Connect with us
Night Teeth Review

Film

Night Teeth Review: Petualangan Mafia Vampir di Jalanan LA

Satu lagi film modern bertema vampir yang akan segera kita lupakan.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Benny (Jorge Lendeborg Jr.) menggantikan kakaknya sebagai supir pribadi untuk mengantar dua perempuan ke berbagai pesta di LA. Ketika mengetahui bahwa keduanya adalah makhluk penghisap darah manusia, Benny harus bertahan hidup di tengah “perang” antara mafia vampir yang juga melibatkan pekerjaan misterius kakaknya.

Tak ada habisnya demam vampir di Hollywood, “Night Teeth” merupakan film terbaru yang ingin menerapkan elemen vampir ke dalam naskah laga thriller dengan mafia dan konspirasi. Bertabur beberapa bintang yang sudah tidak asing lagi, mulai dari Debby Ryan, Alfie Allen, Sydney Sweeney, Alexander Ludwig, hingga Megan Fox.

Night Teeth

Netflix

Film Laga Thriller Bertema Mafia Vampir yang Kronologis Tanpa Twist

Ide cerita yang ingin dikembangkan dalam semesta “Night Teeth” adalah ekosistem permafiaan manusia dengan vampir di Los Angeles. Dibangun melalui perjanjian yang tidak asing lagi di dunia per-vampir-an berdasarkan pop culture. Menjadi alasan mengapa vampir masih bisa hidup berdampingan dengan manusia hingga saat ini, di era modern.

Dengan tema mafia, diperlihatkan bahwa ada banyak “klan” vampir, pemburu vampir, hingga campur tangan pihak kepolisian di Los Angeles dalam film garapan Adam Randall ini.

Melalui perspektif Benny sebagai protagonis dalam kisah ini, kita akan diajak “ngebut” untuk memahami latar belakang cerita yang terbangun selama bertahun-tahun dalam waktu semalam saja.

Dikisahkan Benny harus mengantar Blaire (Debby Ryan) dan Zoe (Lucy Fry) kelima lokasi yang krusial untuk misi mereka menguasai LA, dibawah perintah Viktor (Alfie Allen). Namun, kelima lokasi tersebut tidak terlalu di-highlight dengan baik untuk kita memahami setiap klan atau apapun group yang mereka kunjungi tersebut. Apa signifikannya setiap pihak dalam hirarki mafia di LA? Seberapa penting peran kakak Benny, Jay (Raul Catillo) yang diburu oleh Viktor?

Perjalanan Benny, Blaire, dan Zoe memang kronologis tanpa timeline yang ribet, namun tidak memiliki twist yang akhirnya hanya membuat penonton merasa bosan. Hingga akhirnya, cerita mafia vampir berubah menjadi kisah romansa vampir yang klise.

Night Teeth netflix

Menawan secara Visual, Namun Tidak Signifikan

Semenjak frame pertama, “Night Teeth” menyuguhkan sinematografi yang tampak memikat. Terutama scene pembukaan dimana Benny keliling kota dengan skateboard-nya.

Mulai dari pemilihan musik, hingga sinkronisasinya dengan setiap adegan yang memperlihatkan panorama urban di LA yang khas, membuat penonton memiliki ekspektasi yang bagus untuk film ini. Memasuki latar waktu malam hari, frame lebih didominasi dengan warna-warna neon yang sekarang cukup ngetrend di dunia perfilman.

Teknik pergerakan kamera yang digunakan juga cukup dinamis dan jauh dari kata ‘standar’. Sayangnya, karena kualitas naskah yang kurang mantap, visual yang menakjubkan jadi terasa berlebihan dan tidak signifikan perannya untuk menambah poin untuk “Night Teeth”.

Dalam menerapkan hal yang teknikal, tidak seharusnya sekadar memperlihatkan nilai artistik secara visual saja, namun harus didasari dengan motif yang memengaruhi penyampaian naskah. Mengapa pakai efek slow motion? Mengapa ada pergerakan kamera dengan putaran hanya untuk memperlihatkan sebuah mobil mewah? Akhirnya, setiap efek visual yang diterapkan terlihat diterapkan hanya karena sutradaranya bisa.

Sedikit spoiler, kita akan dibuat kecewa dengan seberapa dikitnya screen time dari Megan Fox dalam “Night Teeth”. Tidak mengelak bahwa sebagian besar orang tertarik dengan film ini karena kapan lagi melihat Megan Fox menjadi vampir wanita yang menggoda, bukan?

Pada akhirnya, “Night Teeth” sebetulnya memiliki ide semesta vampir yang menarik, khususnya untuk para penggemar hiburan bernuansa makhluk penghisap darah yang kekal ini. Sayangnya, film ini tidak terlalu maksimal dalam membangun dunia permafian di LA dalam plot berlatar semalam saja.

Interview With the Vampire Interview With the Vampire

Interview With the Vampire Review: Kisah Vampir Berjiwa Manusia

Film

Film Tentang Pencurian Data PribadiFilm Tentang Pencurian Data Pribadi Film Tentang Pencurian Data PribadiFilm Tentang Pencurian Data Pribadi

Film Tentang Pencurian Data Pribadi

Cultura Lists

Angele Review: Saat Pop Star Belgia Kembali Menemukan Jati Dirinya

Film

The Power of the Dog The Power of the Dog

The Power of the Dog Review: Toxic Masculinity dan Balas Dendam Tersembunyi

Film

Advertisement
Connect