Connect with us
modern love season 1 review
Amazon Studios

TV

Modern Love Season 1 Review

Ceriakan karantina diri dengan romansa klasik berlatar New York City.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Pertengahan Juni 2018 yang lalu, Amazon Studios mengumumkan produksi miniseri antalogi berjudul Modern Love dengan John Carney sebagai showrunner. Nama Carney sendiri telah melanglang buana di industri perfilman berkat kreasi romantic drama seperti Once (2007), Begin Again (2013), dan Sing Street (2016). Terlebih lagi, miniseri yang satu ini bertaburan oleh banyak bintang dari berbagai macam latar belakang, di antaranya Anne Hathaway (Interstellar), Dev Patel (Lion), Catherine Keener (Get Out), Andy Garcia (The Godfather Part III), Sofia Boutella (Kingsman: The Secret Service), Andrew Scott (Fleabag), John Gallagher Jr. (10 Cloverfield Lane), John Slattery (Mad Men), dan Tina Fey (30 Rock).

Terlepas dari jajaran yang impresif tersebut, patut diakui bahwa genre rom-com di era streaming ini kerap dipandang ‘ketinggalan zaman’ apabila diperbandingkan dengan ramainya seri fantasy-thriller seperti Game of Thrones, The Witcher, Stranger Things, dan Watchmen.

Premis dari Modern Love sendiri sangat sederhana: setiap musimnya terdiri dari 8 episode yang masing-masing mengisahkan mengenai kisah romansa modern dengan latar belakang New York. Tidak hanya sederhana, bahkan dapat dikatakan pula bahwa premis Modern Love ini adalah hasil dari daur ulang hiburan serupa yang sudah pernah diciptakan jutaan kali (mulai dari film rom-com klasik seperti You’ve Got Mail hingga seri rom-com klasik seperti Friends, Mad About You, dan How I Met Your Mother).

modern love series

Amazon Studios

Setiap episode sayangnya tidak memiliki kekuatan cerita yang istimewa, akan tetapi apa yang lemah dari segi cerita seolah-olah ‘ditambal’ dengan kemampuan para aktor dalam menyampaikan emosi dan pergulatan batin karakternya.

Sebagai contoh, Episode 5 mengisahkan tentang kencan pertama antara dua twenty-something (Boutella dan Gallagher Jr.) yang berujung ke UGD rumah sakit. Tanpa menonton pun rasa-rasanya sudah bisa ditebak happy ending seperti apa yang akan menanti keduanya. Akan tetapi, chemistry antara Boutella dan Gallagher Jr. terjalin dengan alami, membumi, namun tetap romantis. Boutella berhasil membuktikan bahwa dia bukan sekedar aktris laga dan Gallagher Jr. (yang biasa memerankan karakter yang ‘dark’) berhasil membuktikan bahwa dia mampu menjadi romantic heartthrob dengan insting komedi yang tajam.

Apabila harus memilih, episode Modern Love yang paling unggul justru adalah Episode 3 yang mengisahkan suka-duka romansa seorang pengacara (Hathaway) yang diam-diam mengidap penyakit bipolar. Di sini, kualitas akting seorang pemenang Academy Award terbukti mampu mengelevasi plot cerita yang predictable. Ketika episode mencapai end credits, justru penonton tidak jatuh cinta dengan karakter yang diperankan Hathaway, tetapi merasakan empati dan memperoleh pemahaman lebih dalam mengenai bagaimana rasanya menjadi seseorang yang menginginkan sesuatu yang ‘normal’ terlepas dari ‘ketidaknormalan’ yang dimilikinya. Dengan cerdik, Hathaway berhasil menyulap sesuatu yang seharusnya generic menjadi character study yang menarik dan memorable.

modern love series

Amazon Studios

Ironisnya, episode terlemah justru adalah episode yang dibintangi oleh aktor senior–yakni Episode 4 yang mengisahkan tentang cekcok rumah tangga antara pasutri (Fey dan Slattery) yang berujung ke marriage counseling. Berbeda dengan Hathaway, di sini tampak bahwa Fey dan Slattery terlalu ‘patuh’ dengan skenario sehingga ketegangan emosi yang seharusnya dirasakan penonton tidak pernah tercipta hingga end credits. Apa yang bisa saja menjadi introspective study mengenai pernikahan malah terkesan seperti masalah pasutri yang sengaja dibuat-buat.

Kesimpulannya, Modern Love ada untuk dinikmati (terutama bersama orang yang terkasih, apalagi ketika anniversary atau Valentine’s Day), namun bukan untuk diapresiasi. Pada bulan Oktober 2019 yang lalu, Amazon Studio telah mengumumkan produksi musim kedua untuk Modern Love. Semoga pada lain kesempatan, John Carney dan kawan-kawan dapat memberikan lebih banyak kreativitas di dalam kesederhanaan. After all, romance is never dead.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect