Connect with us
Look Both Ways
Netflix

Film

Look Both Ways Review: Multiverse Chick Flick dengan Pesan yang Positif

Premisnya klise, namun secara mengejutkan mengandung banyak pelajaran hidup. 

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Konsep multiverse atau skenario paralel tampaknya sedang nge-trend di skena film, hingga masuk genre komedi romantis. “Look Both Ways” merupakan film chick flick terbaru di Netflix yang lagi trending.

Dibintangi oleh Lili Reinhart sebagai Natalie, mahasiswa animasi yang akan segera lulus dari universitasnya di Texas. Meski telah memiliki rencana hidup selama lima tahun ke depan, satu kejadian di luar rencana bisa membawa Natalie pada masa depan yang lain. Apakah Ia akan berakhir di skenario terbaik atau terburuk?

“Look Both Ways” sekilas terlihat seperti film drama romcom generik di Netflix. Tidak menyalahkan orang yang langsung berasumsi negatif, karena memang lebih banyak film romcom yang jelek daripada yang bagus di streaming platform ini dalam satu period. Namun, selalu ada satu atau dua judul yang benar-benar bagus di trending list Netflix.

“Look Both Ways” merupakan salah satu yang ternyata layak dan patut ditonton, khususnya untuk audience perempuan.

Look Both Ways

Dua Skenario Paralel Protagonis Wanita dengan Eksekusi yang Seimbang

Natalie memiliki rencana untuk pindah ke Los Angeles bersama sahabatnya, Cara (Aisha Dee) setelah lulus dari universitasnya di Texas. Menjelang malam kelulusan, Ia berhubungan intim dengan sahabat laki-lakinya, Gabe (Danny Ramirez) dengan kesepakatan bahwa tidak ada apa-apa di antara mereka secara emosional. Pada titik inilah, plot mulai bercabang menjadi dua kemungkinan. Antara jika Natalie hamil dengan anak Gabe, atau tidak hamil dan melanjutkan rencana untuk mengejar mimpinya ke LA.

Meski cerita mulai bercabang, presentasi plotnya terbilang rapi dan mulus. Tiap skenario juga memiliki perkembangan plot yang menarik. Tidak bias pada salah satu skenario untuk membuat skenario lainnya terpuruk. Secara keseluruhan, penulis naskahnya tampaknya tetap memiliki satu plot netral sebagai draft awal. Kemudian dikembangkan dengan berbagai kemungkinan, baik sesuai dengan rencana maupun meleset dari ekspektasi Natalie.

“Look Both Ways” juga memiliki karakter-karakter dengan penokohan cukup berkualitas. Kemudian didukung dengan dialog dan prinsip masing-masing karakter yang kuat. Film ini memiliki plot dan penokohan yang konsisten. Bisa kita lihat dengan bagaimana setiap karakter memiliki sifat-sifat yang sebetulnya sama, hanya saja tampak berbeda karena situasi yang berbeda. Ada beberapa penanda dalam dialog hingga event dalam dalam plot yang tetap bersangkutan meski paralel. Detail kecil ini membuat penonton yang menyimak dengan teliti berkesan dan terpikat.

Editing Transisi Antar Adegan yang Rapi dan Mudah Diikuti

Meski terlihat sebagai konsep plot romcom yang medioker dan klise, “Look Both Ways” menunjukan keseriusannya dalam eksekusi secara teknis. Presentasi plot paralel dalam ini memiliki transisi yang mulus berkat editing yang rapi. Ada beberapa frame yang menunjukan dua dunia paralel melebur menjadi satu.

Dieksekusi untuk adegan yang monumental dan krusial dalam naskah. Sisanya dieksekusi dengan transisi biasa yang biasanya digunakan dalam film berplot maju mundur. Bedanya kedua plot yang sedang kita tonton berlangsung secara bersamaan. Meski tidak ada perubahan filter dan penampilan Natalie pada babak utama, kita tetap tidak kesulitan membedakan plot yang sedang ditampilkan.

Menariknya, yang dijadikan penanda antara dua dunia paralel Natalie adalah warna merah muda dan biru. Merah mudah untuk plot dimana Natalie berkarir di Los Angeles, sementara biru untuk skenario dimana Ia menjadi ibu. Meski tidak diperlihatkan secara frontal, justru karena samar-samar membuat eksekusi ini terlihat subtle. Ada beberapa editing CGI yang cukup janggal, namun secara keseluruhan sebetulnya tidak terlalu mengganggu intisari film.

Tidak Ingin Membuktikan Jalan Hidup Mana yang Benar dan Salah

Belakangan ini, isu aborsi dan kampanye kebebasan pada perempuan dalam menentukan pilihan menjadi topik yang hangat di Amerika Serikat. Ada banyak stigma dan salah paham yang mengitari topik ini. Mulai dari kontroversi aborsi karena bertentangan dengan ajaran agama. Namun ada juga yang idealis dan lebih kekinian dengan anggapan bahwa setiap perempuan berhak untuk mengambil pilihan yang memudahkan hidup mereka.

Mungkin tidak perlu bicara tentang isu aborsi, isu hamil di luar nikah juga memiliki banyak stigma di masyarakat kita. Menimbulkan banyak pandangan dan realita yang kerap memojokan perempuan yang mengalaminya.

Membaca premis “Look Both Ways”, kebanyakan dari kita mungkin memiliki ekspektasi yang sama. Bagaimana di era modern ini perempuan yang hamil diluar rencana tidak punya masa depan, kehidupan mereka akan diisi oleh tahun-tahun yang malang. Seakan menjadi ibu muda yang masih tinggal di rumah orang tua adalah hal terburuk yang bisa terjadi pada Natalie. Sementara skenario Natalie yang tidak hamil dan lanjut mengejar mimpinya di Los Angeles adalah jalur terbaik. Penuh dengan harapan, kebebasan, dan kesuksesan yang diidamkan oleh banyak perempuan muda.

Namun, pada akhirnya, “Look Both Ways” tidak akan berkompetisi dengan naskahnya sendiri. Naskah yang disajikan bisa menginspirasi perempuan yang membutuhkan motivasi di luar sana. Bahwa satu kesalahan tak akan menghancurkan hidup mereka, karena tidak menutup kemungkinan di skenario terbaik pun kita juga akan mengalami keterpurukan. Itulah namanya kehidupan.

Secara keseluruhan, “Look Both Ways” merupakan film drama dengan isu seputar kehidupan perempuan yang layak untuk ditonton. Ada pelajaran kehidupan dan perspektif yang lebih open-minded bisa kita dapatkan setelah menonton film ini. lebih dari sekadar isu kehamilan di luar nikah, ada juga isu quarter-life crisis, hingga menentukan ingin menjadi apa kita dalam karir yang kita pilih.

Big Night! Big Night!

Big Night! Review: Tragicomedy yang Merekam Realitas Sosial Kaum Miskin Filipina

Film

Apakah James Bond Harus Selalu Kulit Putih?

Culture

avatar remastered 2022 avatar remastered 2022

Avatar Review: Masih Relevan untuk Penonton Masa Kini

Film

Cyberpunk: Edgerunners Cyberpunk: Edgerunners

Cyberpunk: Edgerunners Review – Kebrutalan Menawan Petualangan David Martinez di Night City

TV

Connect