Connect with us
The Crown Season 5 Review
Netflix

TV

The Crown Season 5 Review

Lineup aktor/aktris lanjutkan kualitas pendahulu, presentasi naskah kurang rapi dan fokus.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“The Crown” Season 5 menjadi babak baru dari serial drama adaptasi kehidupan mendiang Ratu Elizabeth II, beserta keluarga bangsawan, menyongsong era modern pada 1990-an.

Bagi yang sudah familiar dengan konsep dari Netflix Original terpopuler ini, pergantian era yang diikuti dengan pergantian aktor/aktris selalu setiap dua season sekali. Masih dalam kendali Peter Morgan sebagai creator serial, Season 5 tidak hanya menantang bagi tim produksi, namun bagi publik dan reputasi kerajaan Inggris saat ini.

“The Crown” Season 5 sekilas menunjukan bagaimana kita akan menyaksikan saat-saat terburuk bagi keluarga kerajaan, kemudian mempengaruhi posisi mendiang Ratu sebagai pucuk monarki. Asumsi tersebut sempat membuat beberapa pihak dari kerajaan Inggris risih menjelang perilisan “The Crown” Season 5 di Netflix.

Dari sisi timing, rasanya juga cukup mengancam reputasi Raja Charles III yang baru saja naik tahta. Karena sudah bukan rahasia lagi era 90-an menjadi mimpi buruk baginya dengan skandal cinta segitiga. Melibatkan Diana dan Camilla yang dieksploitasi layaknya gosip selebriti sebagai hiburan.

Apakah Season 5 akan menghancurkan reputasi Raja Charles III kembali, atau justru memberikan pencerahan akan kisah dibalik skandal kerajaan pada masa terburuk tersebut?

The Crown Season 5 Review

Tahun-tahun Terburuk dalam Masa Pengabdian Ratu Elizabeth II

“The Crown” timeline terbaru akan mengeksplorasi reputasi kerajaan Inggris pada tahun 1991 hingga 1997. Sudah dipastikan bahwa serial drama ini akan berakhir pada Season 6.

Dalam season-season sebelumnya, kita sebetulnya juga sudah melihat masalah dan bencana yang menantang posisi Elizabeth II sebagai pemimpin monarki. Ia juga telah menghadapi banyak transisi dan penyesuaian yang lebih modern yang tidak dialami oleh raja dan ratu yang mengabdi sebelumnya. Menjadi ratu pertama yang upacara penobatannya di tayangkan di BBC, hingga ratu pertama yang menyampaikan pesan broadcast melalui televisi.

Namun, “The Crown” Season 5 menjadi tantangan terbaru, bisa jadi yang terbesar bagi Elizabeth II. Tidak ada yang bisa menyalahkan bahwa Elizabeth II diberkati umur yang panjang. Namun usianya yang kala itu telah memasuki kepala 6, relevansinya dengan dunia modern mulai dipermasalahkan. Satu-satu persatu pernikahan anaknya juga mulai diambang kehancuran, termasuk Charles yang saat itu masih menjadi pangeran dan menikah dengan wanita yang paling dicintai oleh masyarakat, Diana Spencer.

Ketika kita berpikir Season 5 akan menjadi bom atom, season ini tampaknya masih menjadi prolog dari momen terbesar yang kita semua sudah tahu; kematian Diana Spencer pada 1997.

The Crown Season 5 Review

Presentasi Naskah Per Episode yang Kurang Fokus

Berbeda dengan season-season sebelumnya, “The Crown” Season 5 memiliki presentasi per episode yang tidak konsisten kualitasnya. Jika pada season pendahulunya, setiap episode memiliki agenda atau peristiwa khusus yang hendak dikupas secara tuntas, dengan eksekusi narasi yang fokus. Serta berhasil mengedukasi penontonnya akan sejarah yang tidak pernah kita perhatikan sebelumnya.

Contohnya saja pada Season 4, episode 7 bertajuk ‘The Hereditary Principle’ yang mengungkap anggota keluarga kerajaan Inggris yang diasingkan karena memiliki penyakit mental. Sebelumnya pada Season 3, episode 4 ‘Bubbinkins’ mencerahkan dengan kisah bangsawan yang menggugah, Putri Alice, ibu dari mendiang Pangeran Philip.

Season 5 menjadi season yang cukup hambar. Kita tidak sajikan rasa-rasa episode seperti yang telah disebutkan. Ada satu dua episode yang mengungkit masa lalu, namun didominasi dengan drama dan skandal keluarga bangsawan saja. Masa krisis dalam pernikahan Charles dan Diana juga menjadi distraksi yang sangat besar pada setiap episode, dipresentasikan dengan setengah hati.

Namun, ‘Queen Victoria Syndrome’ sebagai episode pertama, menjadi pembuka yang cukup jelas menggaris bawahi salah satu masalah Ratu Elizabeth II memasuki era modern. Episode 3, ‘Mou Mou’ menjadi episode menarik untuk disimak, memperkenalkan kita pada sosok Mohammed Al-Fayed (diperankan oleh Salim Daw). Sementara pada episode ‘The Way Ahead’, kita akan melihat sisi lain dari Pangeran Charles saat menghadapi krisis reputasi.

Penampilan Perdana Lineup Aktor/Aktris Terbaru

“The Crown” Season 5 menghadirkan sederet aktor dan aktris terbaru. Mereka bisa dibilang memiliki beban yang cukup besar karena season-season sebelumnya selalu menghadirkan penampilan yang memukau. Claire Foy dan Olivia Colman yang sebelumnya telah memerankan Elizabeth II, sama-sama telah mengantongi kesuksesan dalam Emmy Award. Mampukah Imelda Staunton meraih prestasi yang sama?

Melalui penampilan perdananya di Season 5 ini, Ia tergolong telah melanjutkan kualitas dari aktris pendahulunya. Bersama dengan Jonathan Pryce sebagai Pangeran Philip, keduanya menyajikan penampilan yang bisa diterima. Meski Pryce belum memiliki banyak porsi untuk unjuk gigi.

Elizabeth Debicki dan Dominic West juga memberikan penampilan akting yang berkualitas, bisa jadi menandingi duo Charles dan Diana pada Season 4. Episode 9, ‘Couple 31’ memang bukan episode terbaik, naskah dan editing-nya juga salah satu yang berantakan. Namun episode ini menjadi penampilan emosional antara Pangeran Charles dan Putri Diana untuk terakhirnya. Berhasil dieksekusi oleh kedua aktor utama ini.

Secara keseluruhan, “The Crown” Season 5 memiliki sedikit penurunan kualitas dalam presentasinya, terutama dalam presentasi akhir yang kurang mantap. Naskahnya bisa jadi masih bagus, namun sepertinya mulai mengalami masalah dalam proses post-production. Menghasilkan lineup episode yang tidak sesolid dan fokus season pendahulu “The Crown”, namun tidak terlalu buruk untuk membuat kita tetap stay tune dan menantikan season finale.

The Wonder The Wonder

The Wonder Review: Premis Sederhana yang Melebihi Ekspektasi

Film

avatar 2 avatar 2

Film & Serial Terbaru Desember 2022

Cultura Lists

Unicorn Store Review Unicorn Store Review

Unicorn Store Review: Sulitnya Jadi Orang Dewasa dengan Optimisme

Film

Wednesday Review Wednesday Review

Wednesday Review: Petualangan Wednesday Addams di Nevermore Academy

TV

Connect