Connect with us
Lady Gaga: Chromatica Album Review
Photo: Darron Cummings/Associated Press

Music

Lady Gaga: Chromatica Album Review

Merayakan musik Pop di Utopia terbaru Lady Gaga.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Melalui single ‘Stupid Love’, Lady Gaga telah memperkenalkan “Chromatica” sebagai utopia dimana ia menjadi pemimpin dari ‘the Kindness punks’, kelompok yang memperjuangkan kedamaian di antara kelompok lain yang bertarung untuk mendapatkan kekuasaan. Kembali membawakan konsep Pop Dance yang catchy dan visual yang eksentrik, kali ini Lady Gaga memiliki misi untuk menyebarkan pesan damai dan cinta dalam semesta baru yang ia ciptakan.

“Chromatica” merupakan album keenam Lady Gaga yang telah dirilis sejak Mei 2020 lalu. Dalam album ini, Gaga berkolaborasi dengan berbagai ikon pop, mulai dari Ariana Grande, Elton John, hingga BLACKPINK. Terdiri dari 16 track, album ini memiliki tiga babak dengan transisi musik orchestra; ‘Chromatica I’, ‘Chromatica II’, dan ‘Chromatica III’.

Lady Gaga - Chromatica

Lady Gaga – Chromatica

Dibuka dengan ‘Chromatica I’ yang memiliki transisi mulus pada track berikutnya ‘Alice’ yang menjadi awal dari perjalanan kita memasuki ‘Lady Gaga’s Wonderland’ dengan musik House Dance dengan nuansa atmospheric dari synth yang lembut.

Kemudian dilanjutkan dengan track ‘Stupid Love’ yang lebih nge-pop, namun masih memiliki tempo dan ritme yang berkesinambungan dari track sebelumnya. ‘Rain On Me’ featuring Ariana Grande, memiliki aransemen musik EDM kekinian dengan chorus yang mengandung ‘banger’ sebagai hook dari track ini.

Tidak ada statement vokal yang ditonjolkan dalam single ini, Ariana yang terkenal dengan nada tingginya, namun ia tidak mempertunjukan “atraksi” tersebut dalam lagu ini. Seperti lagu EDM pada umumnya, komposisi instrumental biasanya lebih ditonjolkan.

Sementara pada track ‘Free Woman’ dan ‘Fun Tonight’, Lady Gaga bermain dengan aransemen D&B yang memberikan variasi. Dalam 5 track pertama ini, masing-masing track memiliki tempo dan ritme yang berkesinambungan dan vibe musik Pop Dance ‘bright’ dan ceria sebagai pembuka.

Memasuki ‘Chromatica II’ dengan komposisi orchestra yang lebih dramatis dan megah, kita memasuki babak baru dalam album ini dengan track ‘911’ dan ‘Plastic Doll’ yang lebih didominasi dengan aransemen musik Pop, Dance, dan Electro bernuansa futuristik. Kedua track ini dibawakan dengan vokal auto-tune dari Lady Gaga yang nostalgic.

Dilanjutkan dengan track kolaborasi paling dinanti-nanti oleh para penikmat musik K-pop, terutama penggemar girlband BLACKPINK; ‘Sour Candy’. Namun, lagu ini sangat jauh dari genre K-pop. Track satu ini memiliki aransemen musik Deep House yang up beat dan elegan.

Nuansa musik Deep House masih terdengar di track ‘Enigma’ yang diaplikasikan dengan unsur Tropical EDM yang chilling dan dreamy. ‘Replay’ memiliki aransemen musik City Pop yang groovy dan tak akan mengijinkan kita untuk berhenti menari.

Akhirnya kita memasuki babak terakhir dalam album ini dengan transisi track ‘Chromatica III’ menuju track ‘Sine From Above’ featuring Elton John. Track kali ini komposisi EDM ballad dengan lirik yang emosional tentang mencari pengharapan dan jati diri di masa muda. Track ini bisa dibilang sebagai track paling eksperimental karena mengandung berbagai macam unsur musik dan tempo yang diaplikasikan.

‘1000 Doves’ dan ‘Babylon’ menjadi track penutup yang masih mempertahankan aransemen house dance hingga akhir perjalanan kita di utopia “Chromatica”.

Setiap track yang dihadirkan sebetulnya memiliki pola aransemen dan tempo yang cukup serupa satu sama lain, yaitu track EDM dengan banger sebagai hook. Setiap single utama maupun kolaborasi juga tidak memiliki statemen yang kuat untuk berdiri sendiri; setiap track tidak memiliki statement yang cukup kuat.

Namun, “Chromatica” menjadi media yang menyatukan setiap track ini untuk menciptakan semesta lantai dansa yang tidak berhenti merayakan kedamaian dan cinta. Tracklist yang dihadirkan disusun dengan sempurna, membentuk setiap babak dengan track yang memiliki kesamaan vibe untuk flow album yang sempurna.

“Chromatica” mungkin bukan album Lady Gaga yang dapat menyandang predikat critical acclaim, namun sudah cukup mempertahankan namanya sebagai diva Pop dengan semestanya sendiri.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect