Connect with us
The Rental Review
IFC Midnight

Film

The Rental Review: Terciptanya Tokoh Horor Baru

Pacuan kisah yang stabil dan penokohan yang kuat membuat debut penyutradaraan Dave Franco satu ini patut disaksikan.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Setelah film You Should Have Left (2020), The Rental menjadi film horror thriller kedua di tahun 2020 ini yang menggunakan rumah sewa sebagai sumber dari mimpi buruk para protagonis.

Akan tetapi, Dave Franco sebagai sutradara sekaligus penulis film The Rental berusaha untuk membawanya lebih jauh dan lebih orisinil dibandingkan film yang dibintangi oleh Kevin Bacon tersebut.

Charlie dan Mina adalah dua orang sahabat kerja yang begitu dekat dengan satu sama lain. Terkadang mereka bahkan terlihat seperti pasangan di mata orang-orang yang tidak mengetahui bahwa Charlie sudah memiliki istri. Kedekatan Charlie dan Mina mungkin mengkhawatirkan bagi Charlie yang baru memulai hubungannya dengan Mina, tetapi tidak untuk Michelle.

Review The Rental

IFC Midnight

Hingga suatu hari mereka memutuskan untuk pergi berlibur berempat di sebuah rumah yang disewakan secara daring. Di sana, mereka tidak hanya menemui mimpi buruk dari hubungan masing-masing, tetapi juga mimpi buruk yang dapat membahayakan nyawa.

Dave Franco memulai debutnya sebagai sutradara melalui film thriller ini, dan dapat diakui bahwa untuk film pertama yang ia arahkan, ini tidak terlalu buruk. Ditambah sebagai salah satu penulis skenarionya, Dave Franco menawarkan ide yang cukup sederhana tetapi sangat umum ditemui di masa orang-orang berusaha untuk kabur dari dunia nyata untuk berlibur dengan orang-orang terdekat mereka dengan menyewa rumah di tempat yang asri melalui internet.

Arahan Dave Franco memang tidak selalu terlihat matang ataupun memiliki ciri khasnya sendiri, terkadang arahannya seperti sedang menyaksikan salah satu film komedi yang pernah ia bintangi, lalu selanjutnya terkesan seperti ala-ala David Fincher.

The Rentall

IFC Midnight

Namun harus diakui bahwa pilihannya untuk menggunakan beberapa adegan yang menggunakan sudut pandang orang ketiga sungguh tepat demi membangun rasa tegang penonton. Penonton telah diberi tahu sejak dini sekali bahwa sesuatu akan terjadi terhadap kedua pasangan protagonis ini, pertanyaannya pun dibuat berubah-ubah dari siapa, menjadi bagaimana, lalu apa.

Dalam debutnya, sang sutradara tidak hanya berhasil mengarahkan para pemain dan kru, tetapi juga isi pikiran penonton.

Warning: spoiler

Sesungguhnya The Rental tidak akan kurang apabila hanya menunjukkan bagaimana hubungan dan perilaku keempat protagonis berubah seiring waktu liburan mereka dan menjadi mimpi buruk satu sama lain. Tetapi film ini memutuskan untuk melakukan sesuatu yang sudah lama tidak ditemui dalam film horor akhir-akhir ini, sebuah karakter penjahat/pembunuh beruntun yang tidak ada sangkut paut sebelumnya dengan para korban.

Tokoh pembunuh yang hanya diperlihatkan topengnya, tanpa diketahui sama sekali identitasnya, memiliki potensi yang besar untuk dapat menjadi tokoh penjahat horor klasik.

Dengan modus serupa yang diperlihatkan terjadi berulang kali pada akhir film, penjahat dalam film The Rental sangat tepat dijadikan Jason Voorhees untuk para milenial. Melihat bagaimana Dave Franco sendiri sangat terbuka dengan kesempatan sekuel, rasanya masih ada begitu banyak ruang yang dapat dipenuhi oleh keberadaan karakter yang tidak diberikan nama ini.

Review The Rental

IFC Midnight

Selain dilihat secara tunggal, dari potongan-potongan adegan di akhir film yang menunjukkan pola sang pelaku, sedikit terlihat karakteristik korbannya yang lain. Sepertinya seluruh korbannya adalah orang kulit putih, bahkan pada salah satu adegan terlihat korbannya adalah orang kulit putih yang melakukan cultural appropriation orang kulit hitam dengan menata rambutnya bergaya cornrow.

Apabila diingat kembali di awal film, Mina yang memiliki nama Arab ditolak Ketika mengajukan penyewaan rumahnya, tetapi pengajuan Charlie, seorang pria berkulit putih, diterima sejam setelahnya.

Memang Taylor, penjaga rumah yang mereka temui, mengaku bahwa dia yang memilih langsung para calon penyewa rumah. Tetapi apabila itu hanya salah satu kebohongannya, selain kebohongannya bahwa pemilik rumah tersebut adalah kakaknya sendiri, sepertinya penjahat dalam The Rental memang hanya berencana untuk menargetkan orang-orang kulit putih.

Secara keseluruhan, The Rental dapat menghasilkan banyak kajian karakter yang sangat mendalam dan menarik untuk dipelajari. Meski hingga pertengahan film hanya terasa seperti drama hubungan biasa tanpa rasa tegang sama sekali, tokoh utama film ini masih memiliki banyak potensi yang dapat digali apabila dibuat sekuel selanjutnya.

Namun dengan akhir film yang cukup memuaskan, The Rental sangat cocok untuk diperhitungkan sebagai salah satu film horor thriller yang harus disaksikan tahun ini.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect