Connect with us
Sisu
Cr. Lionsgate

Film

Sisu Review: John Wick Versi Finlandia Melawan Nazi

Mirip John Wick, namun memiliki ciri khasnya sendiri sebagai film Finlandia berlatar pasca Perang Dunia II.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Ada yang lebih mengerikan dan mengintimidasi dari sekadar orang yang kuat dan tahan banting, yaitu orang yang tak muda menyerah dan menolak untuk mati. Ada lagi sosok jagoan tahan banting lagi dalam skena perfilman seperti John Wick, kali ini dari Finlandia. “Sisu” merupakan film action thriller yang disutradarai oleh Jalmari Helander, dibintangi oleh Jorma Tommila sebagai Aatami Korpi.

Telah melalui banyak hal dalam perang, merenggut nyawa hingga kehilangan orang-orang yang ia cintai, Aatami Korpi memutuskan untuk meninggalkan perang dan bertahan hidup sendiri di belantara Finlandia pasca Perang Dunia II. Namun, Korpi ditantang untuk menunjukan kemampuannya kembali ketika sekelompok tentara Nazi hendak merampok emas yang baru saja ia tambang untuk melanjutkan hidup setelah perang usai.

Belakangan ini semakin banyak film action thriller berlomba untuk menampilkan jagoan mereka. Dengan sekuen laga dinamis dan brutal, didukung dengan produksi ledakan dan lokasi-lokasi modern yang megah. “Sisu” sebetulnya memiliki konsep yang serupa, namun menghadirkan sesuatu yang baru dengan milih latar pasca perang pada tahun 1945 yang tak kalah megahnya.

Sisu Review

Kenalan dengan Aatami Korpi, Sosok Legenda Mematikan pada Perang Dunia II

Banyak yang membandingkan protagonis “Sisu” dengan John Wick yang dibintangi oleh Keanu Reeves. Penilaian itu tidak ada salahnya, namun Aatami Korpi yang dibintangi oleh Jorma Tommila patut diberi apresiasi dengan daya tariknya sendiri.

Konsep yang sama membuat karakter seperti John Wick dan Korpi mampu meng-carry film action thriller seperti ini. Bagaimana penulis naskah membekali karakter dengan satu motivasi yang justru sederhana dan tidak terlalu kompleks, satu emosi kuat dan fokus. Jika John Wick digerakan oleh dendam, Korpi digerakan oleh tekad.

‘Sisu’ sendiri merupakan istilah dalam bahasa Finlandia yang disebutkan dalam film hampir sulit diterjemahkan dalam bahasa lain. Namun kurang lebih, ‘Sisu’ bagi orang Finlandia merupakan suatu emosi yang melambangkan tekad dan keberanian. Emosi inilah yang berhasil diaplikasikan oleh penulis naskah dalam menciptakan karakter sekuat Aatami Korpi.

Terlebih lagi, keberadaan Korpi sejak awal tidak mengancam bagi penonton. Pada babak pertama, ia hanya tampil sebagai penambang emas. Tidak banyak bicara, hidup tenang dengan anjing dan kudanya di padang belantara. Ketika ancaman mendekatinya, penonton hanya bisa berharap pria tua ini ternyata bisa membela diri dan betapa melegakannya ketika kita melihat aksi pertama dari Korpi melawan tentara Nazi yang tampak tak lebih dari komplotan bandit dalam skenario ini.

Sisu Review

Plot Fokus dengan Sekuen Aksi, Perlawanan, dan Penebusan yang Menghibur

“Sisu” memiliki presentasi plot ala film western Hollywood klasik dengan babak penanda. Dengan substansi chapter yang sesuai dengan judulnya, elemen ini membuat film jadi semakin muda dan menyenangkan untuk diikuti. Setiap babak juga memiliki adegan yang monumental untuk diingat. Penonton penggemar action thriller dijamin bakal mengingat-ingat adegan yang jadi adegan favorit mereka dalam “Sisu”.

Meski secara keseluruhan film ini temanya serius, sekuen action yang ditampilkan ada unsur komedinya juga (meskipun sepertinya tidak dimaksudkan oleh penulis naskahnya). Ada juga momen-momen yang menegangkan dan suasana suspense-nya berhasil dieksekusi. Film ini mungkin tidak memiliki kompleksitas penokohan, sangat jelas siapa penjahat, pahlawan, dan korban dalam skenarionya.

Tidak ada hal yang lebih memuaskan dari melihat pria tua yang bertekad besar dan pantang menyerah membantai pasukan Nazi yang semenah-menah. Sebetulnya letak kesenangannya ada dalam premis tersebut, yang kemudian dikembangkan dalam serangkaian agenda pengejaran dan perlawanan yang seru. Selalu ada ‘wow’ momen yang membuat penonton bersemangat, terutama pada babak terakhir.

Sinematografi Alam Finlandia yang Indah dengan Segala Kebrutalan Perangnya

Sepanjang film “Sisu” menampilkan pesona padang belantara Lapland. Mulai dari pemandangan padang tumbuhan liar yang menawan dan indah pada babak pertama, hingga akhirnya secara perlahan berubah menjadi belantara brutal penuh dengan jenazah dan ladang ranjau. Salah satu transisi latar yang memukau dari film ini dari segi artistik. Ada juga adegan-adegan bawah air yang juga dipresentasikan dengan sinematografi yang berkualitas tinggi.

Ibarat naskah action-nya mirip “John Wick”, sinematografinya memiliki kualitas yang sama dengan film survival drama “The Revenant”. Perpaduan konsep yang sangat menarik dan membuktikan bahwa film action thriller juga bisa memiliki eksekusi sinematografi yang cinematic meski tanpa ledakan dan properti dalam latar modern.

“Sisu” juga menghadirkan banyak adegan kekerasan yang brutal dan gore. Ada juga momen dimana kita harus melihat Korpi menahan rasa sakit dari luka-luka yang bikin ngilu, tata rias film ini juga patut diapresiasi untuk menampilkan luka-luka yang menyakinkan dan detalil.

Secara keseluruhan, “Sisu” merupakan film action thriller yang naskahnya sederhana, namun fokus dan diisi dengan penokohan protagonis yang kuat serta racikan sekuen adegan action berlatar Perang Dunia II yang memberikan ciri khas tersendiri, di tengah ramainya film action masa kini yang berlatar modern.

Late Night with the Devil Late Night with the Devil

Late Night with the Devil Review: Mimpi Buruk Talk Show Tengah Malam

Film

In a Violent Nature Review In a Violent Nature Review

In a Violent Nature Review: Slasher Horror dari Sudut Pandangan Pembunuh

Film

The Iron Claw Review The Iron Claw Review

The Iron Claw Review: Biopik Tragedi Pegulat Von Erich Bersaudara

Film

Furiosa A Mad Max Saga Review Furiosa A Mad Max Saga Review

Furiosa: A Mad Max Saga Review – Masa Lalu dan Dendam Furiosa

Film

Connect