Connect with us
Julia Michaels
Photo Credit: Miranda McDonald

Music

Julia Michaels: Not in Chronological Order Album Review

Julia Michaels mencoba mengirim pesan dan kisah personal dalam album pop pertama.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Sebagai sosok di balik sederet hits dari mega bintang, ekspektasi pendengar sangat besar pada debut full album pertama dari sang singer-songwriter, Julia Michaels. ‘Not in Chronological Order’ meluncur setelah sebelumnya Julia merilis 4 EP serta beberapa single hits.

Julia Michaels dikenal luas sebagai penulis lagu-lagu hits. Hits maker yang sudah melahirkan karya terbaik untuk sederet musisi dan penyanyi lain. Sebut saja seperti Justin Bieber, Selena Gomez, Shawn Mendes, Dua Lipa, dan banyak lain. Lagu ciptaannya, seperti “Sorry” untuk Justin Bieber dan “Lose You to Love Me” yang dibawakan Selena Gomez bahkan pernah bertengger di peringkat atas tangga lagu.

Sedikit berkebalikan dengan karir cemerlang sebagai sosok kreatif dari mega hits para bintang ternama; Michaels justru hanya memiliki beberapa rilisan yang bisa diperhitungkan sebagai hits. Dari 4 EP album yang dirilis sebelum ‘Not in Chronological Order’ Michaels mencatatkan raihan medioker. Hanya “Issues” yang sukses menjadi hits di tahun 2017 kemarin.

Namun tentu saja, pencapaian medioker tidak jadi penghalang sepak terjang Michaels sebagai penyanyi; terlebih Michaels tetap berhasil menjadi nominasi Best New Artist Grammy dan membuka konser Keith Urban dan Maroon 5. Setelah meluncurkan single “Lie Like This” pada Oktober 2020 lalu, singer-songwriter berusia 27 tahun ini meluncurkan full studio album pertama, ‘Not in Chronological Order’.

Secara musikalitas, kualitas ‘Not in Chronological Order’ tidak perlu diragukan. Michaels menggandeng beberapa produser ternama untuk memoles album perdana ini menjadi semakin bersinar. Ditambah kemampuan Michaels dalam meramu dan menulis lagu.

‘Not in Chronological Order’ mengedepankan berbagai genre musik berbeda. Ballad, akustik, breezy-pop, pop-rock, pop-punk, sampai electro-pop dengan sentuhan nostalgia dipadu padan dalam album ini. Meski menariknya, perpaduan berbagai genre tetap memberikan benang merah elemen musik pop dalam setiap track.

Album dibuka dengan feisty track “All Your Exes.” Michaels mengusung irama pop-rock berpadu elemen punk yang kental. Distorted gitar bertempo sedang mengiringi vokal Michaels menyenandungkan lirik badass, “I want to live in a world where all your exes are dead.”

Mempertahankan tempo sama, track kedua “Love is Weird” menghadirkan kesan lebih kelam. Track ballad dengan inspirasi Billie Eilish dan atmosfer dari Dua Lipa ini menjadi single ketiga ‘Not in Chronological Order’. Album ini tidak mematok Michaels dengan suara maupun musik serupa. “Pessimist” diluncurkan melalui irama breezy pop yang berkembang dalam strum akustik dan drum beat rapat.

Aransemen nada serta harmoni “Pessimist” mengingatkan pada musim panas yang tenang dengan angin sepoi-sepoi menyejukkan.

Beberapa track awal di ‘Not in Chronological Order’ membuktikan talenta Michaels sebagai musisi dan pencipta lagu versatile. Ia tidak terpaku pada satu genre ataupun gaya penulisan lirik. Sebaliknya Michaels justru membuka jendela kemungkinan melalui kombinasi harmonisasi instrumen dalam genre-genre berbeda.

“Little Did I Know,” misalnya. Melalui track ini Michaels memperlihatkan vokalisasi unik dengan latar belakang nada-nada balada dari instrumen piano. Layer pada vokal selaras bersama harmonisasi penyanyi latar hingga menghadirkan kesan lagu choir nan megah.

Setelah itu pendengar langsung diajak melompat ke melodi electro pop tahun 80-an di “Orange Magic”. Nafas dan inspirasi dari Dua Lipa “Don’t Start Now” pun terdengar jelas pada intro “Lie Like This”. Meski pada chorus Michaels banting haluan dengan tempo lebih poppy dan enerjik.

Permainan instrumen dalam layer-layer berbeda pun kembali digunakan dalam “Wrapped Around”. Track ini membawa pendengar ke sisi kelam dan dramatis melalui instrumen bass yang kuat serta synth dengan sentuhan orkestra. “I was all about you/ Now you’re all about somebody else,” Michaels menarasikan untuk track terbaik di album ini.

Cerita tentang moving on—“Well look at me now / Watch me wrap round somebody else now“—dalam lirik di lagu ini; ditambah kesan megah ala estetika tahun 80-an mengingatkan pada “Future Nostalgia” dari Dua Lipa.

Kemampuan menulis lirik dengan quote yang akan cocok digunakan pada caption Instagram dihadirkan Michaels di “History.” Lirik seperti “At what age did you have sex? / Did you have a teenage phase with cigarettes?” serta “Do you have a fear of dying with a long list of regrets?/ A million things you never said,” memiliki ritme yang menjadikan track ini cukup catchy.

Album ditutup dengan track balada pop akustik “That’s The Kind of Woman” yang memberi ruang pada vokal smokey dan crankly Michaels.

Melalui ‘Not in Chronological Order’, Michaels terdengar berupaya mengirimkan pesan dan cerita personal. Ia jelas mencoba memperlihatkan sisi sebagai musisi dan penyanyi. Selain sosok kreatif serta pencipta lagu-lagu hits.

Sayangnya, meski dikenal luas sebagai hits maker, ‘Not in Chronological Order’ justru tidak memiliki track dengan bekal cukup untuk menjadi hits. “Wrapped Around” dan “History” memiliki kekuatan di musik pop catchy serta quotable lirik. Sayangnya kedua track ini tidak cukup adiktif untuk menjadi viral maupun radio-hits.

Sebagai studio album pertama, Michaels pun belum berhasil menyuntikkan signature dirinya dalam ‘Not in Chronological Order’. Entah karena ia sudah biasa menggarap musik untuk musisi lain; atau karena Michaels belum dapat menemukan jati diri musikalisasi sendiri, sederet track di album ini justru terdengar seperti lagu milik penyanyi lain.

Nafas musikalisasi Dua Lipa, terutama dari album “Future Nostalgia” kental ditemukan di beberapa track. Begitu pula kesan kelam dan indie-pop khas Billie Eilish, yang juga disisipkan Michaels.

Tidak adanya signature khas inipun menggagalkan upaya Michaels dalam menyampaikan cerita dan pesan pribadi dalam ‘Not in Chronological Order’.

Click to comment

Marion Jola, Danilla, Ramengvrl Marion Jola, Danilla, Ramengvrl

Marion Jola, Danilla, Ramengvrl: Don’t Touch Me Single Review

Music

Lana Del Rey Lana Del Rey

Lana Del Rey: Blue Banisters, Text Book & Wildflower Wildfire

Music

Rag’n’Bone Man: Life in Misadventure Album Review

Music

Olivia Rodrigo Olivia Rodrigo

Olivia Rodrigo: Sour Album Review

Music

Advertisement
Cultura Live Session
Connect