Connect with us
Rurouni Kenshin The Final
Photo: Nobuhiro Watsuki/shueisha

Film

Rurouni Kenshin: Final Chapter Part I – The Final

Masih mempertahankan produksi maksimal meski bukan naskah terbaik dalam franchise.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Pada 1879, Kenshin harus berhadapan dengan musuh terbesar sekaligus mantan saudara iparnya, Enishi Yukishiro. Babak ini akan menjadi babak pengungkapan masalah lalu tragis dari Kenshin pada kawan-kawan sekaligus awal dari masa depan Kenshin bersama orang yang Ia peduli.

Buat para penggemar anime maupun manga Samurai X (Rurouni Kenshin) pastinya sudah mengetahui bahwa musuh terakhir yang harus dihadapi oleh Kenshin adalah mantan saudara iparnya sendiri, Enishi Yukishiro.

“Rurouni Kenshin: The Final” hendak mendramatisir dan menghidupkan reuni balas dendam dengan kekompleksan dilema dan situasi antara Kenshin dan Enishi. Rurouni Kenshin sendiri telah memiliki pamor sebagai salah satu franchise live action terbaik yang dieksekusi dengan maksimal. Sekuel keempat dari Rurouni Kenshin mempertahankan reputasi tersebut?

Rurouni Kenshin: The Final Review

Bukan Naskah Terbaik, Namun Masih Menghargai Materi Originalnya

Jika dibandingkan dengan tiga film sebelumnya, “Rurouni Kenshin: The Final” bisa dibilang merupakan film dengan ranking terendah. Dalam segi penulisan naskah, plot atau alur yang disajikan kurang memikat untuk diikuti, terutama bagi penggemar baru yang sama sekali tidak mengikuti anime dan manganya.

Meski begitu, penulisan karakter Enishi Yukishiro sudah sangat bagus. Mulai dari desain karakter, prinsip, serta motifnya sangat jelas. Enishi merupakan karakter antagonis dengan latar belakang yang realistis, kompleksitas akan rasa dendam dan tindakan yang Ia ambil mampu membuat penonton dilema. Kemudian berpadu dengan karakter Kenshin yang sudah mantap dalam franchise ini sejak awal.

Terendah antara yang terbaik, “Rurouni Kenshin: The Final” masih konsisten dengan mempertahankan materi aslinya. Terutama kisah utama yang berhubungan protagonis kita, Kenshin. Ada sedikit kelemahan pada kisah karakter pendukung dalam semesta Samurai X yang sayangnya tidak terlalu dikembangkan dalam live action-nya. Namun tidak mempengaruhi plot pertama sebagai sebuah film dengan alur yang jelas.

Rurouni Kenshin: The Final Review

Koreografi Pertarungan yang Dinamis dan Menggugah

Sudah memasuki sekuel keempat, tim produksi masih mempertahankan kualitas produksi proyek live action ini. Mulai dari sinematografi, properti, dan lokasi syuting, sudah tidak mengejutkan lagi bahwa tim produksi berani maksimal.

Satu kelemahan ada pada musik latar atau scoring yang kurang remarkable. Pada proses produksi satu ini, editor tampak tidak yakin dengan tema scoring seperti apa yang hendak diaplikasikan. Namun, bukan kekurangan yang terlalu mencolok.

Koreografi pertarungan bisa jadi poin paling unggul dalam “Rurouni Kenshin: The Final”. Mulai dari adegan pembuka, kita akan langsung melihat pertarungan yang memberikan statement pada Enishi Yukishiro sebagai karakter antagonis pertama dalam film ini. Semacam memberikan perkenalan yang tidak bisa dilupakan oleh penonton.

Seiring berjalannya film, kita akan terus disuguhkan dengan berbagai adegan pertarungan dengan koreografi yang menggugah, didukung dengan pengaturan angle kamera dan sinematografi yang artistik. Sutradara dan koreografer tampak sangat maksimal dalam menciptakan satu per satu adegan pertarungan atau duel dalam film ini.

Ekspektasi akan Rurouni Kenshin: The Beginning

Meski The Final merupakan babak terakhir dari kisah Kenshin si Battosai, “Rurouni Kenshin: The Beginning” akan menjadi film terakhir dari franchise ini. Jika The Final merupakan konsekuensi yang terjadi karena masa lalu Kenshin, The Beginning akan membawa kita mundur dari semua sekuel dalam franchise ini tentang masa lalu Kenshin.

Melihat dari empat film Rurouni Kenshin, setidaknya produksi film yang artistik akan menjadi ekspektasi yang sudah tidak diragukan lagi. Kisah yang melankolis berpadu dengan kegarangan dari Kenshin yang masih menjadi Battosai mungkin akan menjadi nuansa yang mendominasi film terakhir Rurouni Kenshin. “Rurouni Kenshin: The Beginning” akan rilis di Netflix pada 30 Juli 2021.

Mungkin sudah tidak menjadi kejutan lagi bagi para penggemar OG dari Samurai X, namun live action satu ini telah berhasil menghadirkan sesuatu yang baru tanpa meninggalkan materi originalnya.

Menghidupkan hiburan dua dimensi menjadi live action yang lebih maksimal dan benar-benar hidup. Menonton film-film Rurouni Kenshin terasa seperti menonton film drama Jepang bertema samurai pada umumnya yang natural dan terasa sinematik.

Click to comment

Memoir of A Murderer Review Memoir of A Murderer Review

Memoir of A Murderer Review

Film

Prey netflix review Prey netflix review

Prey Review: Pemburu Misterius yang Mengincar Para Pendaki

Film

Kate Netflix Kate Netflix

Kate Review: Film Action Gaya Hollywood dengan Estetika Jepang

Film

Masa Keemasan Hollywood: ‘Blessing in Disguise’ Pasca Depresi Ekonomi Masa Keemasan Hollywood: ‘Blessing in Disguise’ Pasca Depresi Ekonomi

Masa Keemasan Hollywood: ‘Blessing in Disguise’ Pasca Depresi Ekonomi

Culture

Advertisement
Connect