Connect with us
Glaskaca
Photo via Provoke-online.com

Music

Glaskaca: Killjoy & Dialog Single Review

Menyinggung tema social commentary dan mengajak dialog pada diri sendiri.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Setelah tak terdengar suaranya selama setahun, Glaskaca akhirnya merilis dua single sekaligus pada awal tahun ini, “Killjoy” dan “Dialog” pada 24 Januari 2020 kemarin. Kedua single ini akan masuk dalam project album kedua mereka yang rencananya akan rilis pada akhir tahun ini.

Meski dirilis secara bersamaan, kedua single ini memiliki aransemen musik dan tema lirik yang berbeda. “Killjoy” dibawakan dengan aransemen musik Rock Alternatif yang agresif. Mengandung instrumen gitar berpadu dengan bass dan drum yang menghantam. Aransemen musik dibalut dengan efek distorsi yang membuat nuansa Garage Rock terdengar dalam single “Killjoy”.

Lirik yang ditulis dalam bahasa Inggris oleh Dias Wijajanto dan Ryhan Noor hendak mengangkat tema social commentary. “Killjoy” menyinggung sifat orang-orang yang gemar membandingkan-bandingkan, mudah dengki, dan mencibir karena pengaruh aktivitas media sosial yang marak sekarang.

Sementara dalam single “Dialog”, Glaskaca membawakan musik Alternatif dengan aransemen yang lebih lembut ala Synth-Pop dari era 80-an. Dibuka dengan elemen synth yang kemudian disambut dengan riff gitar. Sepanjang lagu, musik didominasi dengan elemen techno pada instrumen drum dan instrumen synth yang atmospheric.

Kita juga bisa mendengar solo gitar sebagai interlude menuju chorus penutup dengan musik yang lebih diakselerasi kemegahannya.

“Dialog” dibawakan dalam lirik bahasa Indonesia yang puitis mengajak kita untuk berdialog dengan diri sendiri. Lagu ini menggambar sebuah situasi ketika seorang manusia merasa terjebak dengan rutinitas sehari-hari dan rencana-rencana yang gagal. Untuk mendapatkan kekuatan dan motivasi, ada baiknya kita introspeksi diri dan menanyakan apa yang sebetulnya ingin kita lakukan dalam hidup ini.

Melepaskan kritikan dengan “Killjoy” dan melihat ke dalam sendiri melalui “Dialog”, Glaskaca semakin memperluas materi lirik mereka dan aransemen musik yang lebih variatif.

Glaskaca sebelumnya telah merilis dua EP bertajuk “Identity” (2016) dan “Staedig” (2017). Band yang beranggotakan Dias Widjajanto, Rayhan Noor dan Wisnu Ikhsantama ini juga telah merilis album pertama mereka, “Adendum” pada 2018 silam.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect