Connect with us
efek rumah kaca
ERK

Music

Efek Rumah Kaca: Jalan Enam Tiga Album Review

Eksperimen Efek Rumah Kaca dengan gaya aransemen musik baru.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Efek Rumah Kaca (ERK) akhirnya merilis mini album terbaru mereka yang bertajuk “Jalan Enam Tiga”. Tidak ada pemberitaan dan promosi berlebihan untuk proyek terbaru band indie lokal garda depan ini. ERK mengumumkan jadwal konser dan perilisan mini album ini 5 hari sebelum tanggal yang telah ditentukan, yaitu hari ini, 28 Januari 2020.

Seperti biasa, tiket konser ERK selalu sold out tak lama setelah diumumkan. Malam ini mereka menyelenggarakan konser di Live House, M Bloc, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, ERK telah merilis single utama dari album ini yang bertajuk “Tiba-Tiba Batu” pada 5 September 2019 lalu. Lagu tersebut menjadi track pembuka dalam mini album “Jalan Enam Tiga”. Single tersebut telah menimbulkan ekspektasi baru aransemen musik ERK pada album terbarunya ini.

Cholil Mahmud mengungkapkan bahwa ia bersama dengan kedua rekan bandnya ingin mencoba aransemen baru tanpa menghilangkan ciri khas yang ada pada ERK. Bagi penggemar setia band indie asal ibu kota ini, pastinya sudah tidak asing dengan warna musik mereka yang cenderung gelap dan didominasi oleh nada minor. Begitu juga gaya penulisan lirik yang berani dan lugas dalam mengkritik isu-isu politik dan sosial.

“Tiba-Tiba Batu” merupakan track paling ‘ceria’ dalam mini album kali ini. Track satu ini memiliki aransemen gitar yang sederhana dan hanya mengikuti melodi vokal, dengan sedikit bagian interlude yang tidak terlalu rumit. Berpadu dengan ketukan drum, bass, dan sentuhan keyboard techno sebagai pemanis.

Lagu ini juga memiliki pesan tersirat yang mudah ditangkap oleh pendengarnya. “Tiba-Tiba Batu” merupakan lagu pengingat bagi kita yang keras kepala dan selalu mau menang sendiri.

Track berikutnya adalah “Normal yang Baru”, memperdengarkan perpaduan warna musik ERK lama dengan sentuhan baru. Memadukan chord-chord minor yang berpadu dengan mayor sebagai sentuhan yang memberikan ‘cahaya’ dalam musik ERK yang cenderung gelap. Berbeda dengan track sebelumnya yang catchy dan easy listening, “Normal yang Baru” memiliki pola aransemen musik yang lebih orthodox dan variatif.

“Jalan Enam Tiga” menjadi track puncak dengan aransemen Rock yang menghentak. Meski tidak sekeras beberapa lagu ERK dalam album-album sebelumnya, track ini cukup beringas untuk memberikan semangat dalam mini album ini.

Mood track semakin melankolis pada track penutup yang bertajuk “Palung Mariana”. Lagu ballad ini memiliki aransemen musik akustik yang lembut dan menenangkan, namun mengandung lirik yang sedih dan pilu. Lirik lagu yang cukup singkat dibawakan dengan pemilihan bahasa yang puitis dan penuh metafora.

‘Jalan Enam Tiga’ merupakan mini album Efek Rumah Kaca yang akan mengobati kerinduan para pendengarnya dengan lagu-lagu ‘bergizi’. Meski hanya terdiri dari 4 track, setiap lagu menyuguhkan pesan bermakna dan aransemen musik yang baru dan variatif.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect