Connect with us
Berikut beberapa rekomendasi film anime feel-good di Netflix.
Netflix

Cultura Lists

10 Rekomendasi Anime Feel-Good di Netflix

Sederet anime yang bikin santai dan menghilangkan suntuk.

Film feel-good merupakan film yang secara sederhana menyajikan cerita ringan, santai, dan membuat penontonnya merasakan kehangatan. Biasanya plot tidak terlalu kompleks dan tidak terlalu jauh dari realita.

Konflik yang terkandung dalam naskah juga tidak terlalu menimbulkan ketegangan atau rasa cemas pada penonton. Namun cenderung haru bahagia, menginspirasi dan dunia sejenak terasa lebih baik.

Konsep cerita demikian sangat sering kita temukan dalam anime. Ada kedamaian dan ketenangan yang kerap dihadirkan dalam sebuah judul anime. Berikut beberapa rekomendasi film anime feel-good di Netflix.

Flavors of Youth

“Flavours of Youth” merupakan film animasi bergenre slice of life tentang masa muda. Film ini terbentuk dari tiga kisah berbeda, berlatar di tiga kota berbeda di China. Tentang sebuah memori yang terdapat semangkuk mie hangat, kisah mencari jati diri dan kecantikan, hingga manis getir cinta pertama.

“Flavours of Youth” menyajikan berbagai kisah yang mengandung kebahagian dan kesedihan, kekecewaan dan rasa lapang dada, rasa putus dan harapan baru. Semua tentang kehidupan dan cita rasa masa muda yang realistis terkandung dalam satu film ini.

Words Bubble Up Like Soda Pop

Cherry dan Smile awalnya terlihat seperti dua pribadi yang berbeda, namun keduanya ternyata sama-sama menyimpan kegelisahan yang sama. Dalam sebuah kesempatan tak terduga, keduanya menjalin hubungan berkesan dan bermakna.

Memiliki plot yang sederhana, “Words Bubble Up Like Soda Pop” dikemas dengan visual yang eye candy serta animasi yang dinamis dan memukau. Tak sekedar kesan pertama yang menangkap mata karena visualnya, film animasi satu ini menyuguhkan kisah yang santai sekaligus menginspirasi.

The Garden of Words

“The Garden of Words” merupakan anime dengan plot dan naskah yang paling sederhana dalam daftar ini. Mungkin tidak terlalu meninggalkan kesan, namun film drama romansa satu ini termasuk film yang santai untuk ditonton. Tidak terlalu banyak konflik yang meledak untuk membuat kita kesal atau emosional.

Bercerita tentang seorang siswa yang bercita-cita menjadi pembuat sepatu, Ia kerap berteduh di sebuah taman pinggir kota. Di sana Ia bertemu dengan seorang wanita secara berkala secara tidak sengaja. Hingga akhirnya komunikasi terjadi di antara keduanya.

A Whisker Away

Bercerita tentang seorang gadis remaja yang bisa berubah menjadi kucing, “A Whisker Away” memiliki kisah yang cukup ringan dan tidak terlalu supranatural secara keseluruhan. Miyo Sakaki berubah menjadi kucing untuk lebih dekat dengan teman sekelas yang Ia taksir, Kento.

Lebih dari motivasi yang kekanak-kanakan, menjadi kucing merupakan pelarian Miyo dari kehidupannya yang tidak memuaskan. Namun, apakah Miyo serius ingin menjadi kucing selamanya?

Mirai

Iri dengan saudara yang lebih mudah merupakan salah satu pengalaman yang dialami banyak orang ketika masih anak-anak. Hal tersebut juga dirasakan oleh Kun ketika Ia adik perempuannya lahir. Hingga akhirnya Ia masuk dalam sebuah taman ajaib yang membawanya masuk dalam dunia alternatif, dimana ibunya yang masih muda bermain dengan adik bayinya dalam wujud gadis remaja.

Meski memiliki tema fantasi, “Mirai” merupakan film anime dengan kisah yang tidak jauh dari realita, hanya saja dibawakan dalam metafora yang lebih kreatif.

The Secret World of Arrietty

Bicara soal film anime feel-good, pastinya tidak akan komplit tanpa menyebut koleksi dari Studio Ghibli. Salah satu judul yang menyajikan kisah ringan namun tetap bermakna adalah “The Secret World of Arrietty”.

Tidak terlalu mengandung konflik atau keharuan yang malah bikin moody, film ini lebih menonjolkan persahabatan mendalam antara Arrietty dan Sho. Belum lagi suasana ‘zen’ yang damai karena visual khas Studio Ghibli, salah satu contohnya ketika Arrietty dan Sho menghabiskan waktu di padang bunga.

When Marnie Was There

Memiliki sentuhan kisah yang cukup mengharukan, “When Marnie Was There” juga merupakan film dari Studio Ghibli yang patut ditonton. Dengan sentuhan fantasi, misteri, dan time loop, mood dari film ini termasuk salah satu yang santai dan damai dibandingkan beberapa film Ghibli lainnya.

Bercerita tentang seorang gadis bernama Anna yang tidak mencintai dirinya sendiri, hingga Ia di kirim ke rumah bibinya dan bertemu dengan seorang gadis misterius bernama Marnie.

Only Yesterday

Taeko Okajima adalah seorang wanita yang hampir menginjak usia 30 tahun. Ia masih melajang dan tak yakin akan membawa kehidupannya kemana pada titik ini. Ia pun diundang oleh bibinya untuk berkunjung ke desa. Dalam perjalanannya, Taeko mengenang masa kecilnya yang terasa seperti baru kemarin.

“Only Yesterday” merupakan film drama kehidupan tentang quarter-life crisis dan nostalgia masa kecil yang menenangkan. Film ini bisa jadi merupakan salah satu dari Studio Ghibli yang memuat topik dewasa.

Violet Evergarden: Eternity and the Auto Memory Doll

Perjalanan Violet Evergarden dalam memahami perasaan manusia normal masih berlanjut sekalipun anime season pertamanya telah selesai. Melalui “Violet Evergarden: Eternity and the Auto Memory Doll”, Violet belajar untuk menjalin persahabatan dengan seorang gadis bangsawan bernama Isabella York.

Masih mempertahankan style visual post-classic yang elegan (dengan bunga-bunga dan gaun-gaun berenda), film ini memiliki plot dengan emosi yang nyaman untuk diikuti alurnya, sekaligus membuat mata terpukau dengan animasinya yang menggugah dan artistik.

Modest Heroes

Jika kalian suka film animasi anthology seperti “Flavours of Youth”, “Modest Heros” merupakan film pendek (54 menit). Di dalamnya terdapat tiga kisah berbeda; humanoid kecil yang mencari ayah mereka, laki-laki yang alergi dengan telur, dan pria kasat mata yang ingin menjadi pahlawan. Ketika memikat secara visual dan soundtrack, tontonan yang menarik dan santai buat kalian pecinta animasi artistik.

A Boy Called Christmas Review A Boy Called Christmas Review

A Boy Called Christmas Review: Tentang Harapan dalam Kemalangan di Hari Natal

Film

The Forgotten Battle The Forgotten Battle

The Forgotten Battle Review: Film Perang Dunia II dengan Tiga Sudut Pandang

Film

Hellbound Review Hellbound Review

Hellbound Review: Terbentuknya Distopia dari Teror Neraka di Bumi

TV

The Whole Truth Review The Whole Truth Review

The Whole Truth Review: Kebenaran di Balik Lubang Dinding

Film

Advertisement
Connect