Connect with us
The Pianist (2002) Review
The Pianist (2002)

Film

The Pianist Review: Potret Seorang Pianis Yahudi Pada Masa Holocaust

Merasakan kengerian Holocaust dari sudut pandang seorang pianis Yahudi.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

The Pianist merupakan sebuah film karya Roman Polanski yang di rilis pada tahun 2002. Film ini dibuat berdasarkan sebuah kisah nyata dari seorang pianis Polandia keturunan Yahudi bernama Wladyslaw Szpilman. The Pianist menceritakan perjuangan hidup Szpilman di bawah tekanan perang yang berlangsung di Polandia pada masa Holocaust.

Wladyslaw Szpilman merupakan seorang pianis terkenal di kota Warsawa. Ia berasal dari sebuah keluarga Yahudi dengan penghasilan menengah atas. Szpilman digambarkan sebagai pria yang penuh pesona karena keahliannya dalam bermain piano. Karakter utama dalam film ini diperankan dengan sangat baik oleh Adrien Brody.

Namun, nasib Szpilman berubah saat ia mengetahui bahwa tantara Nazi akhirnya berhasil menduduki Polandia. Keamanan dirinya dan seluruh anggota keluarganya mulai dipertanyakan. Nazi mulai melarang dan menutup segala jenis bisnis yang dimiliki oleh Yahudi. Szpilman dan keluarga kebingungan saat pendapatan mereka mulai menipis. Bahkan, untuk makan sehari-hari saja sulit.

Kisah Bertahan Hidup Seorang Pianis di Masa Holocaust

Szpilman hanyalah seorang pianis. Ia tidak memahami bahaya apa yang sedang mengintai dirinya dan keluarga. (Warning spoiler) Sampai pada suatu malam para tentara Nazi mulai mendatangi rumah-rumah Yahudi. Szpilman melihat langsung bagaimana para tentara Nazi memperlakukan tetangganya dengan sangat brutal. Tentara Nazi menembaki para Yahudi secara membabi buta. Mereka bahkan tega menjatuhkan seorang pria penyandang disabilitas dari lantai atas rumahnya.

Sejak malam itu, Szpilman dan keluarganya dihantui rasa cemas. Pada akhirnya Nazi mengumumkan bahwa seluruh Yahudi akan dipindahkan ke sebuah kamp konsentrasi. Para Yahudi dipaksa untuk menaiki kereta yang penuh sesak, tidak terkecuali Szpilman dan keluarga. Namun, seorang polisi Yahudi mengenali Szpilman. Ia berhasil meloloskan Szpilman dari para tentara Nazi. Saat itulah Szpilman terpaksa harus meninggalkan anggota keluarganya yang lain demi bisa bertahan hidup.

The Pianist (2002) Review

The Pianist (2002) Review

Perjuangan Szpilman terus berlangsung. Penonton diperlihatkan bagaimana usahanya dalam bertahan hidup dengan cara kerja paksa di bawah pimpinan Nazi. Dirinya harus dituntut bekerja keras dengan upah yang sangat minim. The Pianist (2002) juga menceritakan usaha Szpilman dan para Yahudi yang lain membantu berlangsungnya sebuah pemberontakan Yahudi terhadap pihak Nazi. Pemberontakan tersebut dikenal sebagai Pemberontakan Warsawa.

Bukanlah hal yang mengherankan ketika Adrien Brody menyabet piala Oscar sebagai Aktor Terbaik saat memerankan Wladyslaw Szpilman. Adrien Brody memerankan karakter Szpilman dengan penuh penghayatan. Kesulitan dan kesedihan Szpilman dapat dirasakan juga oleh penonton. Kita bisa melihat bagaimana seorang pianis yang penuh pesona berubah menjadi seorang budak Yahudi bertubuh kurus dengan raut wajah penuh ketakutan.

Melihat Kejahatan Perang Melalui Sudut Pandang Seorang Survivor

Walaupun memiliki latar belakang cerita yang sama, namun The Pianist memiliki jalan cerita yang sangat berbeda dari film bertema Holocaust lainnya, contohnya seperti Schindler’s List. Tidak seperti kisah Schindler’s List yang diambil dari banyak sudut pandang setiap karakternya, The Pianist hanya memperlihatkan suasana perang dari sudut pandang seorang Wladyslaw Szpilman.

Jika kita amati, banyak sekali adegan dalam The Pianist yang diambil dengan latar belakang jendela. Penonton diajak untuk mengamati keadaan perang bersama Szpilman lewat jendela rumah atau apartemen tempat ia bersembunyi dari tentara Nazi. Hal tersebut menunjukkan bahwa cerita utama dalam film ini bukanlah menceritakan perang pada masa Holocaust, namun menceritakan perjuangan hidup Szpilman.

Latar tempat dalam film ini juga dibuat dengan sangat detail berkat arahan seorang Roman Polanski. Ternyata, Polanski juga merupakan seorang survivor Holocaust. Ia masih dapat mengingat dengan jelas bagaimana suasana suram Polandia saat Holocaust terjadi. Polanski mampu membuat penonton ikut merasakan kengerian perang pada masa itu.

Kesedihan dalam cerita ini juga ditambah dengan beberapa adegan Szpilman bermain piano. Salah satunya adalah adegan saat seorang prajurit Nazi bernama Kapten Hosenfeld (Thomas Kretschmann) memintanya untuk memainkan Chopin Ballade in G Minor. Seketika kita bisa kembali merasakan harapan dalam situasi kelam Warsawa yang sudah hancur ditangan Nazi.

Pada akhir cerita, kita dapat melihat bagaimana nilai-nilai kemanusiaan masih dapat kita temukan walaupun dalam keadaan sekacau Holocaust. Szpilman mungkin adalah orang yang sangat beruntung. Dirinya selalu mendapatkan bantuan dari orang lain saat bertahan hidup di bawah tekanan para tentara Nazi.

Secara keseluruhan, The Pianist merupakan sebuah film bertema Holocaust yang patut untuk ditonton. Dari film ini kita bisa melihat Holocaust dari sudut pandang yang berbeda. Kita bisa mengetahui fakta bahwa perang bukan hanya tentang kehancuran suatu negara, namun juga tentang terenggutnya kebebasan hidup manusia.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect