Connect with us
Cupumanik
Photo via Press

Music

Cupumanik: Yang Kan Terjalani Single Review

Pertahankan lirik lama dengan aransemen musik yang lebih mantap.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Yang Kan Terjalani (YKT) dari Cupumanik telah lahir kembali pada 2 Mei 2020 lalu. Lagu ini sebetulnya sudah menjadi karya lama yang masuk dalam album perdana band ini pada tahun 2005 silam. YKT telah mengalami aransemen ulang agar terdengar lebih fresh dan relevan dengan trend musik masa kini. Namun syair puitis yang ditulis oleh Iyak, bassist Cupumanik, tetap dipertahankan.

Dalam proyek remake YKT, gitaris awal Cupumanik, Rama hadir untuk mengisi harmoni pada instrumen gitar dengan Eski. Sound bernuansa clean berbalut dengan string dan orkestrasi yang diaransemen mewah merupakan sumbangan dari Rama untuk menonjolkan ambience dan syahdunya lagu.

Sementara Eski menunjukan keahliannya dengan nada unik tematik, menghiasi lagu dengan riff gitar yang kuat. Komposisi melodi yang dihadirkan terasa lebih variatif dan tidak monoton dari awal hingga akhir lagu. Rangkaian melodi yang diciptakan saling berkesinambungan dan berhubungan dengan tema dari lagu YKT.

Pada bagian rhythm, Dony dan Iyak membangun pondasi lagu mengikuti nuansa lagu yang sudah akustik, dipertegas dengan laid-back shuffle 3/4, sisanya dibiarkan mengalir. Dony merekonstruksi dengan kejutan breakdown, tom riff dengan swing feel di bagian bridge dan beberapa varian lain di bagian reff. Hal serupa juga dapat didengar pada interlude dan coda to end yang diberikan sentuhan warna musik Reggae, mengingatkan kita pada nuansa lagu Seven Days karya Sting.

Cupumanik

Cupumanik – Yang Kan Terjalani

Dalam segi lirik, YKT memiliki pemilihan bahasa yang puitis dengan rima indah untuk melengkapi aransemen musik yang kaya. “YKT adalah mantra cinta pelipur hati bagi siapapun yang telah setia berada di sisi. Untuk mereka para istri atau belahan jiwa yang ikhlas menerima segala kekurangan, untuk sudi mengarungi lautan kehidupan, rela tenggelam dalam suka dan menghalau luka”, ungkap Iyak tentang lirik YKT yang ia tulis sendiri.

Lirik yang indah pun dibawakan dengan vokal Che yang meninggalkan ciri khas suara pekik paraunya. Che mengaku hendak membawakan nuansa vokal yang rileks, merayu, dan membuai, seperti sedang berbicara dengan orang yang dicintai. Ia juga berusaha menghayati lagu YKT dengan menutup mata saat proses rekaman. “Menurut gue, YKT adalah perbincangan romantisme laki-laki dan perempuan”, ungkap Che.

Hasil akhir dari remake “Yang Kan Terjalani” yang lebih mantap menunjukan lagu ini tidak lekang oleh waktu. Liriknya yang puitis dan indah bagaikan harta karun dari arsip rekaman Cupumanik yang telah dipoles ulang agar pendengar dapat mengakui keindahan dari lagu YKT.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect