Connect with us
Loki Review
Marvel Sttudios

TV

Loki Review: Petualangan Seru Loki Melintasi Waktu

Kesempatan Loki untuk berjaya sebagai villain kesayangan Marvel.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Jika Joker merupakan villain yang mencuri banyak hati penggemar semesta DC, kita semua pasti setuju jika Loki merupakan anti-hero kesayangan kita dari kubu Marvel. Terkenal sebagai The God of Mischief yang kerap menimbulkan kekacauan dan menyebar kesengsaraan, ada bagian dalam diri Loki, sisi yang lebih baik, yang tampaknya tertahan oleh ambisi dan gengsinya.

Ada kompleksitas dalam perasaan dan pada pihak mana Loki sebetulnya menempatkan diri, ada kecamuk dan kebingungan dalam batin Loki yang perlu dieksplorasi agar kita semakin mengenal saudara Thor satu ini. “Loki” merupakan serial terbaru dari Marvel yang memberikan panggung sepenuhnya pada Loki yang diperankan oleh Tom Hiddleston.

“Loki” merupakan serial ketiga yang dirilis oleh Marvel Studio di Disney+ pada awal Juni 2021, dalam rangkaian Marvel Cinematic Universe Phase 4. Sebelumnya perjalanan baru kita telah dimulai dengan rilisnya “WandaVision” pada bulan Januari, kemudian “The Falcon and The Winter Soldier” pada Maret lalu.

Loki Series

Eksplorasi Potensi Loki Sebagai Villain Khas Marvel

Serial maupun film tentang karakter villain atau anti-hero kini sedang menjadi trend. Kebanyakan film menyuguhkan kisah awal mula yang suram dan bernuansa gelap. Ada statement bahwa seorang penjahat terkadang merupakan korban yang kisahnya belum diungkap.

Jika melihat film seperti Joker (2019) dan film terbaru “Cruella”, kedua naskah dari film tersebut mengandalkan kisah malang dari para tokoh untuk mencuri simpati penonton. Konsep film villain sebagai protagonis sebelumnya juga pernah dicoba oleh Marvel dengan “Venom” (2018). Namun, seperti yang kita semua ketahui, film tersebut merupakan salah satu yang terburuk dari Marvel Studio. Menjadi edgy dan suram sepertinya bukan spesialisasi Marvel.

“Loki” menyuguhkan kisah supervillain dengan cita rasa yang lebih sesuai dengan ekspektasi kita akan Marvel Studio; seru dan menyenangkan, dengan selera humor yang segar. Loki sendiri memiliki karakteristik yang menyenangkan sebagai seorang penjahat; tengil, cerdik, keras kepala, dengan harga diri tinggi meski selama ini tak kunjung meraih kejayaan.

Loki sendiri tidak ingin dikasihani, tanpa mengeksploitasi rasa memelas, melalui dua episode pertama “Loki”, kita akan diperlihatkan sedikit demi sedikit sisi lain dari Loki yang akan membuat kita bersimpati pada villain satu ini.

Kali ini Loki tidak terpojok sendirian, Mobius yang diperankan oleh Owen Wilson menjadi karakter pendukung yang semakin membantu Loki untuk memancarkan kharismanya. Meski baru dua episode, Tom Hiddleston dan Owen Wilson menampilkan chemistry yang menyenangkan untuk ditonton perkembanganya.

Loki Review

Bermain dengan Plot Perjalanan Waktu yang Seru dan Konsep Baru

Pada babak awal episode pertama, kita akan dibawa kembali ke sebuah adegan yang sudah tidak asing lagi buat penggemar Avengers. Dimana Loki menjadi tawanan dan sedang berada di gedung Stark Industries. Adegan ini pertama kali kita lihat dalam “The Avengers” (2012), kemudian muncul kembali pada Avengers: Endgame (2019).

Loki berhasil melarikan diri menggunakan Tesseract. Dalam serial kali ini, seakan tercipta alternative plot yang memberikan kesempatan baru bagi Loki untuk mengalami pengembangan karakter yang berbeda dari yang telah kita saksikan dari rangkaian film Marvel di fase tiga yang telah berlalu.

Dimensi baru ditampilkan menjadi latar dari kisah baru Loki sebagai tahanan Time Variance Authority (TVA). TVA berhasil ditampilkan dengan visi dan tema yang ikonik, mulai dari bagaimana cara kerja TVA, asal mula dan siapa saja yang bekerja di dalamnya, hingga branding secara visual yang berkarakter. Dijamin langsung dipahami dan melekat pada penonton meski baru dua episode pertama.

“Loki” akan membawa kita dalam perjalanan waktu yang trippy dan dinamis dengan TVA sebagai latar dari serial ini. Akan ada banyak teori cerita yang bisa kita analisa, dimana kegiatan tersebut sudah menjadi kegemaran penggemar Marvel.

Memiliki Potensi untuk Sukses seperti Serial-Serial Marvel Pendahulunya

Marvel Cinematic Universe Phase 4 telah menimbulkan antusiasme tinggi melalui “WandaVision” dan “The Falcon and The Winter Soldier”. Kedua serial tersebut mendapat rating tinggi dan menuai banyak ulasan memuaskan.

Melihat kualitas produksi dan cerita yang ditampilan pada “Loki” melalui episode pertamanya, ada potensi besar bahwa serial ini akan menyusul kesuksesan dua serial sebelumnya. Salah satu point penting yang telah dimenangkan oleh Marvel melalui serial ini adalah bagaimana karakter Loki langsung memikat dengan karakternya yang lebih terekspos sebagai tokoh utama.

Konsep serial tampaknya merupakan eksekusi paling sempurna yang akhirnya diambil oleh Marvel Studio. Setiap karakter jadi lebih tereksplorasi dan memiliki banyak ruang untuk pengembangan karakter yang tidak terburu-buru. “Loki” bisa kita streaming di Disney+ Hotstar yang merilis episode terbarunya setiap hari Rabu.

Click to comment
Advertisement
Cultura Live Session
Connect