Connect with us
Daniel Caesar: Never Enough
Photo via revolt.tv

Music

Daniel Caesar: Never Enough Album Review

Eksperimen Daniel Caesar hasilkan karya R&B kontemporer, sesuai dengan keahliannya menulis lagu cinta dan balada patah hati.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Daniel Caesar merilis album terbarunya 2023 ini yang bertajuk “Never Enough”. Dengan musik yang baru, penyanyi asal Toronto ini telah memulai fase terbaru dalam karir bermusiknya.

Pertama kali muncul ke permukaan industri musik dengan “Freudian” pada 2017. Kemudian diikuti dengan “Case Study 101” yang kontroversial dan filosofis pada 2019 lalu. Kali ini Caesar ingin merilis album R&B kontemporer.

Daripada kembali menciptakan musik yang bold, sudah waktunya Daniel Caesar memeluk musik R&B. Di era ini, ia merupakan salah satu yang terbaik dalam skenanya, bersanding dengan musisi R&B spesial seperti Gallant dan Frank Ocean. Kolaborasinya dengan H.E.R untuk lagu “Best Part” membuat kita ingin mendengar kelebih banyak lagi hits dari sang penyanyi dalam genre tersebut.

The Gist:

“Never Enough” menjadi album R&B dimana Daniel Caesar bermain dalam ruang dan waktu. Menjadi medium ilustrasi akan cinta, patah hati, hingga jati dirinya sebagai musisi. Caesar telah menggunakan album ini dalam memahami cinta dan penderitaan dalam dirinya pada level permukaan.

Album ini telah mengakhiri tiga tahun ketidakpastian sang penyanyi R&B, intisari itu juga tertampung dalam “Never Enough”.

Album ini akan menjadi salah satu yang mencolok dalam diskografi Daniel Caesar. Ekspertimental, namun secara bersamaan menjadi pilihan genre yang basic. Ini menjadi rangkaian karya yang hendak meng-highlight kualitas vokal Caesar, diproduksi dengan kualitas yang lebih profesional, dan mampu memandu pendengarnya dalam perjalanan tidak pasti dalam mencintai dan kehilangan, menawarkan sesuatu yang sebetulnya sudah tak biasa di skena R&B, namun tetap terdengar segar.

Sounds Vibe:

Melalui wawancara dengan Hypebeast, Daniel Caesar mengungkapkan bahwa ia sedang dalam perjalanan selama proses produksi “Never Enough”. Mulai dari Los Angeles, Paris, Majorca, Jamaica, London, Cophenhagen, dan Stockholm, hal ini akhirnya mempengaruhi keanekaragaman vibes lagu dalam album ini.

Setiap kota memberikan cita rasa yang berbeda dalam usaha Caesar yang mengembangkan produksi musiknya. Meski hendak kembali genre musik yang se-basic R&B, Caesar tetap tidak bisa menahan diri untuk memberikan semangat maximalist-nya pada setiap track.

Caesar bereksperimen dengan berbagai instrumen lokal dari berbagai studio yang ia kunjungi, memberikan tekstur komposisi yang kaya dalam tracklist secara keseluruhan. Caesar terutama terdengar sangat bersemangat dalam menciptakan dan menyematkan bassline yang berkesan dalam berbagai track.

Album R&B menuntut jiwa dan kreatifitas dari musisinya untuk membuatnya terdengar spesial. Salah-salah malah bisa jadi membosankan, “Never Enough” jauh dari kata membosankan. Dipengaruhi dengan elemen kontemporer, ini benar-benar gaya bermusik yang pas untuk Daniel Caesar. Meski kita selalu mengharapkan sesuatu yang baru dari Caesar, kita juga tidak akan keberatan jika di masa depan ia kembali menciptakan musik dengan cita rasa yang seperti ini.

Best Tracks:

Masuk setengah pertama “Never Enough”, kita akan dihipnotis dengan ‘Do You Like Me?’. Ini adalah soundtrack musim panas yang tak lekang oleh waktu dari Caesar, memadukan vokal lembut nan manis beriringan dengan synth gitar yang sempurna. Track ini akan membawa kita pada manisnya suasana musim panas yang nyaman menjelang waktu petang.

‘Always’ dan ‘Cool’ mengajak kita kembali mengagumi vokal falsetto yang sudah menjadi daya tarik sang penyanyi, diiringi instrumen-instrumen membentuk melodi ethereal. Track ini mengeksplorasi rasa rindu, kesepian, dan cinta dengan arahan vokal seakan Caesar merasakan kesakitan. Kita akan dituntut untuk sabar dalam menikmati lagu-lagu ini, hingga mencapai puncak dari showcase vokal Daniel Caesar.

‘Shot My Baby’ memperdengarkan vokal yang menghantui, dengan backing vocal setema. Ini menjadi salah satu track yang terdengar sinematik dengan sajian harmoni dan beat drop sempurnanya. Aplikasi bass-nya bikin candu. Ini mungkin underrated track dari “Never Enough”. ‘Valentina’ juga menjadi track terbaik dalam album ini.

Ketika kebanyakan musisi masa kini menggunakan promosi musik melalui TikTok (bahkan musisi yang sudah terkenal sekalipun), Caesar tidak mengikuti tren tersebut. Itu mengapa mungkin album ini tidak terlalu masuk radar mainstream, namun angka membuktikan bahwa Daniel Caesar disambut kembali dengan “Never Enough” ini. Dengan pesona vokal dan sajian R&B yang berkelas, Daniel Caesar adalah musisi yang lebih dari cukup.

Declan McKenna: What Happened to the Beach? Declan McKenna: What Happened to the Beach?

Declan McKenna: What Happened to the Beach? Album Review

Music

Ariana Grande: Eternal Sunshine Ariana Grande: Eternal Sunshine

Ariana Grande: Eternal Sunshine Album Review

Music

Java Jazz Festival 2024: Embracing Unity Through Music

Entertainment

Green Day: Saviors Album Review

Music

Connect