Connect with us
james bay
Photo via theguardian.com

Music

James Bay: Chew On My Heart Single Review

James Bay rilis single terbaru untuk album ke-3.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“Chew On My Heart” merupakan single terbaru dari musisi asal Inggris, James Bay. Single ini juga menandai album ketiga James setelah “Electric Light” pada 2018 silam.

Masih membawakan lagu bergenre Alternative Pop, James Bay mempersembahkan lagu ini untuk kekasihnya. Ia dan kekasihnya telah menjalin hubungan selama 13 tahun lamanya, semenjak mereka berdua masih remaja.

“Chew On My Heart akhirnya muncul sebagai lirik. Hal ini merupakan metafora untuk perasaan menginginkan dan mendambakan sesuatu lebih dari normal”, ungkap James Bay dilansir dari NME. Bagi James, hubungannya dengan sang kekasih merupakan hal yang paling penting dalam hidupnya.

Sebelumnya, James tidak terlalu mengekspos kehidupan percintaannya dalam lagu-lagunya. Tak hanya single “Chew On My Heart”, album selanjutnya akan menjadi tribute untuk perjalanan hidup James dan kekasih.

“Saya adalah orang yang sangat tertutup dan album berikutnya akan sangat personal dan rentan. Kami bertemu ketika masih muda; kami sudah mengenal satu sama lain. Album ini adalah sedikit tribute untuk perjalanan kami”, tambah James.

James Bay merupakan salah satu musisi yang selalu menyuguhkan single utama dengan komposisi musik berbeda pada setiap albumnya. Mulai dari lagu ballad seperti “Let It Go” pada album debutnya, “Chaos and the Calm”, hingga single dengan nuansa new wave pada single “Pink Lemonade” untuk album “Electric Night”. “Chew On My Heart” secara musikalitas berada di antara kedua lagu tersebut.

Dibuka dengan instrumen gitar akustik yang lembut bernuansa melankolis dengan nada-nada minor. Memasuki chorus, aransemen musik langsung berubah menjadi lebih ceria dengan beralihnya chords ke nada-nada mayor dan lirik yang catchy. Pola ini diulang beberapa kali, memberikan dua nuansa kontras dalam track ini.

Begitu juga dalam penulisan liriknya. Ketika verse mengandung devosi dan pernyataan tentang personal dengan segala kekurangannya, chorus mengandung harapan dan “paksaan” untuk mencintai pribadi tersebut.

Dalam segi aransemen musik, “Chew On My Heart” menunjukkan perkembangan James Bay dalam mengomposisi sebuah track. Mengawali karir dengan stereotip the next John Mayer, ia mematahkan stereotip tersebut dengan album kedua dimana ia mengeksplorasi musik dengan sentuhan electronic yang groovy.

“Chew On My Heart” merupakan perpaduan dari kedua unsur tersebut, memberikan ekspektasi baru akan album terbaru satu ini. Ia juga menyatakan bahwa album ini merupakan album paling positif yang pernah ia tulis. James belum mengonfirmasi judul dan kapan album tersebut akan rilis. Kita nantikan saja kabar terbaru dari James Bay.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect