Connect with us
Photo by Richard Shotwell/Invision/AP

Music

Selena Gomez: De Una Vez Single Review

Tak ada improvisasi, Selena Gomez justru sukses jadikan “De Una Vez” catchy.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Setelah sukses dengan “Taki Taki” bersama Cardi B, Ozuna, dan DJ Snake, Selena Gomez kembali dengan single berbahasa Spanyol. “De Una Vez” meluncur pada pertengahan bulan Januari kemarin; menjanjikan apa yang selama ini belum berhasil disuguhkan Selena Gomez dalam rilisannya.

Bernyanyi dalam bahasa Spanyol memang bukan satu hal yang cukup aneh untuk Gomez. Mengingat penyanyi Meksiko-Amerika ini memiliki darah Spanyol. Untungnya sejauh ini, dua lagu Spanyol yang dibawakan Gomez memang jauh lebih memuaskan daripada rilisan berbahasa Inggris darinya.

‘Rare’ yang cukup menjadi gebrakan di awal tahun 2020 kemarin memang berhasil membawa nyawa tersendiri untuk Gomez. Setelah sebelumnya, musikalitas sang penyanyi sempat diragukan. Kurangnya improvisasi serta pendalaman vokal pada ‘Rare’ pun nyaris bisa dimaafkan.

“De Una Vez” sebenarnya belum cukup menunjukan improvisasi dari Gomez. Single reggaeton yang digarap bersama Tainy, produser yang sebelumnya sukses melahirkan hits demi hits untuk Bad Bunny dan J Balvin, ini pun tidak begitu berhasil memberikan spotlight untuk vokal Gomez. Selena Gomez masih bernyanyi dengan nada yang nyaris flat. Tak ada gelimang vokalisasi yang membuat pendengarnya berdecak.

Suara Gomez seolah kurang memberikan tendangan emosi yang dibutuhkan untuk lagu mengenai patah hati dan penemuan diri sendiri ini. Terlebih, “De Una Vez” hanya sepanjang 2 menit. Menjadikan lagu ini semakin tidak memiliki klimaks berarti.

Diluar sisi mengecewakan di atas, “De Una Vez” justru sangat nyaman untuk didengarkan. “De Una Vez” merupakan tipe lagu yang akan menyenangkan didengarkan sambil melakukan pekerjaan rumah. Tidak cukup menjadi distraksi. Namun justru catchy untuk didengarkan berkali-kali.

Beat dengan gaya reggaeton dan elemen musik latin yang kaya memang sangat mudah membuat lagu terdengar ketinggalan jaman. Overdone dan terlalu banyak diadaptasi dalam berbagai irama berbeda. Untungnya, Tainy bersama Jota Rosa, Albert Hype & NEON16 yang menggarap “De Una Vez” berhasil menghindari hal tersebut. “De Una Vez” diramu dengan tempo medium yang tidak terlalu cepat.

Di satu sisi memang membuat lagu terdengar datar dan membosankan. Sedangkan di sisi lain, ini justru menjadikan “De Una Vez” berbeda dengan lagu latin reggaeton lain. Selain juga irama tersebut memang sesuai dengan warna vokal Gomez.

Ini merupakan satu hal lain yang menjadi keunggulan “De Una Vez” Gomez memang belum mampu menunjukan kualitas terbaiknya sebagai penyanyi melalui vokalisasi yang berkilau. Namun Gomez justru sukses memilih irama, tempo, sampai beat yang tepat dengan karakter serta warna suaranya. Menjadikan “De Una Vez” sangat catchy untuk didengarkan berulang-ulang. Satu hal yang sebelumnya tidak berhasil disuguhkan Gomez dalam album maupun single rilisannya.

Bagi yang mengharapkan lagu latin-reggae dengan tempo cepat yang bisa mengajak bergoyang, “De Una Vez” akan mengecewakan. Sebaliknya, jika mencari lagu untuk diputar di latar belakang saat bekerja; lagu yang tidak akan membosankan meski di-repeat berkali-kali, “De Una Vez” jadi pilihan tepat.

“De Una Vez” digadang-gadang sebagai lead single untuk project terbaru Selena Gomez. Mungkinkah album berikutnya akan dirilis dalam bahasa Spanyol sepenuhnya dengan vibe mirip “De Una Vez”? Bila betul maka Gomez akhirnya akan membuat album yang jauh lebih baik daripada ‘Rare’.

Click to comment
Advertisement
Cultura Live Session
Connect