Connect with us
BlacKkKlansman
Focus Features

Film

BlacKkKlansman: Kontradiksi Tak Terpecahkan dalam Persoalan Rasisme

Spike Lee bangkit kembali dengan film yang dapat menarik perhatian banyak kalangan.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Ku Klux Klan merupakan organisasi pendukung supremasi kulit putih yang menyebarkan kebencian terhadap orang kulit hitam dan Yahudi di Amerika Serikat. Sejujurnya, KKK pantas disebut sebagai organisasi teroris. Kelompok ini sudah berdiri sejak lama, dan mengejutkannya, hingga sekarang.

Di tengah kontroversi mengenai kepolisian, supremasi kulit putih, dan kelompok kulit hitam yang sedang ramai saat ini, Spike Lee sudah pernah mengangkat semua topik tersebut di film BlacKkKlansman tahun 2018 lalu.

Film ini diadaptasi dari sebuah novel karya Ron Stallworth (karakter utama film) yang menceritakan pengalaman pribadinya ketika menjadi detektif kulit hitam pertama di kepolisian Colorado dan menginfiltrasi KKK. Untuk sebagian besar film, ini adalah kisah nyata. Tapi untuk sebagian lainnya, Spike Lee menambahkan bumbu-bumbu ironis yang membandingkan masa lalu dengan masa kini sehingga membuat film ini menjadi drama komedi detektif yang kelam.

blackkklansman review

Image: Focus Features

Film ini pertama kali diputar di Cannes Film Festival, sebuah festival dengan sebagian besar audiens notabene orang kulit putih liberal. Di hadapan kalangan penonton yang menjadi sasaran empuk, BlacKkKlansman berhasil meraih penghargaan Grand Prix.

Film ini juga selanjutnya mendapatkan 6 nominasi Oscars, dengan Spike Lee serta Charlie Wachtel, Kevin Willmott, dan David Rabinowitz memenangkan nominasi Best Adapted Screenplay. Dapat dibilang bahwa film ini menjadi kebangkitan Spike Lee di ranah film komersil.

Pada tahun 1970-an di Colorado Springs, Ron Stallworth menjadi petugas polisi kulit hitam pertama di kepolisian Colorado. Tidak puas dengan tugasnya di divisi dokumentasi, Ron meyakinkan atasannya untuk menugaskannya menjadi mata-mata dalam sebuah acara perkumpulan mahasiswa kulit hitam.

Setelah berhasil melaluinya dengan lancar, Ron akhirnya dipindahkan ke divisi intelijen. Di sana lah dia akhirnya menemukan jalan untuk memasuki organisasi KKK dan mencari tahu rencana kekerasan apa yang mereka miliki.

BlacKkKlansman

Photo: David Lee / Focus Features

Menggunakan kota New York sebagai tempat syuting, tata busana BlacKkKlansman dengan teliti menciptakan karakter-karakter yang membuat penonton teralihkan dan berpikir bahwa ini adalah tahun 1970-an di Colorado Springs.

Ditambah dengan tatanan rambut afro yang dikenakan dengan sangat berani, anggun, dan indah di atas kepala para pemain kulit hitam, tampilan semua karakter terlihat sangat otentik. Musik film yang dibuat oleh Terence Blanchard menghasilkan nada-nada crime thriller jaman dulu yang sangat tepat.

Warning: spoiler

Satu hal yang ditunjukkan dengan jelas dalam film ini, Ron Stallworth (diperankan oleh John David Washington) adalah pria yang jenius dengan bakat alami dalam menjadi mata-mata.

Di sisi lain, KKK serta anggotanya selalu digambarkan sebagai orang-orang dengan bias rasis begitu tinggi sehingga membuat mereka terlihat konyol, bodoh, dan mudah dibohongi. Ron, seorang pria kulit hitam, berhasil mendapatkan keanggotaan di dalam KKK, kelompok yang sangat membenci orang kulit hitam. Sungguh sebuah kebodohan tingkat tinggi.

Mungkin memang itu yang diinginkan oleh Spike Lee, namun juga hal tersebut yang membuat BlacKkKlansman menjadi sedikit bermasalah. Sisi baik dan jahat digambarkan begitu hitam putih. Dalam artian, mereka yang jahat pasti adalah orang-orang rasis yang secara terang-terangan menunjukkannya.

Namun bagaimana dengan bystander kulit putih yang diam saja di hadapan rasisme yang menjajah saudara kulit hitamnya? BlacKkKlansman seakan ingin memberikan ketenangan jiwa kepada orang-orang kulit putih liberal yang tidak pernah bertingkah bodoh seperti anggota KKK, bahwa mereka sudah termasuk dalam salah satu orang-orang baik yang tidak mendukung rasisme.

BlacKkKlansman

Photo: Focus Features

Karakter Flip Zimmerman yang diperankan oleh Adam Driver juga menimbulkan kontroversi sendiri dengan keberadaannya. BlacKkKlansman seperti berusaha meyakinkan bahwa masih ada polisi baik di dalam sistem kepolisian yang telah menindas orang kulit hitam sendiri. Dalam dunia ini, masih ada harapan dalam sistem keadilan tersebut.

Masalah kepolisian ini juga yang menjadi salah satu pertanyaan abadi dalam usaha memerangi rasisme. Seperti yang secara lewat dibicarakan dalam film, nilai-nilai rasisme dapat ditanam melalui kebijakan pemerintah seperti pada perihal imigrasi dan reformasi pajak.

Salah satu adegan juga memperdebatkan apakah lebih baik mengubah sistem dari dalam (dengan memasuki kepolisian seperti Ron Stallworth) atau dari luar seperti para aktivis mahasiswa yang menuntut keadilan? Namun permasalahan itu persis seperti yang tertulis, hanya dibicarakan sepintas tanpa jawaban yang konkrit.

Dari awal hingga akhir film, BlacKkKlansman dipenuhi dengan kontradiksi yang menghasilkan omong kosong mengenai perlawanan terhadap rasisme secara sistemik. Spike Lee menunjukkan perbedaan rasisme di Amerika Serikat pada tahun 1970-an dengan saat ini, yang ternyata tidak ada bedanya. Justru rasanya, rasisme di Amerika Serikat saat ini sudah semakin mengakar, seakan keadaan saat ini adalah buah hati dari masalah rasisme yang tidak berhasil dipecahkan dahulu.

Melalui BlacKkKlansman, penonton akan merasa lega bahwa mereka bukan bagian dari kelompok yang mendukung rasisme. terdapat kontribusi dari orang-orang yang diam sehingga melanggengkan sistem rasis yang terus bertahan dan berkembang hingga sekarang.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect