Connect with us
Wednesday Review
Netflix

TV

Wednesday Review: Petualangan Wednesday Addams di Nevermore Academy

Miniatur franchise ‘Harry Potter’ dengan sekolah khusus monster dan investigasi misteri.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Siapa yang tak terkenal dengan Wednesday Addams? Putri pertama Morticia dan Gomez Addams ini sudah menjadi karakter ikonik di budaya pop. Meski mungkin banyak dari kita belum menonton sitcom atau filmnya di era 90an. Akhirnya kita punya kesempatan spesial untuk mengenal dan benar-benar melihat Wednesday Addams sebagai protagonis dalam serial yang diproduseri oleh Tim Burton di Netflix, “Wednesday”.

Dibintangi oleh Jenna Ortega sebagai Wednesday, kita akan mengikuti petualangan barunya di Nevermore Academy. Sekolah khusus monster dan outcast yang kesulitan membaur dengan dunia luar, Nevermore menjadi harapan terakhir orang tua Wednesday yang juga alumni dari sekolah tersebut.

Meski awalnya Wednesday menunjukan keengganan dan berniat untuk kabur, kasus pembunuhan berantai dengan monster yang berbahaya, justru menjadi alasan untuk ia tetap tinggal. Wednesday ingin memecahkan misteri di Nevermore.

Wednesday Netflix

Miniatur Franchise ‘Harry Potter’ ala Tim Burton

Ketika kita berharap “The School for Good and Evil” menjadi ‘Harry Potter’-nya Netflix, “Wednesday” justru yang lebih masuk dalam kriteria franchise tentang sekolah sihir tersebut. In a nutshell, Nevermore Academy adalah Hogwart, namun sekolah khusus untuk para monster dan non-human. Meski tidak memiliki pembagian kelas seperti Hogwart, secara tidak langsung muncul kelompok dan jenis-jenis murid dari berbagai kaum okultisme. Sebutan mudahnya adalah outcast dalam semesta Nevermore.

Wednesday Addams juga menjadi protagonis yang menjadi murid menonjol karena latar belakangnya sebagai keluarga Addams. Begitu pula dengan kepribadiannya yang eksentrik, bahkan terlalu eksentrik untuk bisa membaur dengan para outcast lainnya. Kehadiran Wednesday bersamaan dengan sederet tragedi dan pembunuhan oleh terduga binatang buas di area hutan Nevermore. Karena terpikat dan memiliki rasa penasaran yang tinggi, Wednesday jadi kerap terlihat di sekitar tempat kejadian, meski tak semua insiden disulut olehnya. Membuat plot sangat berpusat pada karakter ini.

Tim Burton mungkin tidak ada niatan untuk mengadaptasi plot ‘Harry Potter’, karena ada banyak elemen lainnya yang juga terasa baru dan unik. Namun, “Wednesday” merupakan cerita petualangan misteri yang bisa masuk dalam kategori main character syndrome trope.

Bagi yang sudah tidak asing dengan karya-karya original maupun adaptasi Tim Burton, kita bisa melihat bagaimana serial ini dikemas gothic dan black comedy yang khas Burton sekali. Memang sudah tepat jika karakter ciptaan Charles Addams ini dilahirkan kembali oleh Tim Burton untuk agar lebih relevan di skena budaya pop modern.

Wednesday Netflix

Jenna Ortega Tampil Memikat, Sukses Teruskan Legasi Wednesday Addams

“Wednesday” tidak akan sukses dan menghibur tanpa kesuksesan Jenna Ortega memerankan Wednesday Addams. Tak ketinggalan apresiasi untuk penulis naskah, Alfred Gough dan Miles Millar dalam mewujudkan penokohan karakter ikonik ini dari materi sumbernya.

Wednesday Addams adalah karakter ikonik dengan rambut kepang duannya, outfits serba hitam, karena ia alergi dengan warna. Lebih dari itu, Wednesday adalah karakter quirky yang memiliki obsesi pada pembunuhan, torture, gore, dan segala hal mengerikan, namun hal tersebut tidak lantas membuatnya menjadi pembunuh berantai yang menyiksa orang sesukanya. Ia hanya berkomunikasi dengan bahasa sarkas dan kebenaran.

Baik penulis dan Jenna Ortega mampu melakukan kolaborasi yang menghidupkan karakter Wednesday Addams tersebut. Dimana terasa lebih kompleks lagi karena ada character development arch juga dalam serial ini.  Sebelumnya kita hanya melihat Wednesday sebagai karakter pendukung dalam berbagai project klasik ‘The Addams Family’. Wednesday merupakan salah satu karakter fiksi paling keras kepala dan sulit untuk diubah. Serial ini berhasil memperkaya penokohan Wednesday tanpa mengubah prinsip karakter ini yang sangat dipegang kuat oleh kreatornya, begitu juga dengan para penggemarnya.

Tata busana dan rias “Wednesday” juga berhasil menghadirkan variasi gaya Wednesday yang modis. Tak hanya protagonis, setiap karakter pendukung dalam “Wednesday” juga memiliki penampilan yang enak dipandang dalam setiap adegan.

Petualangan Investigasi Misteri Medioker Dikemas Produksi Semesta yang Memukau

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, “Wednesday” in a nutshell is ‘Harry Potter’. Sekuen plot yang disajikan juga secara garis besar cukup serupa. Hanya subyek dan kontennya saja yang diubah. Selain memuja pesona Wednesday sebagai gothic yang sarkastik, kemudian melihat bagaimana Nevermore mengubah dirinya, plot yang diadaptasi untuk “Wednesday” adalah misteri investigasi.

Ada tragedi, ada pelaku yang masih tidak terungkap. Dengan aplikasi red herring dan plot twist yang tergolong medioker. Teka-teki dan misteri yang dipresentasikan juga masih masuk dalam level genre misteri untuk young adult.

Pesona utama “Wednesday” adalah world-building dari imajinasi khas Tim Burton serta penampilan Jenna Ortega. Karakter pendukung lain seperti Gwendoline Christie sebagai kepala sekolah Larissa Weems dan roommate Wednesday, Enid (oleh Emma Myers) juga tak kalah memikat. Kemudian ada Catherine Zeta-Jones sebagai Morticia Addams dan Luis Guzman sebagai Gomez Addams yang juga memberikan penampilan segar dari pasangan gothic yang romantis ini.

Meski kehadiran mereka hanya sesekali dalam beberapa episode, setiap muncul selalu berhasil memberikan kesan. Tak ketinggalan penampilan Christina Ricci sebagai tribute pemanis. Mengingat aktris ini adalah pemeran Wednesday Addams pada era 90an yang masih diakui ikoniknya hingga saat ini.

Secara keseluruhan, “Wednesday” bisa menjadi serial petualangan gothic andalan Netflix terbaru. Serial ini juga memiliki open ending dengan potensi season kedua, meski belum resmi di-update. “Wednesday” layak mendapatkan season terbaru karena petualangan dan penampilan Wednesday Addams berikutnya patut dinantikan.

the last of us episode 2 the last of us episode 2

The Last of Us (Episode 2) Review: Infected

TV

Junji Ito Maniac: Japanese Tales of the Macabre – Adaptasi Manga Horor yang Kehilangan Jiwanya

TV

alice in borderland season 2 review alice in borderland season 2 review

What to Stream This Weekend: Issue #5

Cultura Lists

The Makanai The Makanai

The Makanai: Cooking for the Maiko House Review – Mengenal Kebudayaan Maiko di Kyoto

TV

Connect