Connect with us

Film

Drive Review: Drama Pilu Supir Berbakat

Berbekal tema gritty drama, Nicolas Winding Refn mampu membawakan kisah seorang supir multitalenta yang penuh lika-liku.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Dalam kehidupan, selalu ada saja drama yang menyelimutinya, bahkan bagi orang-orang yang bertalenta di dunia ini. Salah satunya bisa dilihat melalui film ‘Drive’ yang mulai 26 Agustus sudah dapat dinikmati via Netflix.

‘Drive’ merupakan film neo-noir crime drama arahan Nicolas Winding Refn. Berbekal bintang-bintang ternama seperti Ryan Gosling, Carey Mulligan, Bryan Cranston, sampai Albert Brooks, film ini berkisah tentang satu sosok pria yang hanya dikenal sebagai Driver.

Di tengah hidupnya dalam apartemen yang monoton, ia bertemu dengan Irene dan anaknya yang bernama Benicio. Hubungan keduanya yang mulai hangat perlahan berubah ketika suami dari Irene keluar dari penjara, membawa semuanya dalam bahaya, termasuk sang Driver.

Plot dalam ‘Drive’ diceritakan dengan santai. Pada paruh pertama, penonton akan dibawa pada kehidupan normal dari sang Driver dan bagaimana nantinya ia bisa bertemu dengan Irene yang mengubah hidupnya jadi lebih colorful. Walau sesi ini banyak memperkenalkan ragam karakter penting di dalamnya, sebagian besar orang tentunya akan mudah merasa jenuh karena pace-nya yang terasa super slow.

Lain halnya dengan paruh kedua film, dimana nantinya penonton disuguhkan dengan lebih banyak aksi dan bermacam-macam konspirasi terkait apa yang sebenarnya terjadi. Bila di bagian awal terasa lebih lamban, bagian satu ini jauh lebih intense yang dipastikan mampu membuat penonton bertahan untuk melihat apapun konklusinya.

Penceritaannya yang baru menarik di paruh kedua ini tampaknya ditutupi dengan hadirnya ragam karakter menarik di dalamnya. Tentu saja, Driver yang diperankan oleh Ryan Gosling adalah hal terbaik yang membuat ‘Drive’ dari Nicolas Winding Refn ini sangat enjoyable. Mengilhami perkembangan karakternya dari yang stoic sampai jadi ruthless sangat layak untuk dinikmati.

Tidak hanya sang Driver, kehadiran deretan karakter lain juga membuat ‘Drive’ jauh lebih bermakna. Dari sekian banyak karakter, kemunculan Ron Perlman sebagai Nino dan Albert Brooks yang memerankan Bernie Rose-lah yang membuat konflik dan segala konspirasinya jadi lebih seru. Selain itu, kehadiran Bryan Cranston sebagai Shannon juga turut menghidupkan film Nicolas Winding Refn, sekaligus berpengaruh dalam perkembangan karakter Driver itu sendiri.

Aspek penceritaan dan karakterisasi dalam ‘Drive’ ini juga disokong dengan penerapan aspek teknikalnya yang tidak bisa dibilang main-main. Sinematografi yang banyak bergantung dengan steady shots, scoring yang sebagian besar placement-nya terasa pas dengan scene terkait, sampai permainan visual yang banyak menggunakan warna ala neo-noir, membuatnya tampak seperti film arthouse yang masih lowkey.

Akhir kata, ‘Drive’ ini merupakan film bertema kriminal dengan drama yang menarik dan aksi menggelegar penuh konspirasi di paruh keduanya. Melalui segala aspeknya, film arahan Nicolas Winding Refn ini bisa jadi langkah awal untuk menikmati sinema arthouse bagi kaum awam dan masih sangat enjoyable sampai akhir.

Memoir of A Murderer Review Memoir of A Murderer Review

Memoir of A Murderer Review

Film

Prey netflix review Prey netflix review

Prey Review: Pemburu Misterius yang Mengincar Para Pendaki

Film

Kate Netflix Kate Netflix

Kate Review: Film Action Gaya Hollywood dengan Estetika Jepang

Film

Masa Keemasan Hollywood: ‘Blessing in Disguise’ Pasca Depresi Ekonomi Masa Keemasan Hollywood: ‘Blessing in Disguise’ Pasca Depresi Ekonomi

Masa Keemasan Hollywood: ‘Blessing in Disguise’ Pasca Depresi Ekonomi

Culture

Advertisement
Connect