Connect with us
Netflix

TV

Lupin Part 1 Review: Balas Dendam Dari Balik Persona Lupin

Satu lagi potret sosok Lupin Arsene dengan sentuhan drama.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Arsene Lupin adalah karakter fiksi ciptaan penulis asal Perancis, Maurice LeBlanc. Pencuri yang lihai dan ahli menyamar ini pertama kali muncul pada cerita pendek di majalah Je sais tout pada tahun 1905.

Lupin sudah menjadi salah satu karakter fiksi klasik ikonik yang diadaptasi ke berbagai hiburan budaya pop modern. Kali ini kita akan melihat versi lain dari Arsene Lupin dalam Netflix Original Series, “Lupin” yang dibintangi oleh Omar Sy.

Kali ini karakter bernama Assane Diop meminjam persona Lupin untuk balas dendam akan kematian ayahnya. Novel Lupin menjadi kado terakhir dari sang ayah yang memberikan inspirasi pada Assane untuk menjalankan aksinya. Lebih dari sekedar mencuri untuk mengejar materi, atau sekedar bermain dengan pihak berwenang, ada urusan personal yang menjadi motivasi Assane Diop sebagai Lupin.

Lupin Netflix

Netflix

Memperkaya Lupin-Universe dalam Budaya Pop dengan Karakter Terbaru

Tak kalah dengan Sherlock Holmes, Arsene Lupin juga telah banyak diadaptasi sebagai serial. Mulai dari serial animasi Jepang “Lupin III” (1967), hingga serial drama romcom “Daughter of Lupin” (2019). Pada setiap karya yang mengadaptasi Lupin, kita melihat banyak orang identitas asli yang berbeda, latar belakang yang berbeda.

Sebagai ahli menyamar, Arsene Lupin sendiri bisa jadi tak pernah menjadi lahir dari seseorang, merupakan nama karangan yang akhirnya dipinjam oleh banyak orang dengan karakteristik yang sama. Assane Diop sendiri merupakan seorang ayah, pasangan, dan anak yang masih menyimpan dendam dari masa lalu. Ia meminjam nama Lupin untuk mengelabui dan memberi pelajaran pada setiap orang yang bertanggung jawab atas kematian ayahnya.

Beberapa dari kita mungkin memiliki ekspektasi akan serial Lupin yang penuh dengan berbagai aksi pencurian cerdik. Kita hanya akan mendapatkan skenario tersebut pada episode pertama. Episode-episode selanjutnya lebih banyak menunjukan kelihaian Arsene dalam masuk dalam lokasi-lokasi mustahil dan membaur, dengan kemampuan menyamarnya.

Lupin Part 1

Netflix

Karakter Utama Terlalu Sempurna Tanpa Tokoh Penanding

Lupin versi Assane Diop digambarkan sebagai pribadi yang charming, tenang, dan selalu lihai dalam membaca situasi, kemudian memutar balik keadaan untuk melancarkan aksinya. Sebagai sosok anonymous, Ia memiliki sedikit orang dekat yang mengenal dirinya sebagai Assane Diop.

Kita juga akan diperlihat sisi penuh kasih sayang dan peduli yang dimiliki oleh karakter Assane seiring berjalannya cerita pada setiap episode. Memberikan sentuhan drama dan emosi pada karakter utama agar lebih terbentuk penokohan yang imbang antara kelebihan dan kelemahannya.

Sayangnya, hingga episode terakhir, tak banyak karakter mampu menandingi Lupin. Tidak ada sosok musuh bebuyutan yang setidaknya nyaris menangkap Assane Diop sebagai Lupin. Akan karakter antagonis yang ditarget oleh Assane, namun tak lebih dari sebuah nama selama “Lupin” part pertama ini. Ada juga tim investigator yang sudah tampak memahami sosok Lupin, namun ditampilkan sebagai karakter yang lemah dan tak punya kendali.

Semoga saja kedua karakter ini bisa dikembangkan pada part berikutnya, karena akhir episode “Lupin” Part 1 jelas menunjukan adanya kelanjutan kisah yang masih menggantung.

Plot Flashback yang Membuat Setiap Episode Tampak Dinamis dan Kaya Materi

Setiap episode dalam serial ini memiliki eksekusi plot yang sama, yaitu menggunakan dua timeline yang menunjukan flashback. Akan ada timeline utama pada masa sekarang, kemudian didampingi dengan timeline flashback pada masa lalu Assane. Penerapan kedua timeline dalam setiap episodenya sangat tepat dan tidak asal flashback. Kejadian masa lalu yang hendak diulas kembali disesuaikan dengan plot di masa depan, dimana keduanya saling mempengaruhi. Dengan begini cerita jadi lebih ringkas, namun tetap kaya cerita.

Jika ada episode yang kurang mantap penulisannya, episode 3 merupakan salah satu yang tidak terlalu “cerdas” seperti episode-episode lainnya. Episode terakhir juga ditutup dengan adegan menggantung yang kurang tepat untuk mengakhiri musim pada sebuah serial.

Secara keseluruhan “Lupin” telah menyuguhkan kisah dari sosok pencuri yang pandai menyamar dengan seru. Ada cukup banyak trick cerdik yang menghibur, dengan bumbu drama yang memberikan emosi dan motivasi jelas pada karakter utama.

Click to comment
Advertisement
Cultura Live Session
Connect