Connect with us
Rent-A-Pal
IFC Midnight

Film

Rent-A-Pal Review: Menjalin Persahabatan melalui Layar Televisi

Sebuah kisah horror psikologikal tentang David dan kesendiriannya.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Rent-A-Pal baru saja dirilis awal September lalu dan langsung mendapatkan banyak ulasan sejak perilisannya. Film ini menjadi salah satu film di tahun 2020 yang mengusung genre thriller dan psikologikal horror. Selain menyutradarai film ini, Jon Stevenson juga bertanggung jawab dalam penulisan skenarionya.

Rasa kesepian dan kesehatan mental sepertinya menjadi tema utama dalam film ini. Karakter utama diperankan oleh Brian Landis Folkins. Ia berperan sebagai seorang pria paruh baya bernama David. Kondisi ibunya, Lucille (Kathleen Brady) yang sudah tua dan menderita dementia memaksa David untuk mengurus sang ibu sendirian.

Di umur yang menginjak 40 tahun, David merasakan kesepian yang mendalam. Ia tidak mempunyai seorang teman, apalagi seorang pacar. Ia menghabiskan hari-harinya dengan kesibukan mengurus ibunya dan juga rumah yang mereka tinggali. Namun, David terus berusaha untuk mendapatkan seorang pacar melalui sebuah biro perjodohan.

Rent-A-Pal

IFC Midnight

Film ini memiliki latar waktu tahun 1990, tentu saja pada masa itu biro perjodohan tidak secanggih Tinder di masa kini. Sebuah perusahaan biro jodoh bernama Rendezvous TV mencoba membantu David menemukan teman hidup yang cocok dengannya. Setiap hari David harus menonton belasan video VCR berisi profil para wanita untuk menemukan seseorang yang menarik hati, namun Ia belum menemukan wanita yang dapat mengerti kondisinya.

Saat mendatangi kantor Rendezvous TV, ia tidak sengaja melihat tumpukan VHS dengan bandrol diskon. Salah satu VHS tersebut berjudul Rent-A-Pal dengan cover bergambar seorang pria bernama Andy (Will Wheaton) yang menjanjikan sebuah kebahagiaan bagi para penonton setelah menyaksikan VHS miliknya. David mengambil VHS tersebut dan membelinya.

David menyaksikan VHS yang baru saja ia beli, seorang pria bernama Andy terlihat sedang duduk di sebuah sofa. Dengan senyuman yang sangat ramah, ia menyapa penonton seolah-olah dapat melihat mereka secara langsung lewat layar televisi. David merasa aneh dan canggung saat pertama kali bertemu Andy. Namun, lama-kelamaan Ia mulai menjawab setiap pertanyaan yang diutarakan oleh Andy. Bahkan, David tertawa kencang saat mendengar leluconnya. David merasakan sebuah koneksi telah terjalin antara dirinya dan Andy. Rasanya seperti baru saja menemukan seorang sahabat yang dapat mengerti dan menerima keadaannya.

David mengulang VHS tersebut setiap hari, sampai Ia hafal setiap dialog yang keluar dari teman virtualnya. Hari-harinya semakin berwarna sejak ia bertemu dengan Andy. Sampai akhirnya sebuah keganjilan terjadi. Andy hanyalah sebuah rekaman dari sebuah VHS, namun tiba-tiba David mendengar Andy menyebut namanya. Tidak sampai di situ, perlahan-lahan Andy mulai memenuhi pikiran David. Seakan-akan David telah dikontrol oleh sebuah rekaman VHS.

Rent-A-Pal

IFC Midnight

Menguras Emosi dan Simpati

David merupakan seorang anak yang sangat berbakti pada ibunya. Dengan sentuhan lembut dan kesabaran tinggi, ia menjaga dan mengurus ibunya sendirian. David harus mengorbankan segalanya demi menemani sang ibu. Dementia membuat ibunya tidak mengingat David. Ia selalu menganggap David sebagai suaminya yang telah tiada.

Brian Landis Folkins dapat memerankan karakter David dengan sangat baik. Ia dapat membuat penonton bersimpati dengan keadaan David. Kita dapat ikut merasakan kesedihan dan kesepian yang dirasakannya. Aktor Wil Wheaton juga perlu diapresiasi karena aktingnya sebagai Andy. Walaupun karakternya tidak pernah meninggalkan layar televisi, namun kita tetap dapat merasakan kengerian yang diciptakan oleh karakter Andy.

Naskah dalam film ini ditulis dengan baik, namun agak sedikit mengecewakan saat cerita hampir berakhir. Alurnya terasa seperti terburu-buru, sehingga cerita berakhir dengan adegan klise yang tidak membekas. Aspek suspense dan kengerian dalam film ini terlalu banyak disimpan di bagian akhir, sehingga bagian awal dan tengah film terasa sedikit membosankan.

Namun, Rent-A-Pal tetap layak untuk dinikmati, apalagi bagi penggemar film bergenre horror psikologikal. Film ini mengajarkan bahwa rasa kesepian bisa saja mengganggu kesehatan mental kita. Di masa pandemi ini mungkin terasa sulit untuk bertemu teman atau keluarga kita secara langsung, namun sebuah komunikasi harus tetap terjalin. Rent-A-Pal dapat disaksikan di Amazon Prime.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect