Connect with us
Frank Ocean
Cr. Jason Kempin/Getty Images

Music

Frank Ocean: Channel Orange Album Review

Frank Ocean tunjukan sikap musisi R&B profesional dalam album debutnya.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Frank Ocean menjadi musisi R&B yang kerap trending di Twitter meski sama sekali belum ada pengumuman album terbaru. Padahal para penggemar sudah tidak sabar, nih, mendengar karya terbarunya.

Selagi menanti album terbaru Frank Ocean, ini saatnya kembali mendengar “Channel Orange”. “Channel Orange” merupakan album debut sukses dari Frank Ocean yang rilis pada 2012.

Album ini secara luas dianggap sebagai album penting dalam karir Frank Ocean sekaligus skena musik R&B kontemporer. Album ini juga mendapatkan ulasan positif saat pertama kali diluncurkan, menjadi momen penentu dalam karir Ocean di tengah banyaknya solois sepertinya. Baik kala itu, hingga saat ini. Pada Grammy Awards ke-55, “Channel Orange” dinominasikan sebagai Album of the Year dan Best Urban Contemporary Album.

The Gist:

Secara tematis, “Channel Orange” mengeksplorasi berbagai topik seperti cinta yang tidak terbalas, kemerosotan moral, kelas sosial dan obat terlarang. Ocean menggunakan citra surealistik, medium percakapan dan narasi deskriptif dalam menciptakan penggambaran yang jelas dari karakter yang kompleks.

Judul album ini mengacu pada fenomena neurologis dari sinestesia warna grafem yang dipresentasikan oleh Frank Ocean dalam warna jingga saat dia membayangkan musim panas dan jatuh cinta untuk pertama kalinya.

Lagu-lagu seperti ‘Thinkin Bout You’. ‘Sierra Leone’, dan ‘Lost’ menceritakan kegembiraan dan perjuangan saat jatuh cinta dan menjalin hubungan. Namun ada juga lagu-lagu yang mengeksplorasi sisi sedih dalam cinta seperti ‘Bad Religion’ dan ‘Crack Rock’, yaitu tentang patah hati dan rasa sakit karena kehilangan cinta.

Album ini juga membahas isu sosial dengan cangkupan yang luas. Lagu-lagu seperti ‘Super Rich Kids’ dan ‘Pyramids’ menyinggung keberlimpahan kekayaan dan budaya konsumtif. Sementara ‘Crack Rock’ membahas dampak buruk dari kecanduan obat terlarang secara pribadi maupun komunitas.

Sound Vibes:

“Channel Orange” merupakan album R&B yang sebetulnya terangkai dari berbagai track bagus pada umumnya, namun memiliki kemasan yang tidak konvensional, membuat album ini jadi lebih spesial. Banyak warna musik dalam satu spektrum yang terkandung dalam album ini, mulai dari electro-funk, pop-soul, jazz-funk bahkan sentuhan psychedelic.

Selain elemen musik yang tradisional, album ini uga memasukan suara non-musik seperti dialog film dan ambience, yang membuat transisi menuju setiap track terdengar kohesif.

Dalam segi vokal, Frank Ocean banyak menggunakan arahan vokal yang terdengar bebas ala R&B, kemudian berpadu dengan falsetto dan tenor sebagai showcase vokal secara teknis. Salah satu yang mendefinisikan sound vibes dari album ini adalah aplikasi berbagai instrumen elektronik. Banyak track terbentuk dari suara-suara sintesis, kemudian instrumen drum elektronik, dan elemen digital lainnya, memberikan sentuhan kontemporer yang futuristik dan seperti dari dimensi lain.

Namun album ini juga menyertakan instrumen organik, seperti drum live, gitar dan piano yang menciptakan perpaduan unik antara suara digital dan analog. “Channel Orange” memang terdengar futuristik dengan elemen elektroniknya, namun juga terdengar sebagai album musik bernuansa classic urban dengan aplikasi ambience sounds dan musik analognya. Bisa dijadikan patokan untuk menciptakan karya R&B kekinian yang serba elektronik, namun tidak terdengar generik dan murahan.

Best Tracks:

‘Thinkin Bout You’ merupakan single utama yang menjadi lagu paling populer dari Frank Ocean. Sebetulnya lagu cinta R&B yang sederhana namun juga powerful, terutama karena showcase vokal falsetto sang musisi, beriringan dengan gitar sebagai instrumen utamanya.

‘Sweet Life’ juga menjadi salah satu track terbaik dalam album ini, lagu yang nge-groove dan santai dengan melodi yang menarik dan lirik introspektif tentang kehidupan yang lebih baik. Ocean merefleksikan kesuksesannya sendiri dan berkah yang ia terima dalam hidupnya dalam alunan musik santai tapi asik. Bisa juga kita dengarkan untuk tidak lupa bersyukur juga dalam hidup kita.

‘Pyramids’ juga menjadi lagu yang memberikan statement kuat akan album ini. Berapa banyak musisi debutan berani memasukan lagu berdurasi 10 menit dalam tracklist mereka? Frank Ocean menjadi salah satu yang berani mengeksekusi hal ini. Namun tak sekadar panjang durasi sebagai gimmick, lagunya memang benar-benar bagus. Menunjukan kemampuan vokal dan kualitas Ocean dalam menulis lirik.

Lagu dibagi menjadi dua bagian yang berbeda. Dengan babak pertama yang ballad dan lambat, kemudian babak kedua dengan akselerasi tempo dan beat yang danceable.

Secara keseluruhan, “Channel Orange” adalah karya inovatif yang menentang kategorisasi mudah. Persaingan dalam skena musik R&B pada masanya sudah menjadi kolam yang penuh dengan musisi-musisi serupa. Baik dari warna vokal hingga materi musik yang menjadi inspirasi. Sebagai album debut, Frank Ocean tak malas untuk memberikan kemasan yang di atas rata-rata untuk mendapatkan perhatian lebih di industri musik sebagai pendatang baru.

Menggabungkan beragam pengaruh dan tema musik, Frank Ocean menciptakan pengalaman mendengarkan album musik yang unik dan imersif, menjadikan album ini sebagai album klasik modern. “Channel Orange” terdengar seperti album yang dikerjakan dengan sikap seakan-akan Frank Ocean sudah memiliki nama yang besar di industri ini.

MTV Unplugged in New York - Nirvana MTV Unplugged in New York - Nirvana

10 Album Musik Ikonik 30 Tahun di 2024

Cultura Lists

Hozier - Unreal Unearth Hozier - Unreal Unearth

Cultura Best 2023: Album Musik Terbaik

Cultura Best

Caroline Polachek: Desire, I Want to Turn Into You Caroline Polachek: Desire, I Want to Turn Into You

Caroline Polachek: Desire, I Want to Turn Into You Album Review

Music

Paramore: This is Why Album Paramore: This is Why Album

Paramore: This is Why Album Review

Music

Connect