Connect with us
The Half of It Review: Bukan Cinta Segitiga Biasa
Netflix

Film

The Half of It Review: Bukan Cinta Segitiga Biasa

Premis menarik namun eksekusi kurang maksimal.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

The Half of It merupakan film drama remaja yang sudah rilis di Netflix sejak 1 Mei 2020 kemarin. Film ini dibintangi oleh Alice Wu, Leah Lewis, Daniel Diemer, dan Alexxis Lemire.

Bercerita tentang Ellie Chu, seorang gadis SMA keturunan Tionghoa yang sangat pandai menulis namun pendiam dan kikuk. Dengan kemampuannya, ia pun kerap menjual esai pada teman-teman satu kelasnya. Hingga suatu hari, ia dimintai tolong oleh Paul Munsky untuk membantunya menulis surat cinta yang ditujukan pada Aster Flores, perempuan paling sempurna dan populer di sekolahnya.

The Half of It Review

Netflix

Film remaja satu ini sempat mendapatkan banyak ulasan positif karena mengangkat kaum minoritas sebagai karakter utama. Dibandingkan dengan film drama remaja Amerika pada umumnya dengan latar lokasi kota besar, The Half of It memiliki sebuah kota kecil dengan nilai konservatif yang masih tinggi.

Porsi Voice Over yang Terlalu Banyak dan Referensi yang Tidak Relevan

Ada banyak unsur teknikal atau produksi dari film ini yang sudah sering kita temukan pada film drama remaja Amerika. Pertama, teknik narasi menggunakan voice over dari pemeran utama. Film dibuka dengan narasi dari karakter Ellie Chu tentang legenda terciptanya belahan jiwa menurut bangsa Yunani kuno.

Begitu juga percakapan antara Ellie dan Aster melalui surat yang juga ditampilkan menggunakan voice over dipadukan dengan adegan-adegan footage sehari-hari mereka. Unsur ini terlalu banyak disematkan pada awal-awal film dan sedikit mengganggu.

Namun, mulai berkurang intensitasnya menuju pertengahan film. Ditambah lagi penampilan visual aplikasi chat yang ditampilkan pada layar, unsur ini juga sangat banyak diadaptasi oleh film drama Amerika modern.

The Half of It Netflix

Netflix

Banyak juga referensi film lawas dan buku filosofi berat yang disematkan dalam film ini. Dengan segmentasi untuk anak remaja zaman sekarang, mungkin referensi-referensi tersebut tidak akan terlalu menyentuh hati penontonnya karena tidak relevan. Namun, referensi dapat memberikan sentuhan pada watak karakter Ellie dan Aster.

Persahabatan Ellie dan Paul yang Menyenangkan Untuk Diikuti

Diceritakan bahwa ternyata tak hanya Paul yang jatuh cinta dengan Aster, Ellie diam-diam juga menyimpan perasaan pada Aster. Hal ini merupakan kisah cinta segitiga yang tidak biasa dan cukup unik. Namun, justru yang menarik untuk diikuti adalah perkembangan jalinan persahabatan antara Ellie dan Paul. Leah Lewis dan Daniel Diemer berhasil menciptakan chemistry persahabatan yang unik.

Pertemanan mereka berkembang secara bertahap, mulai dari hubungan “bisnis” hingga persahabatan dimana keduanya saling mendukung dan peduli. Tak selalu serius dan menyentuh hati, ada juga materi humor yang disempatkan untuk membuat cerita terasa ringan dan santai. Kedua aktor ini telah berhasil mengeksekusi perannya masing-masing dengan kualitas akting yang juga mumpuni.

Adanya Adegan Membingungkan dan Eksplorasi Materi yang Kurang Maksimal

The Half of It tampaknya terlalu sibuk mengeksplorasi proses menulis surat dan hubungan antara Ellie dan Paul terlalu banyak pada awal kisah. Hal ini membuat porsi untuk menuju babak penutup menjadi tidak terlalu banyak tersisa. Kita akan disuguhkan adegan yang membingungkan tanpa latar belakang yang jelas atas tindakan dari salah satu karakter. Hal tersebut pun dibiarkan tak terjawab hingga akhir film.

Alexxis Lemire sebetulnya membawakan akting yang bagus sebagai Aster. Ia memang tidak banyak bicara, namun kita bisa melihat dari ekspresi wajahnya pada setiap adegan bahwa ia memiliki emosi yang dipendam. Mengharapkan emosi tersebut akhirnya dibuka pada akhir kisah, hal tersebut pun tidak pernah terjadi. Penonton tidak akan mendapatkan closure yang jelas akan perasaan Aster akan segala hal yang terjadi disekitarnya.

Secara keseluruhan, The Half of It merupakan film remaja dengan latar dan premis yang menarik. KIsah persahabatan antara Ellie dan Paul sangat menghibur untuk ditonton. Namun, justru pesan krusial yang ada dalam kisah ini tidak diakhiri dengan statement yang memberikan kejelasan.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect