Connect with us
Arctic Monkeys
Cr. Andy Ford/NME

Music

Arctic Monkeys: There’d Better Be a Mirrorball Single Review

Single terbaru Arctic Monkeys setelah empat tahun menyambut album ‘The Car’.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Belum lama ini Arctic Monkeys mengumumkan mereka akan kembali dengan album terbaru, ‘The Car’ yang rilis pada 21 Oktober mendatang. ‘The Car’ akan menjadi album keempat Alex Turner dan kawan-kawan, empat tahun semenjak ‘Tranquillity Base Hotel & Casino’ pada 2018 silam. Di penghujung Agustus ini, ‘There’d Better Be a Mirrorball’ pun dirilis dengan video klip sebagai single pertama. 

Single pertama pastinya sangat krusial untuk memberikan ekspektasi pada penggemar; warna musik seperti apa yang akan dianut oleh Arctic Monkeys kali ini?

Setelah sukses dengan ‘AM’ yang bernuansa rock and roll sebagai jati diri unit asal Sheffield, Inggris pada 2013, warna musik yang diperdengarkan ‘Tranquillity Base Hotel & Casino’ cukup membuat penggemar Arctic Monkeys terkejut. Ada yang menerima konsep musik terbaru dengan semangat, ada pula yang merasa kurang puas karena dirasa kurang nge-rock. Bagi yang lebih menyukai era kencang dari Arctic Monkeys, mungkin sekali lagi akan kurang puas dengan single terbaru ini. 

Namun bagi penggemar musik yang tak keberatan dengan eksperimen dan evolusi bermusik Arctic Monkeys yang belakangan semakin menjauh dari masa muda mereka, bisa jadi akan menyambut ‘There’d Better Be a Mirrorball’ sebagai gambaran warna musik yang akan dianut oleh band rock ini. 

‘There’d Better Be a Mirrorball’ memperdengarkan warna musik psychedelic rock 70an pada single ini. Hanya saja, kali ini kita akan mendengarkan aplikasi warna musik ini dalam lirik yang lebih ‘membumi’, mengingat album sebelumnya memiliki materi bergenre fiksi ilmiah tentang penginapan dan kasino di Bulan. Kita akan kembali dibuai dengan nyanyian romantis yang melankolis oleh Alex Turner dalam single terbaru ini. 

Arctic Monkeys terdengar semakin nyaman mengkomposisi lagu-lagu yang jazzy seperti ini. Mereka mungkin sudah tidak terlalu memperdulikan pendapat pasar tentang musik terbaru mereka yang sangat signifikan evolusinya.

‘There’d Better Be a Mirrorball’ didominasi dengan instrumen piano dan bass yang subtle. Komposisi drum dengan tempo rendah menjadi pengiring yang humble. Matt Helders sendiri sudah tidak memukul drumnya dengan kencang dan cepat semenjak 2018. Alex Turner juga terdengar ketagihan membawakan lagu-lagu blues yang melankolis. Dimana lebih menantang secara teknikal, membawa kemampuan vokalnya untuk berkembang. Turner tak mau main aman saja di skena rock n roll. Ia memang merupakan salah satu vocalist rock dengan warna suara yang khas. 

Melalui ‘There’d Better Be a Mirrorball’, Arctic Monkeys menunjukan bahwa mereka tak takut bereksperimen terus dalam area musik yang baru bagi mereka. Bahkan ketika tak sedikit pendengar setia mereka tidak terlalu menyukai presentasi ‘Tranquillity Base Hotel & Casino’.

Alex Turner, Matt Helders, Jamie Cook, dan Nick O’Malley masih belum selesai berevolusi secara musikal dan tak menunjukan ingin kembali ke era lama mereka dalam jangka waktu dekat. ‘The Car’ akan kembali diproduseri oleh James Ford, yang juga menjadi produser album mereka sebelumnya. Video klip ‘There’d Better Be a Mirrorball’ disutradarai oleh Alex Turner. 

Beabadoobea: Beatopia Beabadoobea: Beatopia

Beabadoobea: Beatopia Album Review

Music

Soccer Mommy: Sometimes, Forever Album Review Soccer Mommy: Sometimes, Forever Album Review

Soccer Mommy: Sometimes, Forever Album Review

Music

Rina Sawayama: Hold The Girl Rina Sawayama: Hold The Girl

Rina Sawayama: Hold The Girl Album Review

Music

Jackson Wang Jackson Wang

Jackson Wang: Magic Man Album Review

Music

Connect