Connect with us
Katy Perry Smile
Photo via etonline.com

Music

Katy Perry: Smile Album Review

Tak lagi memuat sederet lagu Top Chart-worthy, namun cukup untuk membuat penggemar tersenyum.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Ada banyak single yang telah dirilis oleh Katy Perry pada dua tahun belakangan ini, namun berapa track yang berhasil mencuri perhatian kita? Diva pop ini memang sempat viral melalui perilisan video klip ‘Never Worn White’ dan ‘Daisies’ dengan kejutan berita kehamilan pertamanya. Akan tetapi, single-single terbaru tersebut tidak terlalu meninggalkan kesan secara musikalitas.

Katy Perry selalu kembali dengan single yang “meledak” dan super catchy. Mulai dari single debut klasik seperti, ‘Hot N Cold’, ‘I Kissed A Girl’, ‘Teenage Dream’, hingga hits-hits modernnya seperti ‘Firework’, ‘Dark Horse’, ‘Roar’ hingga track ballad ‘Thinking of You’. masih banyak lagi track-track unggulan dalam daftar prestasi Katy Perry di masa lalu yang masih terasa semaraknya hingga saat ini.

“Smile” menjadi album keenam dari Katy Perry yang memuat banyak track terbarunya; ‘Never Really Over’, ‘Harley In Hawaii’, ‘Daisies’, ‘Smile’ ditambah dengan lagu baru melengkapi tracklist album ini. Single utama seperti ‘Never Really Over’ dan ‘Daisies’ sebetulnya sangat memperdengarkan ciri khas hits Katy Perry; aransemen musik yang megah dengan vokal nada tinggi dan powerfull sebagai hook. Namun kedua single ini sudah kehilangan momentum untuk dimasukan dalam tracklist “Smile”.

“Smile” lebih didominasi track dengan aransemen musik disco pop. Dimana sebelumnya juga pernah menghadirkan tema disco pada hits-nya ‘Last Friday Night’. Mulai dari track ‘Cry About it Later’ yang dibuka dengan vokal Katy Perry kemudian disambut dengan bassline dan drum yang up beat. Kemudian diakselerasi dengan chorus yang lebih megah dengan instrumen gitar minimal dan sedikit bagian solo memasuki bagian instrumental penutup. Lagu ini sendiri hendak mengajak pendengarnya untuk menundah kesedihan, ‘I’ll cry about it later, tonight I’m gettin’ some, tonight I’m gettin’ something brand new’. Track ini merupakan sad party anthem bernuansa disco yang smooth.

Dilanjutkan dengan track ‘Teary Eyes’ yang masih memiliki nuansa disco berpadu dengan aransemen pop dance yang modern. Dalam segi lirik, track ini masih memiliki kesinambungan dengan track sebelumnya. Kali ini kita sudah boleh menangis, tapi Katy berharap kita tidak berhenti menari meski dengan air mata. Dengan berbagai lirik pembuka yang hendak mengafirmasi perasaan pendengar, Katy hendak berkomunikasi serta memberikan kekuatan pada penggemarnya melalui track ‘Teary Eyes’.

‘Just keep on dancin’ with those teary eyes/ Promise one day, baby, they’re gonna dry’

Track-track lain yang memiliki aransemen musik disco adalah ‘Smile’ yang catchy, ‘Champange Problems’ yang dipadukan dengan instrumen string, dan ‘Tucked’ dengan aransemen disco funk. Ketiga track ini memasuki babak baru dalam album yang lebih ceria dan bright.

Track lain seperti ‘Resllient’ masih memiliki nuansa pop modern ala Katy Perry dengan lirik motivatif. Jika ‘Daisies’ merupakan awal dari pertanyaan; why can’t it be me?, ‘Resillient’ merupakan titik dimana seseorang merasa percaya diri setelah melewati proses pengembangan diri. Dalam track pop berikutnya, ‘Only Love’ terdengar seperti doa, dimana Katy Perry ingin meninggalkan rasa benci dan memohon pada Tuhan untuk memberikannya rasa cinta. Dengan hook ‘only love, only love’ yang terdengar seperti hymn. ‘What Makes A Woman’ merupakan track feminisme yang sejati, tanpa memuat propaganda emansipansi atau gagasan melawan kaum maskulin; hanya sosok wanita lembut, kuat, dan mempesona apa adanya.

‘Is it the way I cut my hair and put no makeup on? I feel most beautiful’

Sementara track ‘Not The End of The World’ dan ‘Harley in Hawaii’, lebih diaransemen dengan musik hip-hop pop. Namun tetap diracik dengan komposisi yang tidak terlalu berat dan swagy, lebih dominan unsur pop akan tidak kontras dengan track lainnya. Unsur hip hop hanya terasa pada komposisi tempo dan beat yang diaplikasikan dalam musik.

Secara keseluruhan “Smile” memang tidak memiliki konsep aransemen musik pop yang Top Chart-worthy seperti hits Katy Perry sebelumnya. Pada album suksesya seperti “Teenage Dream” dan “Prism”, dimana dalam satu album saja memiliki sederet track yang sangat catchy dan memiliki sentuhan pop ajaib dari Katy Perry. Tak hanya mengandalkan single utama, namun satu album dengan konsep yang kuat.

Namun, dalam segi penulisan lirik, lagu-lagu Katy Perry selalu inspiratif dan memotivasi. Hal ini mungkin akan lebih meninggalkan kesan pada penggemar sejati sang penyanyi. Pada babak pertama tracklist, “Smile” mengandung lagu-lagu tentang menghadapi kesedihan dan masa sulit, dimana penggemar bisa merasakan interaksi dengan sang idola. Setelah track ‘Not The End of The World’, Katy Perry hendak mengajak pendengarnya untuk menari dan bersenang-senang, untuk tersenyum.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect