Connect with us
Radiohead
Photo: Pat Pope/REX/Shutterstock

Cultura Lists

Tracks of the Week: Gloomiest Radiohead Songs

Sederet lagu dengan lirik dan aransemen paling suram dari Radiohead.

Radiohead merupakan band ikonik Inggris yang terkenal melalui sederet lagu-lagu rock-nya yang suram dan gelap. Baik dalam segi lirik maupun aransemen musiknya, pendekatan musik Thom Yorke, Ed O’Brien, Jonny, dan Colin Greenwood berkontribusi pada perkembangan genre rock alternatif.

Melalui album ketiganya, “OK Computer”, Radiohead menuai popularitas berkat manifestasi musik mereka akan perkembangan era modern, perasaan terasingkan, dibungkus dengan aransemen musik yang kompleks dan eksperimental, untuk sebuah album yang rilis pada 1997. 

Tidak sekadar suram dan depresif, Radiohead memiliki rumus artistik yang original dalam mengeksekusi tema lirik yang gelap. Berhasil mencuri jutaan penikmat musik yang merasakan kenyamanan dalam musik-musik melankolis Radiohead. Berikut sederet lagu paling suram dari Radiohead. 

Daydreaming

“Daydreaming” merupakan lagu ballad dengan aransemen piano sederhana yang mellow dari Jonny Greenwood. Sementara liriknya ditulis oleh Thom Yorke. Banyak media memahami “Daydreaming” sebagai lagu yang Thom dedikasikan untuk hubungannya selam 23 tahun bersama Rachel Owen, istri pertamanya yang meninggal karena kanker tak lama sebelum album “A Moon Shaped Pool” rilis pada 2016.

Pada bagian penutup “Daydreaming”, Thom menyelipkan lirik yang dibalik, yang sebetulnya menyebutkan ‘Half of my life’, ‘I’ve found my love’, ‘Every minute. Half of my love’.

Motion Picture Soundtrack

Ditulis pada hari yang sama dengan hits Radiohead, “Creep”, “Motion Picture Soundtrack” baru dirilis pada 2000 dalam album “Kid A”. Terdengar layaknya alunan musik yang menyambut kita di gerbang surga dengan instrumen organ dan harpa, “Motion Picture Soundtrack” merupakan lagu tentang kehilangan dan kesedihan yang mendalam. Lagu ini merupakan cara Thom mendefinisikan keadaan koma dalam usaha mengakhiri hidup yang indah demi cinta. 

Let Down

Merupakan track dari album “Ok Computer”, “Let Down” dari Radiohead adalah lagu tentang perasaan tenggelam dan penuh dengan emosi, terlalu banyak emosi hingga akhirnya terasa hampa. Sebagai rilisan 90-an, Thom Yorke dan Jonny Greenwood telah merasakan sesuatu yang baru kita rasakan di era modern ini.

‘Let Down’ dimaknai oleh kedua sebagai perasaan kebosanan yang bisa mereka nikmati, namun juga menyedihkan karena mereka merasa terasingkan oleh dunia yang terus berputar. 

High And Dry

Melalui wawancaranya dengan Pitchfork, Thom Yorke mengungkapkan bahwa Ia tidak menyukai “High and Dry”. Baginya lagu tersebut tak hanya buruk, namun sangat buruk.

Menjadi salah satu lagu pada awal karair Radiohead, Thom mengungkap Ia dipaksa untuk memasukan lagu tersebut dalam album kedua mereka. “The Bends”. Namun, banyak dari kita pasti tidak setuju dengan Thom Yorke, “High and Dry” is a good song. Lagu ini bercerita tentang perjuangan untuk menjadi seseorang yang bukan dirinya demi perhatian dan ketenaran. 

Pyramid Song

Beberapa dari kita mungkin tidak pernah menanyakan makna dari “Pyramid Song”, karena banyak dari kita lebih seru mendiskusikan ritme tidak biasa yang dieksekusi dalam komposisi lagu ini.

Melalui sebuah wawancara dengan Colin Greenwood di Sundance 2000, Ie menyatakan bahwa Thom menemukan inspirasi untuk menulis “Pyramid Song” setelah mereka berkunjung ke museum budaya di Copenhagen. Mereka melihat pameran seni kuburan Mesir, tentang orang-orang yang diangkut melintasi sungai kematian. 

