Connect with us
harry styles
Photo: Getty Images

Music

Harry Styles: Fine Line Album Review

Mengadaptasi berbagai musik 70an namun tetap menghasilkan karya original.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Pada tahun 2017, Harry Styles telah debut dengan album self-titled-nya yang berhasil memberikan kejutan dan menarik perhatian. Harry terlahir sebagai soloist baru dengan warna musik alternatif, soft rock dan psychedelia yang membuatnya terlepas dari bayangan mantan member One Direction yang dulunya menyanyikan lagu pop.

Album debut Harry Styles merupakan langkah berani yang bahkan menarik perhatian para pendengar musik yang bukan penggemar One Direction sebelumnya. Setelah mendapatkan pijakan yang kuat dari album pertamanya, kali ini Harry kembalikan menyajikan berbagai lagu dengan aransemen indie-pop dengan perpaduan funk 70an dalam album “Fine Line”.

Harry Styles telah merilis single pertama dari album ini yang berjudul “Lights Up”. Single ini memperdengarkan musik indie-pop yang lembut. Lagu ini juga memiliki nuansa R&B 70an dengan kemasan elegan yang memberikan nuansa nostalgia.

Kemudian dilanjutkan dengan perilisan single berikutnya yang berjudul “Watermelon Sugar”. Lagu dengan makna metafora yang sensual satu ini masih memberikan vibe yang sama dengan lagu “Light Up”. Namun terdengar lebih ceria dengan lirik ‘watermelon sugar high’ yang catchy.

Konsistensi warna musik yang indie-pop masih terdengar hingga single ketiga Harry Styles yang berjudul “Adore You”. Single satu ini mulai terinfluensi dengan aransemen soft rock dan nuansa funk yang groovy.

Melakukan promosi dengan tiga single utama sebelum merilis album “Fine Line” telah berhasil memberikan kita bayangan akan warna musik yang hendak dianut oleh Harry Styles dalam karya terbarunya. Dan memang benar, setiap track dalam album ini menyuguhkan warna musik seperti yang telah dipromosikan.

Dalam wawancaranya dengan Rolling Stone, Harry telah mempromosikan bahwa album terbarunya akan mengandung berbagai lirik tentang hubungan intim dan kesedihan yang terinspirasi dari pengalaman pribadinya.

Dalam track “Falling”, penyanyi berdarah Inggris ini mengakui bahwa dirinya pernah berselingkuh dari mantan kekasihnya. Track ini menonjolkan vokal Harry Styles didampingi oleh instrumen piano yang lembut. Membuat lagu ini terasa emosional sebagai salah satu lagu ballad dalam album ini.

Sementara dalam track “Cherry” ia menceritakan bagaimana dirinya akhirnya putus dengan mantan kekasihnya, Camille Rowe. Lagu ini diracik dengan aransemen musik folk alternatif dengan instrumen gitar yang khas. Kita bahkan bisa mendengar suara Camille pada akhir track yang memang didedikasikan untuk dirinya.

Pada track-track awal, kita memang mendengar adaptasi musik-musik 70an yang menjadi referensi Harry Styles. Terutama dari genre funk dan R&B yang lembut dan sensual. Setelah track “Cherry” dan “Falling”, musik folk alternatif ala Fleetwood Mac akan mulai terdengar.

Mulai dari track “To Be So Lonely” dan “She”. Memasuki track “Sunflower, Vol. 6” aransemen musik terdengar lebih ceria dengan pemilihan aransemen dan chord yang menciptakan lagu bernuansa folk dan cha-cha yang ceria.

Album ini ditutup dengan track “Fine Line” dengan aransemen musik alternatif dengan sentuhan instrumen simbal dan trumpet yang memberikan kemegahan.

Secara keseluruhan, “Fine Line” menunjukan bahwa Harry Styles memiliki selera musik yang menarik dan berkelas. Tak sekedar memiliki selera, ia berhasil mengambil referensi dari musik-musik 70an dan menciptakan karya baru dari materi tersebut yang tetap original.

Tak hanya mengambil referensi dari genre musik funk dan R&B, musik folk hangga alternatif rock juga ia masukan dalam album ini dengan kemasan indie-pop yang telah menjadi ciri khasnya.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect