Connect with us
Collateral
Photo: Fabio Affuso/Netflix

TV

Collateral Review: Mini Series Kriminal yang Kurang Greget

Serial garapan S. J. Clarkson yang alurnya kurang greget, serta karakterisasi tokoh utamanya yang kurang realistis.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Selain “The Stranger” (2020), ada satu mini series kriminal lainnya yang juga diproduksi di Inggris, yakni “Collateral” (2018). Mini series garapan S. J. Clarkson itu punya 4 episode dengan durasi 1 jam per episodenya.

“Collateral” dibuka dengan terbunuhnya seorang pengantar pizza bernama Abdullah Asif. Peristiwa itu lantas menarik perhatian detektif Kip Glaspie (Carey Mulligan). Bersama rekannya Nathan Bilk (Nicola Walker), Glaspie coba menguak siapa sosok dibalik terbunuhnya Abdullah.

“Collateral” merupakan mini series 4 episode lainnya yang pernah digarap S. J. Clarkson. Dalam penggarapannya, Clarkson bekerja sama dengan Balazs Bolygo (sinematografer), serta David Hare (penulis naskah).

Collateral

Photo: Robert Viglasky

Pemilihan Balazs Bolygo selaku sinematografer adalah pilihan tepat bagi S. J. Clarkson. Sinematografer kelahiran Hongaria itu berhasil menyajikan visual yang enak dilihat. Khususnya visual kota London yang menjadi latar tempat “Collateral”. Bolygo mampu mengajak penonton melihat keindahan London dari berbagai tempat.

Visual tersebut lantas disajikan dalam format HDTV 1080p yang bikin visualnya makin enak dilihat. Tak heran bila Bolygo masuk nominasi “British Academy Television Craft Award” (BAFTA) 2019 untuk kategori “Photography & Lighting – Fiction”.

Di tiap episodenya, “Collateral” selalu dibuka dengan musik bertempo kencang dan latar suasana yang santai. Opening semacam itu seolah mengajak penonton untuk bersantai sebelum masuk ke alur cerita “Collateral” yang serius.

Musik yang disajikan “Collateral” bervariasi di tiap episodenya, mulai dari pop hingga rock. Kredit sebesar-besarnya ditujukan kepada Ruth Barrett (penata musik) yang berhasil mengkurasi sejumlah lagu pada opening “Collateral”.

Collateral Review

Photo: Robert Viglasky/BBC/The Forge

Jalan Cerita yang Kurang Greget, serta Karakterisasi Tokoh Utamanya yang Kurang Realistis

Dalam menulis naskah “Collateral”, David Hare memakai sudut pandang dari berbagai pihak. Baik yang terkait langsung dengan pembunuhan Abdullah Asif maupun tidak. Penggunaan banyak sudut pandang bikin penonton bisa melihat kasus pembunuhan Abdullah dari banyak sisi.

Hare juga memasukkan kritik terhadap kondisi sosio-politik di Inggris dalam dialog tokoh-tokohnya. Hal itu bikin “Collateral” menjadi sajian mini series kriminal dengan muatan kritik sosial. Sayangnya, naskah yang ditulis Hare punya beberapa kekurangan. Dari segi alur, “Collateral” boleh dibilang kurang greget. Hare terlalu mudah mengungkapkan siapa dalang dibalik terbunuhnya Abdullah Asif.

Kekurangan lainnya adalah karakterisasi Kip Gaspie yang kurang realistis. Tokoh utama yang diperankan Carey Mulligan itu digambarkan sebagai mantan atlet yang beralih profesi menjadi detektif.

Selama menginvestigasi kasus terbunuhnya Abdullah, Gaspie tengah hamil 6 bulan dan tidak bisa tidur 3 hari. Anehnya, kondisi fisik Gaspie masih sehat bugar seolah ia bukan ibu hamil yang kurang tidur. Padahal, secara logis Gaspie mestinya bakal mengalami gangguan kesehatan bila melakukan investigasi dengan kondisi fisik semacam itu.

Carey Mulligan dan Billie Piper yang Tampil Baik

Walau karakterisasi toko DI Kip Gaspie kurang realistis, Carey Mulligan tetap membawakan tokoh tersebut dengan baik dari episode ke episode. Billie Piper pun juga tampil baik. Aktris dan juga musisi itu mampu memerankan sosok Karen Mars yang memiliki kepribadian rumit. Kemampuannya dalam memerankan Karen Mars bikin Piper masuk sebagai salah satu nominasi BAFTA 2019 untuk kategori “Best Supporting Actress”.

Karen sendiri adalah sosok yang menjadi salah satu saksi terbunuhnya Abdullah Asif. Sayangnya, kepribadiannya yang rumit bikin ia sempat dikira sebagai sosok dibalik terbunuhnya pengantar pizza tersebut.

“Collateral” sebetulnya bisa menjadi mini series kriminal menjanjikan. Sayangnya, mini series ini masih punya kekurangan dari segi penulisan alur cerita dan karakterisasi tokoh.

Angele Review: Saat Pop Star Belgia Kembali Menemukan Jati Dirinya

Film

The Power of the Dog The Power of the Dog

The Power of the Dog Review: Toxic Masculinity dan Balas Dendam Tersembunyi

Film

Serial dan film Netflix Desember 2021 Serial dan film Netflix Desember 2021

Film & Serial Netflix Terbaru (Desember 2021)

Cultura Lists

Meenakshi Sundareshwar Meenakshi Sundareshwar

Meenakshi Sundareshwar Review: Komunikasi Adalah Kunci

Film

Advertisement
Connect