Fake Plastic Trees

Pasti banyak dari kita yang memaknai “Fake Plastic Trees” Radiohead sebagai lagu tentang cinta yang tak terbalaskan. Setidaknya saat pertama kali kita mendengar lagu ini, namun tidak pernah ada aturan keras untuk kita memaknai sebuah lagu.

“Fake Plastic Trees” sendiri sebetulnya merupakan lagu tentang melawan sikap konsumtif. Fakta bahwa lagu ini bisa memiliki dua makna berbeda namun berbagi emosi sama menjadi sebuah ironi dan keunikan tersendiri dari track ini. 

Exit Music (For A Film)

Thom Yorke merupakan musisi yang sensitif dan mudah terinspirasi secara emosional ketika melihat sesuatu, kemudian menuangkan dalam musik. Setelah melihat tiga menit dari film “Romeo + Juliet” (1996), Thom langsung terinspirasi untuk menulis “Exit Music (For A Film)”.

Baz Luhrmann sebagai sutradara film sejak awal telah berniat untuk menggandeng Radiohead untuk mengisi lagu penutup dari film tragedi romansa-nya tersebut. “Exit Music (For A Film) memiliki lirik yang suram dan akhir yang kelam, menggambarkan kisah cinta Romeo dan Juliet yang tragis. 

Videotape

“Videotape” merupakan salah satu track dari album “In Rainbow” pada 2007. Dialuni dengan instrumen piano yang indah sekaligus menghantui, “Videotape” memiliki lirik yang terasa indah dalam gelapan yang menyelubinginya.

Dimana seseorang sedang memegang kamera perekam, mengapresiasi hari terbaik dalam hidupnya. Namun kita juga dihantui dengan pernyataan dalam lirik, ‘This is my way of saying goodbye. ‘Cause I can’t do it face to face’. Hingga akhirnya kita menyadari dan bisa berasumsi bahwa lagu ini terdengar seperti video atau pesan terakhir dari seseorang yang akan pergi. 

Give Up The Ghost

Bagi kita penggemar Radiohead, pasti bisa memahami makna dari pernyataan ‘lagu Radiohead terasa indah dan nyaman, sekaligus depresif dan suram’. Salah satu lagu Radiohead yang syahdu lepas dari liriknya yang suramnya adalah “Give Up The Ghost”.

Merupakan track dari “The King of Limbs”, lagu ini awalnya memberikan vibe menakutkan dari suara Thom yang menyanyikan ‘Don’t hurt me’ berkali-kali dalam reverb yang statik. Namun tak lama hingga melodi gitar akustik lembut masuk terasa memeluk pendengarnya. 

True Love Waits

Telah dikomposisi sejak 1995, “True Love Waits” menjadi lagu paling lama digodok oleh Radiohead hingga akhirnya menjadi rilisan resmi pada album “A Moon Shaped Pool”. Meski telah sering dinyanyikan secara live berkali-kali, dengan eksekusi musik unplugged, Thom tak pernah puas dengan aransemen musik untuk lagu yang Ia tulis ini. Hingga akhirnya dirilis sebagai musik ballad lembut dengan instrumen piano minimalis. 

“True Love Waits” diakui oleh banyak media musik sebagai lagu tersuram dari Radiohead. Lirik ‘And true love lives / On lollipops and crisps’ ditulis oleh Thom yang terinspirasi oleh kisah tentang anak kecil yang ditelantarkan oleh orang tuanya, kemudian bertahan hidup dengan junk food. Disambut dengan hook ‘Don’t leave’, kita akan semakin memahami bahwa penantian cinta yang dimaksud dari lagu ini memiliki makna yang lebih dari suram dari yang kita duga.

Click to comment

Lineup Musisi Internasional di Java Jazz Festival 2022

Cultura Lists

oslo ibrahim java jazz 2020 oslo ibrahim java jazz 2020

Lineup Musisi Indonesia di Java Jazz Festival 2022

Cultura Lists

Raisa & Dipha Barus Raisa & Dipha Barus

I Don’t Give A Fest Paling Spesial Tahun Ini

Music

Adam by Eve: A Live in Animation Adam by Eve: A Live in Animation

Adam by Eve: A Live in Animation Review

Film

Advertisement
Connect