Connect with us
My Bubble Tea Thai Drama
Courtesy of Viu

TV

My Bubble Tea Review: Yang Berusaha Kalah Dengan yang Beruntung

Kisahnya relevan dengan penonton di Indonesia karena kondisi sosial budaya yang agak mirip.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Fictionlog adalah sebuah aplikasi yang berbasis di Thailand dan menyajikan konten-konten menarik. Ini setara dengan Webtoon ataupun Wattpad yang terkenal di Indonesia. Salah satu konten terpopulernya berjudul My Bubble Tea. Kisah menarik tersebut lalu diangkat oleh Viu sebagai salah satu serial originalnya dengan judul sama. My Bubble Tea tayang sebanyak 13 episode.

My Bubble Tea Thai Drama

My Bubble Tea Thai Drama

Dikisahkan Modem adalah anak yang biasa-biasa saja. Bukan dari keluarga kaya dan bukan orang yang berparas menawan. Satu-satunya kelebihan Modem adalah rajin belajar. Tapi ia melakukannya bukan karena ingin menjadi guru, dokter, ataupun profesi bergengsi lainnya. Modem ingin menjadi artis. Walaupun menjadi artis butuh kemampuan akting bukan akademis, Modem tetap bekerja keras di sekolah.

Sayangnya sekeras apapun ia berusaha ia malah kalah dengan Ray, temannya yang lebih cantik. Karena fisiknya Ray menjadi populer. Orang-orang ingin berteman dengannya. Ia terkenal di media sosial. Walaupun Ray tidak pintar dan cenderung malas ia malah mendapatkan keringanan. Orang bersimpati karena ia memiliki wajah cantik. Sebaliknya orang tidak peduli dengan Modem. Bahkan ketika Ray mencuri ide proyek Modem, orang-orang justru memilih Ray.

Tidak sampai di situ saja kesedihan Modem. Ketika ia sudah dewasa pun ia tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Padahal apa yang kurang? Ia juga berusaha untuk mempresentasikan ide marketing yang menarik ke klien. Namun idenya dianggap terlalu kontroversial. Bagus, tapi berisiko. Ia dicap tak berpengalaman. Hal serupa juga banyak kita temukan di dunia nyata. Kadang berusaha saja tidak cukup. Orang juga butuh keberuntungan.

Ditambah lagi masyarakat yang sadar tidak sadar pilih kasih pada orang dengan rupa menarik. Orang yang cantik akan dimaafkan bila melakukan kesalahan atau membuat kegaduhan. Sebaliknya bila orang tersebut tidak memenuhi standar kecantikan masyarakat, ia dipandang sebelah mata. Padahal hidup tidak melulu soal kelebihan fisik. Sayangnya dunia ini memang tidak adil. Itulah kira-kira yang diangkat oleh My Bubble Tea.

Yang bikin menarik adalah Modem merupakan keluarga pemilik sihir bubble milk tea. Bibinya si penjual teh ini mampu memproduksi bubble milk tea yang memiliki kekuatan magis. Nantinya tanpa sadar Modem menumpahkan ramuan ajaib tersebut pada seorang kurir. Kurir yang sebenarnya tidak menyukai Modem jadi jatuh cinta akibat sihir yang bekerja. Di sisi lain Modem justru jatuh cinta pada seorang pria yang kaya dan tampan.

Walaupun jalan ceritanya biasa saja, My Bubble Tea mampu menampilkan hal-hal menarik yang merupakan realita. Misalnya tentang dunia kerja, media sosial, hal-hal yang viral, hingga perdebatan ojek online dengan ojek pangkalan. Kisahnya memang relevan dengan penonton di Indonesia karena kondisi sosial budaya yang agak mirip. Selain itu drama Thailand sendiri—alias lakorn—memang memiliki penggemar tersendiri.

My Bubble Tea Thai Drama

Courtesy of Viu

Bagi yang tidak terbiasa dengan lakorn akan sedikit terganggu dengan jalan cerita yang agak tabu. Selain itu lakorn dikenal banyak menyelipkan komedi. Ditambah lagi nama-nama karakter yang agak tidak biasa malah menjadi sulit diingat oleh penonton. Namun My Bubble Tea patut diapresiasi karena menampilkan lakorn bergenre fantasy romance yang mudah dicerna dan mudah disukai.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect