Connect with us

Music

MAX: Colour Vision Album Review

Album kedua MAX yang penuh warna dalam segi eksplorasi musik hingga semangat kolaborasi yang meriah.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

MAX Schneider, yang lebih dikenal dengan nama panggung MAX, adalah musisi yang mulai mendapatkan popularitas di skena musik melalui hits single-nya, “Lights Down Low” pada 2016 silam. Mulai dari situ, MAX terus merilis deretan hits populer sebagai seniman yang eskploratif.

Beberapa lagu lainnya yang terkenal di antaranya “Gibberish” diamana ia berkolaborasi dengan Hoodie Allen, kemudian “Love Me Less” featuring Quinn XCII. Kemampuan MAX dalam mencipatakan lagu pop yang catchy dengan lirik bermakna semakin memperkuat posisinya sebagai musisi berbakat dalam skenannya.

Gaya musik MAX berada di spektrum pop, R&B, dan soul. Ia dikenal karena kualitas vokalnya yang kuat dan lirik-lirik lagunya yang tulus. Selain larya solo, ia juga dikenal telah bekerja sama dengan musisi ikonik lainnya seperti Leslie Grace, Noah Cyrus, dan Suga BTS.

Kita juga berkesempatan untuk menyaksikan penampilan MAX yang akan menjadi salah satu Special Shows dalam BNI Java Jazz Festival 2023 pada Juni mendatang. Sambil menunggu kedatangan sang musisi, bisa dengerin salah satu albumnya, nih, “Colour Visions”.

The Gist:

“Colour Vision” merupakan album kedua MAX yang rilis pada September 2020 lalu. Album ini menampilkan perkembangan MAX sebagai seniman musik dalam menjelajahi berbagai gaya musik yang penuh warna dan menyajikan koleksi lagu pop yang catchy.

Album ini menunjukan eksplorasi penuh semangat dan energik dari MAX akan cinta, hubungan dengan kekasih, kehidupan, dan penemuan jati diri. Album ini akan membawa pendengarnya dalam perjalanan yang penuh warna melalui berbagai gaya musik pop. Album ini diisi dengan lagu-lagu pop yang catchy, ballad lembut sebagai pemanis, serta semangat kolaborasi dengan musisi populer seperti Suga BTS dan Hayley Kiyoko.

Tema utama album berkutat pada penerimaan akan warna sejati seseorang dan menemukan makna dalam hubungan personal. Vokal kuat MAX dan lirik yang relevan menjadikan pengalaman yang disajikan album ini terdengar lebih universal, fun, namun tambah meninggalkan jati diri MAX juga dengan warna pribadinya.

Sound Vibes:

“Colour Vision” merupakan perpaduan yang beragam dan dinamis dari berbagai cita rasa pop, mulai dari lagu-lagu upbeat dan energik, hingga ballad yang lembut. Secara garis besar, album ini didominasi oleh genre pop, dengan lagu-lagu seperti ‘Working for the Weekend’ dan ‘New Life’ memiliki melodi dan hook yang catchy. Beberapa lagu dalam ini juga mengandung elemen hip-hop seperti “Acid Dreams” juga, dimana menampilkan lirik rap dari musisi yang diajak berkolaborasi.

Ada pula lagu-lagu emosional yang MAX tampilkan dalam beberapa lagu ballad seperti ‘Circles’ dan ‘Missed Calls’. Lagu-gau ini menampilkan produksi yang lebih simple namun menjadi momen unjuk vokal dari MAX. Sementara ‘Checklist’ yang menampilkan Chromeo, menggabungkan elemen musik disco dan elektronik, menciptakan nuansa musik yang lebih funky dan groovy.

Kemudian kolaborasi dengan Quinn XCII, Suga BTS, dan Hayley Kiyoko menambahkan lapisan keberagaman warna musik yang terkandung dalam album ini. Dalam segi musikal, “Colour Vision” menjadi showcase dimana MAX memeluk kebergaman secara maksimal, dan ini baru album keduanya, menunjukan sikap musisi yang terlihat open minded dan terbuka untuk mengeksplorasi berbagai genre musik dalam eksistensinya.

Best Tracks:

‘Working for the Weekend’ bisa jadi track yang asik untuk didengar tak hanya karena aransemen musiknya, namun juga liriknya yang tak bisa lebih relevan lagi buat kita yang merasa terjebak dengan rutinitas dunia kerja. Lagu pop dengan tempo medium ini memiliki lirik yang catchy dan enerjik meski mengandung lirik yang suram. Namun lagu seperti ‘Working for the Weekend’ sudah jadi anthem yang selalu dicari oleh masyarakat luas. MAX berkolaborasi dengan rapper bbno$ dalam lagu ini.

Sementara dalam track ‘Checklist’, MAX berkolaborasi dengan Chromeo. Kalau lagu ini memiliki aransemen musik yang lebih funky dan groovy, serta menggabungkan elemen disco. Secara keseluruhan merupakan lagu yang berhasil menghadirkan nuansa lantai dansa yang hype.

Namun tak semua track dalam “Colour Vision” hanya menunjukan warna vibrant, ada juga yang terasa gelap seperti ‘Acid Dreams’ hasil kolaborasi dengan Felly. Lagu ini sendiri tentang eksplorasi naik turun dalam suatu hubungan. Kombinasi vokal soulful MAX dan lirik bagian rap Felly menciptakan dinamika menarik pada lagu ini. Menjadi salah satu lagu paling distinct dalam tracklist-nya.

“Where Am I At” merupakan lagu tentang instrospeksi, dimana seseorang menjadi ‘tempatnya’ di dunia ini. Kalau lagu ini aransemennya lebih atmospheric, jadi sesuai dengan konsep liriknya yang seakan mengajak penonton untuk intropeksi diri.

Secara keseluruhan, “Colour Vision” menghidupi visi judulnya sebagai album MAX yang penuh warna. Baik dalam segi musikalitas hingga semangat kolaborasinya yang melibatkan banyak musisi lainnya. MAX hendak menunjukan betapa kuat ‘warna’ kepribadiannya sebagai musisi, tanpa takut memadukan warna juga dengan musisi lain yang memiliki warna berbeda. “Colour Vision” merupakan jenis album musik yang memiliki nuansa perayaan pop yang semarak dan menyenangkan.

meghan trainor timeless meghan trainor timeless

Meghan Trainor Rilis Album Keenam “Timeless”

Music

Steve Aoki dan Bassjackers Luncurkan Kolaborasi Double Single

Music

IMP Rilis Album Perdana “Departure”

Music

ARTMS Merilis Album Debut Full-length ARTMS Merilis Album Debut Full-length

ARTMS Merilis Album Debut Full-length

Music

Connect