Connect with us
hustle review
Cr. Netflix

Film

Hustle Review: Film Basket untuk Penggemar Olahraga Basket

Film basket terbaik yang dibintangi oleh Adam Sandler dan bertabur atlet terbaik NBA.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“Hustle” merupakan film basket terbaru di Netflix, disutradarai oleh Jeremiah Zagar dan diproduseri oleh atlet besar NBA (National Basketball Association), LeBron James. Naskah drama olahraga ini merupakan karya fiksi yang ditulis oleh Taylor Materne dan Will Fetters.

Meskipun begitu, film ini akan sangat menghibur bagi penggemar basket, khususnya liga NBA. Dengan banyaknya nama besar NBA (atlet, pelatih, hingga veteran legendaris) yang terlibat dalam film ini, mampukah “Hustle” memenuhi ekspektasi penontonnya? Terutama bagi penggemar olahraga basket.

Stanley Sugerman (Adam Sandler) adalah seorang pencari atlet yang bekerja untuk tim basket Philadelphia 76ers. Meski berpengalaman dan handal dalam melihat bibit atlet berbakat, Sugerman selalu ingin menjadi pelatih dalam tim basket. Ketika mimpi ini itu hampir saja Ia raih, kendala baru muncul dan membuatnya harus kembali meninggalkan rumah dan mencari pemain terbaik untuk tim. Dalam kunjungannya ke Spanyol, Ia bertemu dengan Bo Cruz (Juancho Hernangomez), pemuda amatir namun memiliki potensi besar di lapangan basket.

Interaksi Pelatih dengan Atletnya yang Mendominasi Hati Penonton

Hubungan antara Stanley Sugerman dan Bo Cruz menjadi fokus utama dalam naskah “Hustle”. Berbeda dengan plot klise film olahraga pada umumnya, kita tidak akan melihat skenario pelatih yang tampil sebagai ‘penyelamat’ atlet berbakat yang butuh dibimbing dan diberi kesempatan.

Salah satu poin cerita yang menarik dari naskah ini adalah kedua karakter utama yang sama-sama berada di ujung krisis dalam meraih mimpi. Tak hanya Bo yang ingin menjadi atlet NBA, Sugerman juga memiliki mimpi untuk menjadi pelatih profesional. Pada akhirnya, kedua karakter berhasil menciptakan bonding yang luar biasa maknanya.

Kita akan melihat Bo melatih skill dan staminanya untuk memenuhi standar atlet basket profesional. Begitu pula Sugerman yang menikmati waktunya sebagai pelatih Bo. Ini tidak hanya tentang Bo, namun juga tentang dirinya. Ketika kita berpikir keduanya akan memiliki akhir cerita yang klise, skenario yang disajikan mungkin tidak sesuai dugaan kita, namun akan tetap terasa membahagiakan bagi kedua karakter utama.

Tidak ada klise ‘pelatih sukarela’, interaksi Sugerman dan Bo adalah interaksi antara dua orang asing yang menjadi sahabat karena sama-sama mencintai basket. Konsep emosi inilah yang akan menimbulkan sentimental sempurna pada penonton “Hustle”.

hustle netflix

Film Drama Olahraga dengan Fase Cepat dan Plot yang Rapi

“Hustle” memiliki konsep editing dan fase yang dinamis. Adegan prolog yang mengandung komedi akan terasa seperti hidangan pembuka yang segar. Hype dijaga dengan montage yang menggugah secara visual, sekaligus memberikan gambaran latar belakang protagonis dengan pekerjaannya yang melelahkan dan selalu sibuk sebagai pencari atlet berbakat. Kronologi skenario juga rapi dan mudah untuk diikuti, naik turun emosi dan konflik juga diaplikasikan dengan tepat.

Kedua karakter utama juga dibekali dengan penokohan dan aspek eksternal yang mempengaruhi perkembangan cerita mereka. Seperti klise drama olahraga lainnya, Bo Cruz memiliki anak sebagai kekuatan sekaligus kelemahan, hingga rival di lapangan. Begitu pula Stanley Sugerman juga memiliki ‘rival’ yang tak kalah menyebalkan. Ia juga punya keluarga untuk Ia perjuangkan sembari meraih mimpi di usia yang tidak muda lagi.

Kita tidak akan terlalu sadar bahwa plot cukup repetitif pada bagian tertentu. Dimana ada momen pencapaian besar, kemudian karakter akan dibuat jatuh dengan konflik atau krisis, dan selalu menemukan kesempatan untuk kembali bangkit lagi. Mengingat filosofi dalam dunia olahraga, ada hari dimana kita menang, namun kekalahan juga bagian dalam pertandingan di lain waktu.

Film Basket untuk Penggemar Olahraga Basket

“Hustle” merupakan film drama olahraga yang dijamin akan memanjakan penonton penggemar basket. Namun secara bersamaan juga dirangkai sebagai suguhan film dengan naskah, visual, dan editing yang memenuhi standar film bagus. Ada banyak nama besar pemain NBA yang akan kita temukan sepanjang film. Juancho Hernangomez sebagai pemeran utama sendiri merupakan atlet dari tim Utah Jazz.

Sementara rivalnya yang bikin penonton geram sebagai Kermit Wilts adalah Anthony Edwards, atlet muda yang bermain dalam tim Minnesota Timberwolves. Dan masih banyak lagi cameo dari pemain dan pelatih aktif dari NBA, tak ketinggalan pebasket Streetball sungguhan yang meramaikan adegan-adegan tertentu.

Salah satu adegan paling ikonik dalam “Hustle”, atau mungkin sejarah perfilman adalah montage Bo yang berlatih selama lebih dari 5 menit. Melalui adegan tersebut, kita bisa melihat betapa otentiknya tema olahraga yang dimuat oleh film ini. Mengapa film basket sudah semestinya dikerjakan dan melibatkan oleh orang-orang yang paham dengan basket. Kita akan melihat pertandingan basket di lapangan streetball hingga stadium berlapis kayu mengkilap Wells Fargo Center di Philadelphia.

“Hustle” juga memiliki konsep sinematografi yang dinamis dan variatif. Penonton juga akan dimanjakan dengan banyak porsi adegan yang basket banget, mulai montage dunk bertenaga, layup yang tricky, dan three point shoot yang realistis dan benar-benar memukau. Seperti ketika kita melihat aksi pebasket sungguhan, lebih dari sekadar adengan yang sudah diatur dalam skenario.

“Hustle” merupakan film basket yang sayang jika dilewatkan bagi para pecinta olahraga basket. Setiap pihak yang terlibat dalam pembuatan film ini telah memberikan dedikasi maksimal untuk membuat film olahraga yang natural sekaligus dramatis. Lebih dari sekadar tribute untuk penggemar NBA, film ini bisa dinikmati bahkan untuk kita yang tidak terlalu menggemari basket dan hanya ingin menonton film drama yang bagus.

Triangle of Sadness Triangle of Sadness

Triangle of Sadness Review: Satir Tentang Kesetaraan Duniawi

Film

first blood 1982 first blood 1982

First Blood Review: Awal Perjuangan Rambo Menghadapi Trauma Perang 

Film

Slumberland Review Slumberland Review

Slumberland Review: Petualangan Nemo & Flip Lari dari Kenyataan

Film

The Holiday The Holiday

The Holiday Review: Tontonan Musim Liburan yang Ringan & Romantis

Film

Connect