Connect with us
Photo via japantimes.co.jp

Cultura Lists

5 Drama Jepang Bertema Slice of Life Kuliner di Netflix

Bersantai menonton drama ringan sambil menikmati makanan khas Jepang.

Kuliner Jepang selalu menarik untuk dieksplorasi keragamannya. Mulai dari hidangan utama, aneka minuman khas, hingga jajanan tradisionalnya. Program televisi kuliner Jepang juga terkenal sebagai salah satu yang memiliki kualitas visual tinggi. Meski kita belum bisa mencicipi makanan yang sedang diliput, ada kepuasan dan kesenangan tersendiri melihat visual makanan Jepang dan informasi yang terkandung di dalamnya. 

Bosan nonton program televisi kuliner biasa? Ada banyak drama Jepang slice of life bertema kuliner yang bisa kita tonton di Netflix. Meski dikemas dengan naskah dan karakter fiksi, kebanyakan restoran dalam drama Jepang seperti ini memang benar-benar ada. Bisa kita kunjungi jika lain kali berkesempatan wisata ke negeri sakura tersebut

Kantaro: The Sweet Tooth Salaryman

Kantaro (Onoe Matsuya) adalah salesman baru di perusahaan penerbitan. Memiliki penampilan yang serius dan tampak menjaga jarak dengan karyawan lainnya, Kantaro memiliki hobi rahasia, yaitu kulineran jajanan manis tradisional Jepang. Ia kerap berkunjung ke cafe atau restoran terkenal di kota di tengah-tengah jam kantor. 

“Kantaro: The Sweet Tooth Salaryman” merupakan drama Jepang adaptasi manga bergenre komedi. Meski latar cerita dan setiap karakter dalam drama ini fiksi, restoran dan makanan yang disajikan benar-benar ada. Kita akan menyaksikan Kantaro menunjukan ekspresi berlebihan ketika mencicipi makanan manis kesukaannya. Setiap makanan juga diiringi narasi serta visual yang dihiperbola dalam menjelaskan betapa lezatnya hidangan yang sedang Kantaro santap. 

The Road to Red Restaurant List

Tampaknya ada banyak pekerjaan kantoran Jepang yang melepas penat dengan kulineran. Yuk, jalan-jalan keliling kawasan tenang di pinggiran Tokyo bersama Suda (Takayuki Hamatsu) dalam “The Road to Red Restaurant”! Suda adalah pegawai kantoran dengan rutinitas membosankan. Tiap akhir pekan Ia kerap ditinggal oleh istri dan anaknya yang menonton konser idol group. Ia pun memiliki agenda sendiri dengan berkemah di mobil dan kulineran di restoran yang belum Ia kunjungi sebelumnya. 

Setiap kedai tempat makanan kecil yang kita lihat dalam drama Jepang ini berdasarkan tempat sungguhan. Begitu juga juru masak dan pemilik yang ikutan muncul dalam drama. Sayangnya, kita mungkin tidak akan bisa mengunjungi restoran yang ada di drama ini, karena kebanyakan restoran tersebut akan segera tutup untuk selamanya. Kita akan mengikuti penelusuran Suda menikmati makanan lezat dari restoran-restoran kecil maupun legendaris sambil menikmati panorama pinggiran kota yang indah.

Samurai Gourmet

Satu lagi drama Jepang kuliner dengan sederet restoran asli di dalamnya adalah “Samurai Gourmet”. Drama dibintang oleh Naoto Takenaka sebagai Takeshi Kasumi, pria 60 tahun yang baru memasuki masa pensiunnya. Menjalani kehidupan baru, Kasumi membutuhkan rutinitas baru. Berawal dari jalan-jalan santai di kawasan sekitar rumah, Kasumi akhirnya menemukan kegiatan baru yang membangkitkan jiwa samurai yang selama Ia pendam, yaitu dengan kulineran. 

Mulai dari kedai kecil, restoran khas Jepang, hingga restoran barat yang fancy, Kasumi tak menahan diri ketika mengulas setiap hidangan yang Ia santap. Berbeda dengan dua rekomendasi sebelumnya, “Samurai Gourmet” memiliki naskah slice of life yang lebih variatif setiap episodenya. Tak hanya melulu tentang makanan, ada pula kisah dalam memaknai kehidupan lanjut usia melalui sudut pandang Kasumi. 

Midnight Diner

Seorang juru masak yang kerap disebut sebagai ‘Master’ (Kaoru Kobayashi) memiliki kedai kecil di Shinjuku. Buka mulai tengah malam hingga 7 pagi, Master selalu siap untuk memasak menu apapun yang diminta oleh pengunjungnya.

“Midnight Diner” merupakan drama Jepang slice of life dengan latar kedai dan cerita yang sepenuhnya fiksi. Drama satu ini lebih kental dengan drama kehidupan setiap pengunjung di kedai Master. Namun tetap menghadirkan berbagai hidangan khas Jepang yang merepresentasikan kisah dari setiap orang yang memesannya. 

Dalam “Midnight Diner”, Master seakan berperan sebagai narator misterius kita akan setiap pengunjungnya yang memiliki cerita-cerita menarik. Drama slice of life memiliki vibe yang moody dan terkadang juga bisa melankolis. 

Izakaya Bottakuri

Cukup serupa dengan “Midnight Diner”, “Izakaya Bottakuri” menghadirkan atmosphere drama slice of life yang lebih ringan dan santai. Mine (Moemi Katayama) dan Kaoru (Sara Takatsuki) adalah dua bersaudari yang memiliki kedai kecil di Tokyo. Spesialisasi kedai mereka adalah berbagai hidangan sedap pendamping sake yang nikmat. 

Tak hanya menyajikan hidangan lezat, kakak-beradik pemilik kedai juga ramah dan seringkali melibatkan diri dalam diskusi bersama pengunjungnya. Mereka mau mendengarkan curhat bahkan memberikan solusi terbaik. Sayangnya, kita tidak bisa merasakan makanan enak dan keramahan dua bersaudari tersebut karena kedai mereka termasuk elemen fiksi dalam “Izakaya Bottakuri”.

Cyberpunk: Edgerunners Cyberpunk: Edgerunners

Cyberpunk: Edgerunners Review – Kebrutalan Menawan Petualangan David Martinez di Night City

TV

The Outsider Review The Outsider Review

10 Film Hollywood dengan Estetika Jepang

Cultura Lists

Happiest Season Happiest Season

Rekomendasi Film Chick Flick 2020an

Cultura Lists

House of the Dragon (Episode 5) Review House of the Dragon (Episode 5) Review

House of the Dragon (Episode 5) Review: We Light the Way

TV

Connect