Connect with us
Rama Davis
Photo via Press

Music

Rama Davis: Fly the Airplane Single Review

Lagu easy listening untuk mengikhlaskan masa lalu.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Rama Davis kembali merilis single terbaru bertajuk “Fly the Airplane” pada pertengahan bulan Mei 2020. Lagu ini diproduseri sendiri oleh Rama yang kemudian diaransemen oleh Raynaldo Wijaya.

Awalnya, Rama mengaku lagu ini tidak untuk dirilis, lagu ini hanya diciptakan untuk kepuasan pribadi. Namun, setelah diperdengarkan ke Raynaldo dan Tirta Leonardi, mereka berdua menyakinkan Rama untuk mengaransemen Fly The Airplane agar menjadi rilisan single terbaru. Tirta Leonardi adalah gitaris yang mengiringi Rama dalam menyanyikan lagu ini di versi aransemennya.

Rama menulis lagu ini dengan mengibaratkan “airplane” sebagai perjalanan hidup orang yang disayangi Rama, yang harus tetap berjalan meski ada atau tanpa pendamping. Penyanyi yang pernah berkolaborasi dengan Melly Goeslaw ini juga kebetulan menulis lagu ini saat sedang berada di pesawat.

Rama Davis: Fly The Airplane Single Review

Rama Davis – Fly The Airplane

Melalui lagu “Fly The Airplane”, Rama Davis ingin menyampaikan pesan yang lebih luas dari sekedar kisah cinta. Ia berharap, lagu ini dapat menimbulkan berbagai interpretasi pada setiap pendengarnya. Bahwa kehidupan harus tetap berjalan meski terkadang kita harus merelakan sesuatu yang tidak selalu ada dalam hidup kita.

“Fly The Airplane” memiliki aransemen musik unplugged yang didominasi dengan gitar akustik. Ada sedikit tambahan instrumen piano sebagai pemanis pada aransemen. Komposisi chord yang disajikan memang tidak terlalu variatif namun berpadu sempurna dengan kualitas vokal Rama Davis yang jernih dan merdu. Liriknya juga tidak terlalu berat dan sederhana. “Fly The Airplane” merupakan lagu easy listening yang enak didengar untuk memberikan ketenangan bagi pendengarnya.

Rama ingin mengobati para pendengarnya yang mungkin masih menyimpan rasa tidak lega akan sesuatu dari masa lalu melalui kampanye “Pesawat Terbang”. Kampanye ini mengajak kita untuk menuliskan curhatan tentang hal yang masih mengganjal di hati. Kemudian melipat kertas menjadi pesawat kertas dan diterbangkan. Rama beranggapan, untuk membantu proses mengikhlaskan sesuatu yang memang tidak bisa tersampaikan di masa lalu, mungkin harus dicurahkan dengan sesuatu secara simbolik seperti ini.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect