadi bantuan terbesar bagi Loki dalam episode ini. Bagi O.B., time slipping yang dialami Loki bukan sesuatu yang acak, karena ia selalu terlempar dimana orang-orang yang ia butuhkan ada. Kini tugas Loki adalah belajar untuk mengendalikannya.

Titik Balik Terbesar dari Perkembangan Karakter Loki Sepanjang MCU

Kunci untuk mengendalikan time slipping yang dialami Loki menurut O.B. adalah motivasi Loki sendiri. Apa yang masih membuat Loki berjuang; apa benar-benar ingin menyelamatkan semua kehidupan di multiverse, TVA, atau ada motivasi lain yang masih disangkal oleh Loki? Kemudian melalui perbincangan dengan Sylvie, Loki mengakui bahwa ia hanya ingin teman-temannya kembali, ia tak ingin sendirian. Semua itu ditampung dalam TVA yang kini sudah seperti ‘rumah’ bagi Loki. Kapan terakhir kali kita benar-benar melihat Loki dalam kumpulan perteman dengan tujuan yang tidak untuk menghancurkan planet atau mengkhianati kelompoknya?

“Loki” dan TVA sebagai latarnya sudah seperti alternatif kehidupan dimana Loki akhirnya tidak dilihat sebagai villain. Kini ia protagonis diceritanya sendiri, pahlawan, bahkan yang paling ambisius untuk membangun kembali TVA. Namun sudah diperjelas oleh Sylvie, pada akhirnya Loki memiliki motivasi yang egois. Tak berbeda dengan Sylvie yang hanya ingin mengalami kehidupan normal dan bukan buronan sepanjang hidupnya.

Loki memiliki perkembangan karakter yang penuh turbulensi sepanjang sejarah MCU. Mulai dari putra mahkota yang diculik dari planet rumahnya, merasa dikhianati oleh keluarga yang selama ini membesarkannnya, menjadi supervillain, mengalami kehilangan mendalam, kemudian divonis sebagai variant yang ditakdirkan selalu membawa kekacauan kemana pun ia pergi. Selalu bersembunyi dibalik amarah dan sifat yang destruktif, Loki sebetulnya hanya ingin menjadi bagian dari suatu keluarga dan tidak berakhir sendirian.

Menuju Loki Finale dan Masa Depan MCU

Saat ini, “Loki” Season 2 masih menjadi ‘anugerah’ yang menghibur di tengah krisis MCU. Setelah flop dengan serial dan film yang rilis pada Phase 4, “Loki” benar-benar menjadi alasan kita kembali semangat menantikan episode terbarunya setiap minggu dalam dua bulan ini. Episode 5 juga patut dipuji dengan kualitas visual dan eksekusi CGI-nya yang memukau, sesuatu yang kita rindukan dari MCU. Begitu juga dengan kualitas penulisan plot dan dialognya yang selalu berhasil membuat penonton emosional. Kemudian kita benar-benar peduli dengan apa yang akan dialami oleh setiap karakter dalam kisah ini.

Cukup menggelisahkan dalam menanti akhir dari “Loki” Season 2 ini. Kang the Conqueror memiliki peran besar dalam serial ini. Berita terbaru dari MCU terkait skandal Jonathan Majors, MCU ingin meninggalkan Multiverse Saga dan beralih ke Dr. Doom, agar bisa recasting aktor. Ini dikhawatirkan akan membuat “Loki” Season 2 Finale tidak relevan dengan masa depan MCU. Padahal “Loki” bisa dibilang harapan terakhir para penggemar di masa menurunnya kualitas film dan serial MCU. Namun jika tak lagi relevan, bagaimana “Loki” mampu menyelamatkan MCU?

“Loki” Season 2 Finale akan rilis pada minggu kedua November. Berbagi pekan yang sama dengan “The Marvels” yang akan tayang di bioskop.

Loki Season 2 (Episode 1) Review: Ouroboros

Loki Season 2 (Episode 2) Review: Breaking Brad

Loki Season 2 (Episode 3) Review: 1893

Loki Season 2 (Episode 4) Review: Heart of  the TVA

The Boys Season 3 The Boys Season 3

5 Hal Yang Patut Dinantikan dari “The Boys” Season 4

Cultura Lists

Rekomendasi Film & Serial Prime Video Juni 2024

Cultura Lists

A Town Without Seasons Review: Suka Duka Warga Hunian Sementara yang Eksentrik

TV

Hazbin Hotel Hazbin Hotel

Hazbin Hotel Review: Balada Hotel di Neraka

TV

Connect