Connect with us
Courtesy of Universal Music Group

Music

Machine Gun Kelly: Tickets to My Downfall Album Review

Banting setir dari hip-hop ke rock, kemudian ke pop-punk.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Transisi dari musik hip-hop ke rock dilalui Machine Gun Kelly dengan cukup mulus melalui “Hotel Diablo”. Hits “I Think I’m Okay” dari album tersebut rupanya bukan hanya sekedar membanting setir genre musik yang dianut sang rapper. Namun juga mempertemukan dengan Travis Barker. Drummer Blink-182 ini yang akhirnya memiliki peran besar pada album “Tickets to My Downfall”.

Dirilis pada akhir September kemarin, album kelima dari MGK ini cukup membuat gebrakan. Bukan hanya karena berhasil duduk di peringkat pertama Billboard 200 dan sederet chart lain. Melainkan juga karena pergeseran genre dan musikalitas yang diusung rapper bernama asli Colson Baker ini. Dan Travis Barker merupakan penyebab terbesar dari pergeseran tersebut.

Setelah berkolaborasi dalam ‘I Think I’m Okay’ bersama Yungblud dan Travis Barker, MGK berniat untuk mengeksplor lebih dalam genre musik rock. Ia lantas menggandeng Barker rekaman selama satu hari untuk ‘Bloody Valentine’. Sampai akhirnya MGK meminta Barker menyisihkan waktu dua bulan untuk berkolaborasi untuk sebuah album bersama hingga lahirlah “Tickets to My Downfall”.

Machine Gun Kelly: Tickets to My Downfall Album Review

“Tickets to My Downfall” sangat kental dengan pengaruh musikalitas Barker dan Blink-182. MGK menyisihkan genre hip-hop dan rap sound yang dianut sampai 4 album sebelumnya, dan sepenuhnya berdedikasi pada lajur pop punk. Nyaris keseluruhan track di album ini kental dengan hentakan permainan gitar. Satu hal yang disebut MGK menumbuhkan harapan agar semakin banyak anak muda yang tertarik mendalami instrumen musik ini.

Track dalam album “Tickets to My Downfall” juga hampir seluruhnya tidak lebih dari 3 menit, satu hal yang sangat khas untuk lagu-lagu dari Blink-182. Jejak tangan Barker di album kelima MGK ini bahkan diperlihatkan dari melodi yang hanya menggunakan 3 chords, hooks yang meluap-luap, dan juga breakdown bridges yang sangat khas. Ciri lagu-lagu Blink-182 dengan bpm dari 85 sampai 110 bahkan juga ditemukan di album ini.

Sedangkan tema patah hati dan juga drunks, yang menjadi print dari hits MGK mewarnai penulisan lirik. Kombinasi musikalitas yang sangat apik sebenarnya.

Total terdapat 24 track dari album ini; 15 diantaranya merupakan track utama, sedangkan sisanya bonus track untuk versi album berbeda. MGK bukan hanya menggandeng Barker saja, melainkan juga sederet musisi, penyanyi dan rapper kenamaan. Ada Halsey di lagu ‘Forget Me Too’ kemudian Blackbear untuk single apik ‘My Ex’s Best Friend dan Yungblud digandeng untuk ‘Body Bag’.

“Tickets to My Downfall” juga menyertakan cover song sebagai bonus track. ‘Misery Business’ dari Paramore dan cover ‘Love on the Brain’ milik Rihanna bisa dibilang paling menarik.

‘Forget Me Too’ memiliki peluang untuk menjadi lagu tentang patah hati dan move on. Sayangnya MGK dan Barker rupanya terlalu keras menyisipkan elemen musik rock. Sampai menenggelamkan kesenduan lagu yang sebenarnya sukses dihadirkan oleh Halsey.

Dentuman drum dari Barker untuk ‘Bloody Valentine’ berpadu dengan bassline yang dramatis dan musik akustik pada intro menjadikan track ini paling repeatable dari keseluruhan album. A bittersweet ballad dengan komposisi kesedihan, keteguhan, dan juga sisi manis yang pas.

Track kolaborasi dengan rapper Blackbear, ‘My Ex’s Best Friend’ juga memberikan efek yang sama. Blackbear dan MGK terbilang sukses menyambung chemistry mereka dalam menyanyikan lirik berisi seruan tentang amarah dan patah hati: “Look at this damage you did to me!”.

Lirik untuk ‘My Ex’s Best Friend’ juga berpadu sangat apik dengan betotan gitar yang dihadirkan. Salah satu kolaborasi terbaik yang pernah dibuat oleh MGK.

‘Play This When I’m Gone’ juga track yang pantas diputar on-repeat. “You’re gonna cry, and baby, that’s all right,” menjadi bagian lirik yang keselurhan menggambarkan track ini. Sedangkan ‘Drunk Face’ menghadirkan tema yang tidak asing lagi untuk MGK: drug.

Tema-tema dalam setiap track di “Tickets to My Downfall” ini yang tetap memastikan MGK tidak kehilangan identitasnya. Meski genre musik bergeser, dan musikalitas di album tersebut sendiri mendapat pengaruh besar dari musisi lain.

“Tickets to My Downfall” tetap sangat kental akan identitas Machine Gun Kelly. Transisi manis dan mulus dari motor-mouthed rapper yang dekat dengan musik hip-hop, ke pop punk yang jauh berseberangan.

Travis Barker juga layak mendapatkan tribute tersendiri dengan permainan instrumen drum, gitar sampai bass tingkat atas yang dihasilkan. Cukup membuat pendengar yang rindu akan musik punk-rock Blink-182 merasakan kehadirannya di album ini.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect