Connect with us
Senior Year
Netflix

Film

Senior Year: Nostalgia 90’s Chick Flick & Parodi Gen Z yang Menghibur

Coming of age, quarter-life crisis, dan gap generasi.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Pada 1999, Stephanie (Angourie Rice) berhasil menapaki tangga kepopuleran di SMA-nya. Menjadi kapten pemandu sorak, berpacaran dengan laki-laki paling tampan di sekolah, dan bersiap untuk mengklaim tahtanya sebagai prom queen. Sayangnya, kecelakan terjadi dan membuat Stephanie (Rebel Wilson) koma selama 20 tahun dan terbangun di usia 37 tahun.

“Senior Year” merupakan film drama komedi terbaru di Netflix. Disutradarai oleh Alex Hardcastle, film ini juga menjadi kembalinya Rebel Wilson dalam film dengan penampilan terbarunya. Beberapa minggu ini hampir tidak ada rilisan Original Netflix yang benar-benar menghibur, apalagi dalam kategori drama komedi. Membuat kita cukup pesimis ketika ada judul baru. Namun tampaknya “Senior Year” menjadi sajian komedi terbaru yang kental dengan nostalgia (terutama bagi kita para generasi 90an hingga 2000an awal) dan benar-benar menghibur.

Senior Year

Nostalgia Remaja 90an & Trend Kapten Pemandu Sorak yang Populer

Film chick flick seperti “Clueless” (1998) dan “Mean Girls” (2004) merupakan yang populer pada masanya. Trendsetter bagi remaja era 2000an, dimana tolak ukur remaja perempuan keren adalah memiliki penampilan sempurna, populer di sekolah, berpacaran dengan laki-laki paling tampan dari tim olahraga tertentu, dan yang paling utama, memenangkan prom queen.

Materi nostalgia tersebut akan kembali terasa pada prolog, dimana  Stephanie masih tampak  muda, diperankan oleh Angourie Rice. Gambaran sempurna protagonis chick flick dengan ras kaukasia dan rambut pirang. Mulai dari gaya berpakaian, dekorasi kamar Stephanie, adegan pemandu sorak yang tampil ala “Bring It On” dan alunan lagu-lagu mulai dari Britney Spears hingga Shania Twain.

Ada banyak kejutan dan referensi 90-an yang bisa kita nikmati melalui film ini, salah satunya parodi video klip “Crazy” dari Britney Spears oleh Rebel Wilson dengan modifikasi gen Z yang tak mengurangi keseruan. Dan masih ada banyak kejutan yang disaksikan, terutama bagi kita penggemar film chick flick.

Melihat dua generasi yang bertabrakan dalam “Senior Year”, milenial dan gen Z dalam film ini akan menjadi pengalaman yang menarik. Selama ini kita mungkin tidak menyadari seberapa jauh generasi telah mengalami perubahan. Melalui karakter Stephanie yang koma selama 20 tahun, kita akan menyadari gap generasi yang sangat mencolok.

Ketika generasi kita hanya ingin bersenang-senang dan memiliki obsesi kekanakan-kanakan seperti memenangkan tiara prom queen, generasi masa kini memiliki kesadaran besar pada isu sosial seperti kesetaraan gender dan sebagiannya. Materi tersebut disajikan sebagai parodi yang lucu dalam naskah “Senior Year” tanpa merendahkan gen Z.

Rebel Wilson sebagai Ratu Drama Komedi yang Lucu

Dalam sebuah wawancara media, Rebel Wilson sempat mengungkapkan bahwa agensi tidak terlalu mendukung keputusannya untuk menurunkan berat badan. Terkenal melalui film komedi seperti “Pitch Perfect”, Wilson memang sempat masuk dalam typecast aktris yang berperan sebagai wanita dengan bobot besar sebagai subyek komedi. Rebel Wilson boleh kehilangan berat badan, namun Ia tidak kehilangan selera humor. Ia tidak harus selalu menjadi aktris dengan berat lebih untuk sukses di skena film komedi.

Dalam “Senior Year” Ia memberikan penampilan yang menyenangkan sebagai wanita 37 tahun yang masih terjebak dalam mental remaja 17 tahun dari era 90an. Ia tampil seperti Cher Horowitz yang tersesat di film drama komedi masa kini. Interaksinya dengan aktor lainnya juga menyenangkan untuk diikuti. Mulai dari rivalnya, Tiffany (Zoe Chao), sahabat lamanya, sahabat terbarunya, hingga sang ayah (Chris Parnell). Baik dalam membawa skit komedi, maupun adegan dengan dialog yang emosional.

Skenario yang Menyenangkan Sekaligus Memiliki Pesan Positif

Film drama komedi seperti “Senior Year” memang kerap memiliki plot yang tidak masuk akal dan klise. Salah satunya saja bagaimana Stephanie bisa langsung kembali ke sekolah tanpa terapi fisik setelah 20 tahun koma. Hingga akhir bahagia dimana semua karakter mendapatkan yang mereka ingin. Namun itulah semangat yang telah dilupakan banyak film komedi masa kini. Tak sekedar membuat materi komedi tanpa berusaha menyinggung pihak tertentu, namun harus ada pesan sederhana yang disampaikan. Kita tidak perlu memikirkan bahwa karakter antagonis harus mendapatkan imbasnya, atau bagaimana kelanjutan hidup Stephanie yang dianggap terlambat untuk menjadi dewasa.

Selain telah mengeksekusi banyak skit komedi yang benar-benar lucu, setiap dialog yang ditulis dalam film ini juga menyenangkan untuk disimak. Setiap karakter memiliki porsi untuk menyampaikan dialog yang berkesan dan patut kita post sebagai quote di media sosial kita.

Setelah sekian lama kita menanti-nanti film drama komedi Amerika yang selucu era 2000an, “Senior Year” menjadi Original Netflix yang akhirnya membuat kita bernostalgia dan tertawa.

Triangle of Sadness Triangle of Sadness

Triangle of Sadness Review: Satir Tentang Kesetaraan Duniawi

Film

first blood 1982 first blood 1982

First Blood Review: Awal Perjuangan Rambo Menghadapi Trauma Perang 

Film

Slumberland Review Slumberland Review

Slumberland Review: Petualangan Nemo & Flip Lari dari Kenyataan

Film

The Holiday The Holiday

The Holiday Review: Tontonan Musim Liburan yang Ringan & Romantis

Film

Connect